
Gerbang istana neraka
Terlihat dua penjaga dengan tatapan waspada dan sedikit mengantuk berjaga di depan gerbang yang begitu besar dengan kedua tombak yang di pegang di tangan kanan dan perisai di tangan kiri
Tak ada obrolan ataupun candaan diantara keduanya, hanya tatapan mata yang selalu menjadi isyarat diantara keduanya
Tiba-tiba lingkaran dimensi muncul di depan mereka berdua, sebuah pedang sudah siap menikam sososk siapa yang akan muncul dari dalam lingkaran tersebut
Sosok yuba perlahan terlihat muncul dari dalam lingkaran dimensi, membuat kedua penjaga sedikit membungkuk dan memberi hormat padanya "selamat datang pangeran" sebelum akhirnya membuka pintu gerbang neraka
Yuba hanya tersenyum membalas sapaan mereka berdua, itu sudah lebih baik daripada awal dia datang ke tempat ini dengan harus melawan mereka, bahkan harus dengan menggunakan peledak untuk membuka gerbang ini, ingatan yuba teringat saat pertama kali dia menginjakkan kaki di tanah neraka membuatnya sedikit tersenyum
Satu bulan lamanya yuba saat meninggalkan istana neraka, pembangunan yang begitu cepat tampaknya sudah membuahkan hasil dengan adanya gedung-gedung baru yang berdiri
__ADS_1
Yuba menyusuri jalan yang memang sudah dia hafal sambil melihat pembangunan yang terjadi, hanya satu tujuan yuba secepatnya sampai di istana neraka
Matanya kini tertuju pada bangunan megah yang berdiri di hadapan nya, seolah terkagum dengan apa yang dia lihat sampai tak berkedip beberapa saat
Yuba menarik nafas panjang sebelum akhirnya melangkahkan kakinya menuju dalam istana, semua penjaga yang melihatnya hanya tersenyum dan memberi hormat padanya
Senyuman terus tergambar di wajah yuba menunjukan sikap sopan pada setiap penjaga yang menyapanya
Ternyata di dalam istana sedang ada rapat penting mengenai pemilihan kabinet di dalam istana neraka
Yuba yang melihat dari balik kaca yang transparan bisa melihat betapa kuat kandidat-kandidat yang mencalonkan diri, karena pemilihan dilakukan secara transparan jadi semua ras iblis bisa melihat melalui dinding kaca yang di sediakan
Yuba melihat ayahnya sedang duduk di atas sebuah kursi singgasana sebagai pemimpin tertinggi di antara semua iblis yang ada
__ADS_1
Yuba bisa saja masuk dengan mudah, statusnya sebagai pangeran di istana neraka tidak ada yang berani melarangnya melakukan apapun di istana ini
Pemilihan kabinet istana neraka sudah terbentuk dan terdengar tepuk tangan layaknya sebuah perayaan yang terjadi di dunia nyata
Tiba-tiba tangan seorang wanita menyentuh bahu yuba membuat yuba menoleh ke belakang "ibu" hanya kata itu yang keluar dari bibirnya sambil mencium tangan kanan milik ibunya
"Bagaimana kabar ibu" yuba bertanya pada sosok ibu yang sangat di cintai nya
"Semua baik-baik saja disini, tak perlu ada yang di khawatirkan" jawabnya sambil tersenyum membuat yuba ikut tersenyum melihatnya
Yuba dan ibu nya beranjak memasuki sebuah rumah yang terlihat sederhana tapi di dalam sedikit berbeda dari apa yang tampak di luar
"Apa kau sudah sarapan...????" Ibunya menanyakan pada yuba yang kini terduduk di kursi ruang tamu
__ADS_1
"Sudah Bu jangan repot-repot" senyum masih melingkar di wajah yuba karena perasaan bahagia yang dia rasakan
Tak berselang lama pintu pun terbuka dan terlihat Eowyn masuk, membuat yuba sedikit kaget karena kakak nya terlihat lebih cantik jika berpakaian seperti ini