Gerbang Dunia Lain

Gerbang Dunia Lain
hancur nya gerbang neraka


__ADS_3

Yuba memperhatikan guru Sanusi yang menatap tajam ke arah gerbang yang ada di depannya "apa ini yang kita cari guru,,??" Pertanyaan yuba membuat guru Sanusi tersadar dari lamunannya


"Tak salah lagi memang ini yang yang kita cari" jawabnya sambil mengeluarkan sesuatu dari dalam ransel nya


"Guru apakah kau bermaksud menghancurkan gerbang ini" giliran Arda yang bertanya pada gurunya


"Ini satu satunya jalan agar kita tak membuang tenaga untuk menghancurkan nya, aku mohon kalian semua untuk mundur agar tak terkena efek dari peledak ini"


Guru Sanusi memasang peledak di setiap sudut gerbang


"Ini bukanlah peledak biasa aku sudah menyatukan nya dengan mantra yang bisa menghancurkan sebuah besi baja sekalipun dalam satu ledakan" guru Sanusi menjelaskan tentang peledak yang ia gunakan


Yulia , Arda , yuba dan Indri mereka semua mundur beberapa meter dan Yulia membuat pelindung dari air agar tak terkena dampak seperti yang dikatakan guru sanusi


"Apa ini yang dimaksud dengan elemen air sungguh menakjubkan" guman yuba


Yulia berada di posisi depan dengan konsentrasi penuh agar elemen air pelindung nya bisa maksimal dalam menahan ledakan yang akan terjadi


Tak berselang lama sebuah ledakan dahsyat terjadi asap membumbung tinggi dan diikuti gemuruh runtuhnya gerbang neraka

__ADS_1


Guru panca yang dapat melihat kepulan asap yang membumbung tinggi di atas langit sadar bahwa itu adalah peledak yang digunakan oleh guru Sanusi


"Apa kalian masih lama,,???" Guru panca bertanya pada iwabe dan Edmund yang masih melakukan meditasi


"Sepertinya ketua guru kalian hanya bermaksud memperlambat pergerakan kami saja dengan mengirim murid rendahan seperti kalian" sambung nya sambil menatap wajah keduanya


"Tolong jaga bicara anda" ketua guru Raji mengirim kami untuk membantu menyelamatkan anak ketua guru Sanusi bukan untuk memperlambat atau pun mengacau


"Hahahaha......kalian masih bisa bicara seperti itu sekarang tapi kita lihat apa yang bisa kalian lakukan disini" perkataan guru panca mengakhiri pembicaraan mereka berdua dan bergegas pergi menuju kepulauan asap itu berasal


"Jaga emosi mu" kata iwabe yang mencoba menenangkan rekan nya


Iwabe dan Edmund mencoba mengejar ketua guru panca yang berjalan lebih dulu agar tak tertinggal jauh


Ketua guru panca yang melihat mereka berdua berjalan mengikuti nya membuat senyum di wajah nya menjadi lebih lebar


................


Afni yang mendengar langkah kaki yang semakin lama semakin mendekat mulai memasang kuda-kuda untuk bersiaga

__ADS_1


Dua sosok dengan aura yang sangat kuat datang di hadapan nya dan tersenyum tipis seolah memandang remeh orang yang ada di depannya


"Jadi ini tawanan kita" ungkap seorang lelaki dengan nada sombong nya


"Kalau hanya seorang perempuan aku bisa menghabisi nya dengan mata tertutup tuan putri" bicara nya seolah-olah dia adalah algojo


"Apa yang kalian inginkan dariku, bila kau ingin membunuhku lakukan sekarang" jawab Afni dengan penuh amarah


"Sssttttt,,,,,,,,, sebagai manusia kau terlalu sombong,," kata lelaki yang sedari tadi berkata dengan nada yang selalu merendahkan manusia


Sedangkan wanita yang ada di sampingnya hanya diam menatap tajam ke arah Afni "kenapa aku seolah olah memiliki ingatan yang sulit aku lihat setiap kali aku berhadapan dengan manusia" guman wanita itu


"Apa anda tidak apa-apa tuan putri" tanya lelaki yang ada di sampingnya


"Anda terlihat kurang sehat sepertinya, apa anda kurang istirahat,,??" Sambung nya sambil memegang pundak wanita yang ada di sebelah nya


Di tempat yuba berada guru Sanusi sudah memasuki wilayah neraka, apa yang mereka semua lihat hanyalah sebuah lembah yang di selimuti bangunan bangunan tua yang sudah tak terpakai


"Aku kira neraka itu seperti tempat yang mengerikan ternyata hanya lembah lembah yang di kelilingi dinding besar dan di penuhi rumah rumah tak berpenghuni" kata yuba dengan santai nya

__ADS_1


__ADS_2