Gerbang Dunia Lain

Gerbang Dunia Lain
satu serangan


__ADS_3

"Apa yang ditunjukan oleh nya itu bukan lah dari kekuatan bangsa iblis, iblis biasanya menggunakan energi sekitar atau energi besar dengan nafsu membunuh tinggi dalam setiap pertarungan, berbeda dengan dia yang menggunakan kekuatan tubuh nya sendiri layaknya dirimu" kembali sosok sisi kegelapan menjelaskan pada yuba


Kini terlihat Lucifer berlari ke arah ketua guru panca dengan sinar terang yang menyelimuti seluruh tubuhnya, tak tau seperti apa wujudnya sekarang karena hanya terlihat sekumpulan cahaya yang bergerak cepat ke depan


Ketua guru panca mencoba bertahan dari serangan yang dilakukan oleh lucifer, tapi semua tampaknya sia sia karena sesaat berbenturan dengan cahaya itu, tubuh ketua guru panca terpental hingga menembus tembok yang ada di belakangnya


Perlahan tapi pasti cahaya terang itu mulai memudar sosok lelaki bersayap dengan tubuh berwarna ke emasan membuat kaget semua orang yang ada dalam pertarungan


"Bencana apa lagi ini..???" Guru Sanusi tampak tak tau harus bagaimana untuk menghadapi situasi seperti ini


Indri dan Yulia tak mampu berbuat banyak karena bahkan ketua guru panca harus tunduk dalam satu serangan saja


"Guru bagaimana ini...??" Arda mulai menanyakan kelanjutan dari peperangan ini


"Kita serang bersamaan, gunakan kesempatan sekecil apapun" jawab guru Sanusi sambil mengeluarkan sebuah belati kecil dari dalam sakunya

__ADS_1


Arda mengerti dengan kegunaan belati tersebut dan langsung maju menyerang sosok yang masih berdiri dengan wujud barunya


"Elemen tanah guncangan tanah"


Tanah yang ditempati Lucifer mulai bergerak dan berterbangan ke segala arah


Tangan Arda mencengkeram, membuat tanah yang berterbangan mulai bergerak ke satu titik membentuk gumpalan tanah dan seketika di lemparkan ke arah Lucifer dengan berulang ulang kali


Gumpalan tanah yang mengarah pada Lucifer seolah tak menjadi halangan besar bagi Lucifer, karena setiap gumpalan tanah mampu di hancurkan dengan pedang putih berkilap dengan cahaya yang selalu terpancar dari dalamnya


Guru Sanusi berlari dan melemparkan belati kecil ke dalam penjara milik Arda yang berhasil mengurung Lucifer


"Elemen air kuncian air"


Sebuah air keluar dari dalam tanah, tepat berada di bawah Lucifer berdiri, dan mengikat erat tubuhnya sampai tak mampu bergerak

__ADS_1


Guru Sanusi merapal mantra dan terjadilah ledakan besar di dalam penjara milik Arda, tapi sebelum ledakan terjadi kilatan kuning sempat keluar dari dalam penjara yang di buat oleh Arda


Sesaat ledakan terjadi tanah di sekitar pertarungan kembali bergetar hebat kini karena ledakan yang diciptakan begitu besar


Semua melihat ke arah depan tak ada satupun sosok yang ada di dalam penjara hitam tersebut setelah asap dari sisa ledakan itu hilang


"Tidak mungkin dia bisa lolos" Arda tak percaya dengan apa yang dia lihat


"Tak ada yang tidak mungkin" suara itu membuat Arda terkaget karena suara itu berasal dari belakang tubuhnya


Dan setelah Lucifer bertaka pedang miliknya telah menembus tubuh Arda yang tak mampu mengelak


Di tempat lain sebuah cahaya merah dan putih melesat ke arah sebuah bangunan yang ada di salah satu ruangan istana


Terlihat dua iblis penjaga sedang tertidur, dan terbangun setelah merasakan kedatangan kedua bayangan merah dan putih tersebut, dan aura membunuh mulai terlihat dari kedua penjaga itu

__ADS_1


__ADS_2