
Ketua guru Sanusi mulai merapal mantra dan muncullah cahaya kuning menyelimuti sekujur tubuhnya dan sinar terang berada di lengannya
Energi seperti ini belum pernah dirasakan oleh yuba dan yang lainnya sebelumnya, mungkin ini salah satu jurus andalan nya
"Elemen air biasan cahaya"
Sebuah pedang terpancar di lengan guru Sanusi dan bergerak menuju iblis yang belum melakukan pergerakan apa apa
Sebuah pedang mengarah pada sosok iblis tapi sebuah perisai berhasil menepis serangan itu
"Sial ternyata dia tau apa tujuan ku"
"Seorang lelaki bertarung dengan dengan gentleman tidak dengan sembunyi sembunyi" iblis itu berkata dengan nada menyejek
Ketua Guru Sanusi tak menghiraukan perkataan iblis itu dan terus fokus menyerang, dengan elemen air nya yang dibiaskan menjadi sebuah cahaya
Tubuh guru Sanusi di selimuti cahaya kuning akibat pembiasan elemen air menjadi sebuah cahaya, itu membuat tubuh guru Sanusi lebih cepat dalam pergerakan nya tapi memiliki batas waktu dalam penggunaan nya
"Kita serang bersamaan" guru Sanusi mulai memberi instruksi menyerang
"Elemen tanah guncangan tanah"
__ADS_1
"Elemen air kuncian air"
"Elemen udara pusaran angin"
Arda , Yulia dan Indri bersama-sama menyerang
Tanah mulai berguncang dan retakan tanah mulai terlihat di ikuti dengan air yang keluar dari sela sela retakan membentuk seperti akar yang bergerak cepat mengarah pada sosok iblis dan terlihat di atas langit sebuah pusaran angin perlahan turun dan mengurung sosok iblis
Iblis yang melihat semua itu mulai merapal mantra dan asap hitam mengililingi tubuhnya, disertai petir yang mulai terdengar di atas langit
Perlahan tubuh iblis tertutup kabut asap hitam dan petir mulai menyambar di sekitarnya
Indri tak menyangka elemen udara yang dia keluarkan akan menjadi senjata yang akan menyerangnya sendiri
Yulia dan Arda mengarahkan serangan bersamaan ke arah iblis itu seketika iblis itu melempar kan pusaran angin berwarna hitam miliknya
Tanah, air , petir dan udara ber benturan satu sama lain membuat energi yang sangat kuat beradu di angkasa
Ledakan besar pun terjadi, dimana tanah dan air mulai jatuh dari atas langit di iringi Sambaran petir yang mulai mereda dan angin yang berhembus kencang
Menandakan ke empat elemen itu telah melebur menjadi bagiannya masing-masing
__ADS_1
"Gerbang satu penghakiman neraka"
"Elemen air"
Yuba memejamkan matanya dan berbicara pada dirinya sendiri "pinjamkan aku sedikit kekuatan mu" dan saat dia membuka mata
Pedang hitam pekat di selimuti air yang membeku seperti es di tangan kirinya, tak cukup sampai di situ mata yang memerah dan tanduk kecil di atas kepalanya beserta aura iblis yang kental dalam setiap detiknya
Yuba berubah menjadi manusia setengah iblis walau pun belum bentuk seutuhnya tapi aura manusia seakan hilang dari dalam tubuhnya
Yuba melesat baikan petir, persekian detik tubuhnya sudah berada di depan sosok iblis yang masih tak percaya dengan apa yang ia lihat
Satu tebasan mengarah pada tubuh iblis itu walau sempat ditahan oleh pedang milik sang iblis tapi kekuatan mereka terlihat jauh berbeda
Pedang iblis itu patah dan pedang yuba merobek isi perut iblis itu
Jeritan keras iblis terdengar setelah nya menyisakan luka parah oleh serangan yuba
Melihat iblis yang sudah sekarat Arda tak menyia-nyiakan kesempatan "penjara kematian" seperti biasa kurungan besar berbentuk persegi berwarna hitam layaknya penjara muncul dari atas langit dan mengurung sosok iblis yang sudah tak berdaya dan menghancurkan nya menjadi ber keping keping
"Berhasil" guman guru Sanusi dalam batinnya
__ADS_1