
Terdengar obrolan penjaga penjara neraka yang mengatakan bahwa beberapa hari yang lalu ada pengusup yang masuk ke istana neraka, Meraka adalah bangsa manusia
Afni yang mendengar obrolan itu semakin yakin bahwa energi yang baru saja dia rasakan adalah energi dari ayahnya sendiri dan dia mulai menangis melihat perjuangan ayahnya untuk sampai ke tempat ini
Dua sosok jatuh dari atas langit setelah energi itu berbenturan dan Yuba melompat tinggi dan menangkap seseorang yang terjatuh dari angkasa, dia adalah guru Sanusi yang kehabisan energi karena menggunakan kekuatan nya yang diambang batas
"Apa kau tidak apa apa guru,,???" Yuba bertanya sambil melihat tubuh guru Sanusi, dengan mata iblis dia melihat energi yang begitu lemah di dalam tubuh guru Sanusi "semoga saja tidak terjadi apa-apa" guman yuba dalam hati
Guru Sanusi hanya terdiam dan tak mampu berkata apa apa
"Indri tolong netralisir seluruh tubuh guru Sanusi dan berikan energi tambahan untuk memulihkan kondisinya" yuba menyuruh Indri karena di sini hanya Indri yang memiliki kemampuan untuk mengobatan karena dia adalah seorang ahli medis di bawah asuhan padepokan Ketua guru Panca
__ADS_1
"Baiklah" jawabnya
Yuba berjalan ke arah sosok iblis yang sudah sekarat karena kekuatan terbesarnya sudah dia gunakan dalam serangan terakhir nya melawan guru Sanusi
"Ternyata orang tua itu hebat juga masih bisa bernafas sejauh ini" iblis itu mulai berbicara sendiri
Yuba yang mendengar ucapannya itu membuat dirinya emosi karena menghina gurunya
Dia berjalan ke arah iblis itu dengan pedang hitam mengkilap di lengan kirinya dan dengan kabut hitam yang memutari seluruh tubuhnya itu adalah aura dari iblis yang ada di dalam tubuh yuba
"Aku mengaku kalah dan aku puas dengan pertarungan ini, seorang manusia mampu bertahan bahkan masih bernafas setelah terkena pukulan terbaik ku" iblis itu berkata dengan suara yang semakin lirih
__ADS_1
"Aku akan mempermudah kematianmu" yuba menancapkan pedang nya di dada iblis itu dan perlahan jiwa iblis itu mulai terserap masuk ke dalam tubuh yuba
"Kak Arda sebaiknya secepatnya kita bawa guru Sanusi pergi dari sini karena pasti para iblis telah mengetahui posisi kita dan pasti akan segera menuju kemari" kata yuba
"Kita cari tempat yang aman untuk memulihkan kondisi nya terlebih dahulu, sebelum kita melanjutkan misi ini" balas Arda
"Apa kita akan terus seperti ini suamiku" kata wanita itu yang sudah mulai lelah duduk bersila terus dan mulai mengatur posisi duduk yang baru
"Ya, karena ketua guru panca dan kedua anak muda itu belum memasuki pintu gerbang itu jadi kita tunggu sampai mereka masuk dulu, baru kita bergerak" jawabnya dengan mengasah pedang yang mulai berkarat karena sudah lama tak terpakai
"Sebaiknya kau buang jauh jauh pedang itu karena sudah tak layak pakai" kata wanita yang dari tadi belum menemukan posisi duduk yang pas
__ADS_1
"Bukan begitu, aku tak pernah membersihkan nya karena aku tak berniat mengingat ingat masa lalu ku, karena aku ingin melihat masa depanku bersamamu" lelaki itu berkata sambil melempar senyum ke arah wanita di depan nya
"Kau ini dari dulu selalu merayu ku" jawab wanita itu