Gerbang Dunia Lain

Gerbang Dunia Lain
angin sepoi-sepoi


__ADS_3

"Elemen api"


"Elemen angin"


"Mode gabungan elemen api besar"


Guru Sanusi mengarah kan api itu ke arah sosok iblis "kibasan angin" api yang mengarah bertambah besar karena terpaan angin yang di hasilkan dari elemen angin guru Sanusi


Iblis itu merapal mantra dan sebuah dinding menghalangi tubuh nya dari hantaman api yang begitu besar


Mengetahui bahwa iblis itu membuat sebuah dinding untuk melindungi tubuhnya guru Sanusi melempar kan peledak ke arah dinding dan mulai merapal mantra


"Tidak mungkin" iblis yang mengetahui ada sebuah peledak di dalam pusaran api yang menyerangnya mencoba menghidar mundur ke belakang


Tapi belum sempat menghindar ledakan menghancurnya dinding pelindung, membuat api itu melesat mulus menghantam tubuh iblis itu hingga membakar sebagian dari tubuhnya


"Sial" guman nya melihat sebagian tubuh yang tak lagi utuh


"Terima ini pak tua" iblis mulai merapal mantra sebuah energi besar terkumpul membentuk sebuah balok besar hitam seketika di arahkan tepat ke arah guru Sanusi

__ADS_1


Semua yang melihat energi dari sosok iblis mulai menghawatirkan keadaan guru Sanusi


Terlihat guru Sanusi mulai merapal mantra sebuah cahaya mengelimuti seluruh tubuhnya


Serangan iblis menghantam tubuh guru Sanusi seketika terasa benturan energi dan terlihat asap di sertai cahaya yang terang terpancar


"apa Itu belum cukup pak tua" iblis mulai tertawa seolah dia sudah menang


Memang dalam penglihatan mata iblis yuba seorang lelaki terlihat kurang begitu baik di balik kepulan asap, tapi aliran energinya masih terlihat normal


Setelah asap mulai hilang terbawa hembusan angin yang sepoi-sepoi membuat mata sulit untuk terbuka, lelaki separuh abad terlihat dengan pakaian yang compang-camping


Sepertinya guru harus pergi ke pasar untuk membeli pakaian, karena tak baik bertarung dengan resleting yang Terbuka


Yulia dan Indri seketika menutup matanya karena belum terbiasa melihat pemandangan seperti itu


Yuba tersenyum melihat keduanya menutup mata dan mengintip dari sela sela jari nya


Iblis itu tak menyangka musuh nya masih berdiri tegak walau sudah hampir telanjang tapi energi nya masih terlihat normal

__ADS_1


Sekarang giliran ku "elemen api pedang api abadi" ketua guru Sanusi melesat dengan pedang di kedua tangan nya


Iblis pun tak mau kalah, dia menggunakan dua pedang besar untuk menangkis dan melawan balik guru Sanusi


Pertarungan keduanya terjadi begitu lama hingga tenaga mereka pun semakin terkuras habis


Guru Sanusi merapal mantra seekor naga besar dengan di selimuti api keluar dari dalam sebuah simbol lingkaran


Iblis pun mengubah wujudnya menjadi sosok Monster sebesar naga yang di ciptakan guru Sanusi


"Majulah"


"Matilah"


Keduanya saling berhadapan naga merah beradu dengan monster iblis membuat tanah di sekitarnya beterbangan dan guncangan yang sangat dahsyat


Asap membumbung tinggi, bisa di lihat hampir dari seluruh area istana neraka sebuah pertempuran dahsyat terjadi


Semua yang merasakan energi luar biasa itu penasaran dan ingin tau siapa yang saat ini melakukan pertarungan

__ADS_1


"Sepertinya itu tempat dimana penyusup itu berada, kita segera kesana untuk memastikan apa mereka sudah mati ataupun belum" kata salah satu ketua iblis karena dia merasakan ketua iblis satan telah menggunakan kekuatan sepenuhnya untuk pertarungan ini


Afni yang juga merasakan energi yang begitu hebat membuat nya terbangun dari tempat asal dia duduk, "aku sepertinya mengenal energi ini,,,??" Afni mulai mengingat ingat kembali siap pemilik energi itu


__ADS_2