Gerbang Dunia Lain

Gerbang Dunia Lain
rumah


__ADS_3

"Kalau begitu penerus dari padepokan milik guru Sanusi pasti kamu kak Arda" perkataan Indri membuat Arda sedikit kaget dan melihat ke arah Indri


"Kenapa kak Arda terlihat terlihat kaget" kata Indri kembali karena setelah melihat ekspresi Arda yang mengarah padanya


"Maaf karena aku belum berfikir sampai segitu jauh dalam hal ini" balas Arda yang sejak tadi hanya terdiam dengan pertanyaan Indri


"Menurutmu aku harus bagaimana...???" Arda menanyakan pendapat pada indri


"Kenapa kak Arda bertanya padaku...,??? Aku tak bisa memberi solusi karena aku sendiri pasti tak bisa memutuskan jika itu berada di posisiku" balas Indri dengan tersenyum


"Ya sudahlah aku juga belum tau siapa nanti yang akan dipilih guru Sanusi, jadi terlalu cepat jika aku memikirkan itu saat ini" balas Arda dengan menyandarkan kepalanya di atas bangku yang dia duduki


"Apa yang kau lakukan setelah acara ini...???" Arda kembali bertanya setelah beberapa saat mereka terdiam

__ADS_1


"Aku akan ijin untuk pulang kampung untuk beberapa saat, sebelum berangkat ke tempat istana neraka, jika aku selamat dan kembali ke dunia nyata, impianku hanya ingin melihat keluarga ku setelah beberapa tahun aku tidak bertemu mereka" balas Indri dengan santai


Arda hanya terdiam mendengar apa yang dikatakan oleh Indri tak ada satu katapun yang keluar dari bibirnya kembali


"Kenapa kau diam, apa ada yang salah dengan perkataan ku....???" Indri mencoba bertanya alasan Arda terdiam setelah mendengar jawabannya


"Tidak ada hanya saja mungkin hanya aku yang tak pernah memikirkan hal seperti dirimu, dan berkat ucapan mu aku jadi teringat tentang keluarga ku yang telah lama aku tinggal, bahkan saat Yulia pulang menemui orang tua kami, aku tak sekalipun ikut karena sibuk memikirkan tentang cita-cita ku menjadi petarung yang hebat, Membuat ku lupa akan sebuah keluarga" jawab Arda dengan mencoba mencari-cari memory tentang keluarganya


"Sejauh-jauh kita melangkah, pada akhirnya kita akan tetap pulang juga, karena alasan itulah kita memiliki sebuah rumah" balasan dari Indri membuat Arda semakin tertarik dengan nya dan terus menerus mencari cara untuk memandangnya


Setelah beberapa kali memutari halaman yang begitu luas akhirnya mereka melihat sebuah hidangan yang memang mereka cari


Kebetulan disana ada Afni dan Yuba yang sedang menikmati makanan, dari awal mereka datang, yuba tak berhenti sedikitpun mengisi mulutnya dengan makanan, Afni yang menemaninya hanya melihat aneh pada yuba yang seperti orang yang belum makan satu tahun

__ADS_1


Dari belakang Afni dan Yuba, Indri menghentikan langkahnya dan berkata pada arda "apakah aku nanti bisa seperti mereka" perkataan Indri membuat jantung Arda semakin berdebar kencang


"Kak, kenapa kakak diam....???" Kembali Indri menyadarkan lamunan Arda setelah mendengar pertanyaan Indri tadi


"Ma....maaf tadi aku sedikit melamun, memangnya kamu sudah punya kekasih" kata Arda dengan nada yang sedikit lirih


"Untuk saat ini sih belum, tapi aku ingin jika nanti aku menikah, aku berharap suami ku bisa selalu ada menemani setiap hari-hari ku, menjagaku dan selalu melindungi, tidak seperti........" Perkataan indri membuat Arda menunggu beberapa saat untuk mendengar lanjutan dari perkataan nya yang kini seperti sedang melamun entah kemana pikirannya


"Seperti siapa....???" Karena terlalu lama berhenti akhirnya Arda membangunkan lamunan indri


"Seperti ketua guru panca, yang terlalu sibuk dengan urusannya sendiri tanpa memperdulikan apa yang dilakukan istrinya" lanjut Indri dengan nada semakin lirih


Arda hanya terdiam mendengar jawaban dari Indri, karena Indri adalah asisten sekaligus murid langsung dari ketua guru panca, sehingga dia tau apa yang terjadi pada keluarga gurunya, sama seperti halnya Arda dan guru Sanusi

__ADS_1


"Kak Arda kenapa sering terdiam, apa kakak sakit, biar aku periksa...???" Indri mencoba memeriksa Arda dengan mulai mengeluarkan energi penyembuhan tapi dengan segera Arda menggenggam tangan Indri sehingga Indri tak melanjutkan untuk mengeluarkan energinya


"Aku tidak apa-apa, ayo kita makan" kata Arda sambil menggandeng tangan Indri


__ADS_2