
Kembali ke Medan pertempuran guru Sanusi, sosok baru dari Lucifer mampu lebih unggul dalam pertempuran ini bahkan kini sosok naga gabungan kekuatan guru Sanusi dan seekor naga kuwalahan menghadapi setiap serangan dari Lucifer
Sebuah energi besar dari mulut sang naga tercipta kali ini guru Sanusi mencoba menyerang dengan sisa kekuatannya
Sebuah bola energi merah membara, berapi-api melesat ke arah tempat Lucifer berdiri, senyuman masih terlihat di wajah Lucifer seolah memandang rendah serangan yang akan dia terima
Memang bukan sembarangan Lucifer adalah sosok malaikat yang nyata dengan kekuatan yang begitu besar, entah apa yang membuatnya berada di sini masih menjadi pertanyaan semua orang
Dengan kekuatannya, Lucifer membelokkan arah bola energi yang membara dan berapi-api tersebut, membuat dataran yang ada di sebelah kanan nya rata dengan tanah tanpa sedikitpun tersisa apa apa
Semua orang mengira ini adalah batas dari kekuatan naga tersebut, tapi memang kenyataannya seperti itu, sosok naga perlahan diselimuti oleh cahaya dan setelah cahaya itu lenyap sosok manusia terlihat dengan keadaan tak bergerak dan terjatuh dari atas langit
Lucifer yang melihat lawannya yang sudah tak berdaya mesih mencoba menyerangnya, sebuah bola energi tercipta di lengan kanan nya dan di arahkan ke arah tempat guru Sanusi yang terjatuh
Guru Sanusi yang menyadari akan hal itu tak bisa berbuat apa-apa hanya pasrah akan keadaan, walaupun harus mati disini pun mungkin itu lebih baik, karena demi menyelamatkan Putri nya dia rela melakukan apapun
__ADS_1
Sebelum bola energi itu menghantam tubuh guru sanusi, sosok berjubah merah yang hanya diam dari awal kedatangan nya kini sudah berdiri dan menangkap tubuh guru Sanusi dan membelokkan serangan dari Lucifer tersebut
Lucifer hanya terdiam melihat sesosok berjubah merah yang menyelamatkan lawannya dari kematian
"Mengapa selalu ada pengganggu disini" guman kesal Lucifer dalam hatinya
Guru Sanusi mengerti dan paham siapa sosok dibalik Jubah berwarna merah tersebut
"Terima kasih telah menyelamatkan ku" guru Sanusi dengan nada lirih berkata pada sosok berjubah merah tersebut
Di dalam pandangan yuba yang kini telah menjadi sosok iblis, gadis yang kini menjadi lawannya kembali dalam beberapa pekan terakhir masih tetap saja menunjukkan pandangan yang datar
Yuba kembali menyerang, kini dengan mode iblis kecepatan maupun kemampuan bertarung nya bertambah berkali-kali lipat
Tapi masih tetap saja tak mampu membuat lawannya itu terlihat kesulitan, setiap serangan selalu dibalas dengan pertahanan yang sangat kuat dengan kedua sayapnya
__ADS_1
Membuat yuba harus menggunakan sebuah energi besar untuk hanya membuat gadis itu sedikit berkeringat
"Elemen air pusaran air"
Iblis sebenarnya tak memiliki elemen apapun kecuali iblis yang pernah menyerap jiwa manusia yang telah mati dan jiwa itu memiliki elemen di dalamnya maka iblis bisa menggunakan elemen milik jiwa yang diserapnya itu
Tapi kasus dalam diri yuba bukan hanya jiwanya yang diserap, melainkan iblis yang diberikan kekuasaan penuh atas jiwa pemiliknya menjadikan dia bisa menggunakan kekuatan dari pemilik tubuh tersebut
Sebuah genangan air mulai muncul dipermukaan tanah, dan dalam waktu sekejap genangan air itu berkumpul menjadi satu dan membentuk pusaran yang menyerap apapun yang ada di sekitar nya
Karena pertarungan yuba berada di atas ketinggian seratus meter dari tanah, yuba kembali merapal sebuah mantra
"Gerbang satu pemaafan surga"
Sebuah trisula yang biasanya berwarna putih, kini warna merah melapisi setiap trisula yang muncul dari atas langit
__ADS_1