
Semua ketua padepokan berfikiran bahwa apa yang dilakukan guru Sanusi adalah tindakan yang nekat tapi mereka paham jika keadaan di balik pada diri mereka pasti mereka semua juga akan bertindak seperti apa yang di lakukan guru Sanusi
Yuba kini mulai menuruni bukit tempat ia selama ini berlatih, ia sangat senang dengan apa yang dia dapatkan selama menjalani latihan, tapi juga masih muncul seribu alasan tentang adanya darah iblis yang mengalir dalam nadinya
Pagi ini tempat kediaman guru Sanusi menerima tamu para guru ketua padepokan, semua membahas tentang apa yang akan menjadi tujuan guru Sanusi
"Mohon maaf ketua apa benar ketua akan bermaksud pergi ke gerbang neraka..??" Tanya salah satu ketua
"Itu benar dalam waktu dekat ini aku akan pergi" jawabnya
"Tapi kita tak bisa meninggalkan negara ini bersama sama karena kita harus ada yang berjaga jaga jika terjadi serangan lagi" salah satu ketua itu memberi masukan
"Kau memang selalu bisa keluar dari keadaan seperti ini RAJI" panca menyindir salah satu guru ketua
__ADS_1
" Mungkin kau tidak mau ikut karena kau memiliki maksud di balik ini semua" sambung nya kembali
"Jaga ucapan mu PANCA!!!!!!!!!!" raji berteriak sambil berdiri dari tempat duduknya
Seperti biasa pangkat memang selalu menjadi rebutan umat manusia di mana pun mereka berada tak peduli di dunia nyata atau pun di sini hehehehe
"Ada benarnya juga apa yang di katakan Raji, kita tak bisa meninggalkan negara ini bersama sama dan aku tak bermaksud mengajak kalian semua tapi aku hanya ingin memberi tau kalau mungkin aku tak kembali kalian bisa memilih ketua yang baru, hanya itu tujuan ku memberi tau kalian" guru Sanusi berbicara dengan nada yang serius
Panca mengangkat tangan nya dan berkata "bahwa aku akan ikut bersamamu dan aku akan mengajak muridku seorang ahli medis untuk berjaga jaga ketua", perkataan panca itu di iringi senyum sinis Raji yang berharap mereka berdua tak akan pernah kembali
"Tak perlu seperti itu ketua aku ingin ikut karena aku ingin melihat dengan mata kepalaku kekuatan dunia di balik gerbang neraka"
Yuba yang sudah sampai di tempat rumah guru Sanusi kaget karena melihat para ketua padepokan berkumpul dan dia memutuskan menunggu di luar area rumah guru Sanusi
__ADS_1
Setelah semua urusan dengan para ketua guru padepokan selesai dan sudah di tetapkan yang akan berangkat ke gerbang neraka adalah panca dan guru Sanusi selain itu para ketua guru memiliki tugas masing-masing untuk menjaga negara
"Selamat malam paman guru" salam yuba dengan mulai memasuki ruang tamu
"Silahkan duduk kenapa kau tak langsung masuk saja tadi kan enak bisa ngobrol sama para guru ketua" canda guru Sanusi dengan tersenyum
Yuba menanggapi kalau dirinya tak pernah tertarik dengan apa yang di bicarakan para ketua guru, karena pasti yang di bicarakan tentang masalah jabatan
"Kau benar, dalam hati mereka ada tekat yang kuat untuk bisa menggantikan ku" imbuhnya sambil tetap duduk menghadap televisi
"Bagaimana hasil dari latihan mu" guru Sanusi mulai penasaran dengan hasil latihan yuba
"Semuanya lancar guru" jawab yuba
__ADS_1
"Baiklah kalau begitu kita akan pergi ke tempat seseorang, ayo berangkat" guru Sanusi berdiri dan menuju mobil yang terparkir di teras
Yuba menikmati perjalanan nya tapi dia sedikit berfikir karena arah yang akan dia lewati adalah arah menuju ke tempat kampung halaman nya