
Guru Sanusi berfikir siapa yang sedang melakukan pertarungan di sebelah, walau jarak begitu jauh, tapi kepulan asap yang membumbung tinggi dapat dilihat seseorang sedang melakukan pertarungan
"Kami yakin dengan kemampuan kami jadi bersiaplah untuk dirimu sendiri!!!!!" Ketua guru panca berkata dengan nada jelas
"Semangat yang tinggi akan sangat sakit jika itu hanya menjadi angan-angan" senyum menyindir terlihat di wajah iblis itu
Iblis itu sekejap menghilang dari pandangan ketua guru panca, guru panca yang melihat nya tak lagi berdiri di hadapan nya mulai melirik kearah kanan dan kiri mencoba merasakan kehadiran nya
"Diatas sini" iblis itu berteriak sambil mengarahkan pedang nya ke arah tubuh guru panca
"Mati kau" pedang besar milik iblis di tahan dengan pedang milik ketua guru panca
Iblis mulai menunjukkan naluri membunuh nya, perbedaan kekuatan terlihat setelah pedang dari guru panca patah
Kepulan asap mulai hilang dan tanah yang menggunung tinggi terlihat mulai mencair bagaikan bongkahan es, lelaki bertubuh kekar tampak kurang sehat Dengan begitu banyak memar di tubuhnya
__ADS_1
Dia adalah yuba, yang masih beruntung bisa lolos dari serangan maha dahsyat itu
Kini tumbuh nya hampir remuk dan tak mampu berdiri dengan benar
"Kau masih memiliki tenaga untuk melawan sepertinya" iblis itu masih sempat melontarkan pujian pada yuba yang mencoba bertahan dengan pertahanan mutlak
"Sepertinya kau kewalahan" sosok dalam diri yuba mulai nampak di dalam alam bawah sadar
"Aku bisa membantu mu" senyum tipis terlihat di wajahnya yang menunjukkan maksud tertentu
"Aku hanya ingin menyerap makhluk yang ada di depan mu, aku sedikit tertarik dengan kekuatan nya" bagaimana,,,,??? Kembali sosok itu mengatakan maksud dibalik kebaikan nya
"Lakukan saja, tubuhku sudah tak mampu menopang langkah ku" jawab yuba dengan nada tak berdaya
Senyuman terlihat dari sosok kegelapan dalam tubuh yuba sebelum akhirnya yuba menutup matanya
__ADS_1
"Aku akan mempercepat Kematian mu anak muda" iblis mengeluarkan energi bola cahaya di tangan kirinya dan berniat menghantamkan ke arah manusia yang sudah tak mampu lagi untuk bertahan
Seketika serangan itu dilakukan seketika itu pula tubuh yuba berubah menjadi sosok yang tak pernah terpikirkan oleh siapapun sebelumnya
Iblis itu tak percaya serangannya kembali di tahan bahkan di serap masuk ke dalam pedang hitam milik manusia yang tadinya tak mampu lagi menopang setiap langkahnya, kini berubah menjadi sosok yang sangat familiar di kalangan mereka
Sorot mata dan aura kini berubah menjadi seorang iblis yang siap untuk bertempur, dengan pedang hitam di lengan kirinya dan tanduk yang sedikit lebih besar dari biasanya serta kabut hitam mengelimuti seluruh tubuhnya
Pedang yang tak lagi bisa ditahan kini mulai menyanyat tubuh ketua guru panca, lengan nya yang tak berhasil menghindar dari tebasan iblis itu mulai mengeluarkan darah yang begitu deras
Ketua guru panca sedikit mundur kebelakang beberapa meter setelah mendapatkan luka yang cukup serius dia mengambil sesuatu dari balik sakunya
Sebuah serum berbentuk cairan di suntikan untuk mengobati luka tersebut, tak butuh lama darah tak terlihat lagi mengalir di lengan nya
Iblis yang sebelumnya terlihat senang dengan serangan yang berhasil menembus pertahanan lawan nya kini mulai ragu untuk melakukan serangan yang sama
__ADS_1