
Yuba kini menggunakan kedua telapak tangannya, untuk meregenerasi seluruh bagian tubuh dari guru Sanusi agar kembali normal seperti semula
Kembali cahaya merah pekat muncul dari telapak tangan yuba, tapi kini cahaya itu menyelimuti seluruh bagian tubuh dari guru Sanusi
Setelah semua cahaya itu memudar, perlahan terlihat tubuh baru dari guru Sanusi mulai terlihat nyata dan itu membuat Afni terasa bahagia, sampai dia tak sadar dia kini memeluk yuba dengan erat
Semua orang kaget melihat tingkah konyol afni, bahkan guru Sanusi hanya tersenyum melihat Putri nya memeluk yuba dengan senyuman bahagia
"Bisa lebih sedikit pelan, karena pelukanmu itu terlalu kencang" mendengar perkataan yuba mata Afni terbuka dan dia sadar bahwa tubuh yang dia peluk bukanlah ayahnya melainkan tubuh yuba
Afni spontan melepas tangannya dari tubuh yuba, dan dia terlihat salah tingkah tak tau harus bicara apa, membuat teman-teman nya terus mengejeknya
"Peluk lagi juga gak apa-apa" kata yuba sambil memajukan kedua tangannya ke depan
"Kau selalu mencari kesempatan padaku,,,,, dasar mesum" balas Afni dengan cuek
__ADS_1
Dan semua orang tertawa melihat tingkah mereka berdua, termasuk guru Sanusi yang kini mulai mampu berdiri di atas kakinya sendiri
"Sebaiknya guru secepatnya meninggalkan tempat ini, biar aku yang menyelesaikan sisanya, Afni sudah kembali pada kita, itulah misi utama kita disini, biar aku yang menghambat langkah mereka, kalian semua bisa pergi sekarang" mendengar perkataan yuba guru Sanusi mulai melangkah ke menghampiri yuba
"Apa kau yakin....????" Kata guru Sanusi dengan tatapan tajam
"Aku akan berusaha menahan mereka sekuat tenagaku, walaupun nyawa sebagai taruhannya, aku hanya menitipkan ini pada guru jika nanti aku tak kembali dalam satu minggu, maka berikan ini pada pemiliknya" yuba memberikan sebuah kartu pers milik INDOPOS yang menjadi tempat kerjanya
"Aku lupa memberikan nya saat aku risent kemarin, jadi aku minta tolong pada guru" sambung perkataan yuba
"Kau mendengar sendiri apa yang putriku katakan, dan apa kalian semua akan meninggalkannya, berjuang sendirian disini sedangkan kita akan kembali ke dunia nyata" perkataan yuba dibalas dengan perkataan tegas dari guru Sanusi
"Aku tak akan pernah mundur selangkah pun ayah" jawab Afni
"Aku juga"
__ADS_1
"Aku juga"
"Aku juga"
Indri , Yulia dan Arda semua menjawab secara bergantian
Yuba menatap semua wajah orang yang percaya, bahwa kemenangan akan akhir dari pertempuran ini
Yuba kembali memantapkan hatinya, dengan semangat semua orang yang percaya bahwa kita akan menang
Yuba kini sudah melangkah beberapa langkah ke depan, tiba-tiba suara langkah kaki terdengar olehnya
Afni berlari ke arah yuba dan mencium bibir nya , membuat kejutan bagi yuba ataupun semua mata yang melihat kejadian itu, karena selama ini, Afni selalu mengingkari perasaannya sendiri, dan kali ini dia tak mau mengingkari bahwa dia memang sayang kepada yuba
kejadian yang tak pernah dia duga sebelumnya terjadi saat dia akan pergi melawan Lucifer dan raja iblis, itu membuat semangat nya untuk menang semakin besar dan membara di dalam jiwanya
__ADS_1
Sekedip mata saja yuba sudah tak ada di depan semua rombongan guru Sanusi, dia kini melayang di udara berada di sebelah ayahnya