
Dia memakai kembali pakaiannya, tapi kini sepertinya dia harus berganti pakaian karena saat ini pakaian yang tadinya dia pakai hanya menutup sebagian dari tubuhnya
Yuba tersenyum memandang ibunya, karena kini pakaian yang dia pakai tak menutupi semua bagian dari badannya
Ibunya pun membalas senyum yuba, karena memang tingkah dari anaknya tersebut selalu membuatnya tersenyum
Satu stel pakaian baru diberikan pada yuba, itu adalah pakaian yang memang di sediakan oleh ibunya karena kejadian seperti ini pasti akan terjadi
Saat yuba kembali berdiri, Eowyn tampak masih belum selesai bermeditasi, yuba hanya melihat sekilas kearahnya, sebelum bertanya langkah selanjutnya yang akan dilakukan
"Sekarang kekuatan iblis dalam tubuh mu sudah bisa sepenuhnya digunakan, dan satu lagi di dalam tubuhmu mengalir darah malaikat yang bisa menambah kuat kekuatan mu, ibu tak tau apa kedua kekuatan itu bisa di satukan atau tidak, tapi setidaknya cobalah disaat kau terdesak" penjelasan ibunya di ingat dengan baik oleh yuba karena kekuatan didalam tubuhnya bukan kekuatan sembarangan
Sekali saja yuba lepas kendali maka nyawa orang yang ada di sekitar nya bisa menjadi dalam bahaya besar
__ADS_1
"Bantulah ayahmu, kalahkan Lucifer dengan kekuatan mu sendiri, percayalah pada dirimu sendiri" ibu yuba kembali berkata sambil menepuk pundak yuba , menandakan bahwa harapan berada di pundaknya
Yuba mengangguk tanda mengerti, tapi sebelum yuba pergi sebuah kata terdengar dari Eowyn yang sudah mulai membuka matanya "maafkan aku telah merepotkan mu" hanya itu kata yang keluar dari mulutnya dengan ekspresi datar
Yuba hanya tersenyum mendengar perkataan dari kakaknya, tanpa membalas seucap katapun, dan dengan sekejap mata kini yuba berada di tempat guru Sanusi
Afni yang melihat yuba begitu senang, karena kondisinya kini sepertinya lebih baik dari sebelumnya, terlihat sebuah senyuman lebar melingkar di wajahnya yang cantik saat yuba datang
"Jika aku tak baik-baik saja, mana mungkin aku bisa bertahan disini...????" Balas guru sanusi dengan ekspresi yang seolah dibuat buat padahal sebenarnya tulangnya hampir remuk semua akibat pertarungan terakhirnya
"Indri biarkan aku yang mencoba mengobati guru" yuba meminta indri menghentikan pengobatannya, karena kini yuba mencoba mengobati luka gurunya
Guru Sanusi terlihat senang dengan tindakan yuba, entah itu berhasil atau tidak guru Sanusi tak banyak berharap, asal Afni bisa selamat dari bencana ini itu sudah cukup baginya
__ADS_1
Cahaya merah pekat keluar dari telapak tangan yuba yang memegang lengan kanan guru Sanusi, yang terlihat patah dan penuh luka
Cahaya tersebut menjalar sampai ke jari-jari guru Sanusi, rasanya ada ribuan jarum yang menusuk bagian tangan guru Sanusi yang patah
Guru Sanusi menahan dengan sekuat tenaga, apa yang dia rasakan agar semua orang tak khawatir akan kondisinya saat ini
Sebuah keajaiban muncul, lengan kanan yang tadinya patah dan penuh luka kini kembali normal seperti sedia kala
Yulia, Afni, Arda dan Indri tak percaya dengan apa yang dilakukan oleh yuba, lengan kanan guru Sanusi seperti meregenerasi sendiri saat cahaya merah pekat dari telapak tangan yuba menyentuh bagian lengan tubuhnya
Yuba sedikit senang dengan kekuatan barunya, yang mampu menolong gurunya sendiri, dia ingat bahwa sedikit jiwa iblis lagi kemampuan gerbang dua semester akhir akan terbuka dan setelah pelepasan segel dari dalam tubuh yuba, ternyata mampu membuka kekuatan regenerasi itu
Yuba tak tau jika hasilnya gagal, apalagi semakin memperburuk keadaan gurunya, pasti semua orang akan menyangka bahwa yuba melakukan malapraktik
__ADS_1