Gerbang Dunia Lain

Gerbang Dunia Lain
sebuah pilihan


__ADS_3

Afni yang melihat kedangan Arda dan Indri sedikit gembira setidaknya ada teman yang bisa dia ajak ngobrol, karena sejak awal kedangan mereka, dia hanya duduk menunggu yuba yang tak selesai-selesai memakan makanan yang ada di meja


"Kakak selamat" tangan Indri mengarah ke depan seperti orang yang ingin mengajak kenalan tapi kali ini seperti nya dia ingin memberikan selamat tapi untuk apa Afni juga masih bingung


Afni menjabat tangan indri dan tersenyum kecil dan kemudian berkata "maaf,,selamat untuk apa ya....???" Dengan nada lirik Afni bertanya


Indri menatap ke arah Arda dan kemudian kembali menatap Afni dan serta menatap yuba yang sedang asyik menikmati makanan


"Kakak kan akan menikah akhir bulan ini" perkataan indri membuat Afni membuka lebar-lebar matanya dan kembali bertanya


"Siapa yang mengatakan itu...???" Afni bertanya dengan nada sedikit lirih sambil melihat ke kanan dan ke kiri seperti orang yang tak tau apa-apa


"Bukankah guru Sanusi tadi yang mengumumkan sendri di atas mimbar....???" Jawab Afni dengan nada lirih disertai perasaan bingung

__ADS_1


"Maaf aku sejak awal datang di acara ini hanya melayani yuba makan disini jadi aku tidak tau kalau ayahku naik ke atas mimbar dan mengatakan itu" balas Afni dengan malu-malu sambil menatap yuba yang seolah tak perduli dengan obrolan dua wanita di sampingnya


....................


Padepokan guru Sanusi


Semua murid sedang berlatih dengan giat dan tekun, mencermati semua materi yang diberikan oleh senior mereka


Teknik pertarungan dan teknik pertahanan menjadi materi mereka hari ini, mulai dari murid tingkat satu sampai tingkat lima semua sedang berada di tempatnya masing-masing untuk bisa mengikuti pelajaran


Sampai dia tak sadar jika pintu dalam ruangan nya terbuka dan sesosok lelaki setengah abad duduk di kursi depan nya


Lelaki itu terbatuk dua kali untuk menyadarkan kembali semua ingatan-ingatan yang terbang entah kemana

__ADS_1


Mendengar suara khas dari orang yang dia kenal membuat lamunannya kembali dalam kesadarannya, dan segera memasang senyum manis untuk menyapa lelaki di depannya


"Selamat pagi guru...???" Senyum mengembang sesaat sapaan dilontarkan dengan penuh rasa malu


"Apa yang kau pikirkan, aku belum pernah melihatmu seperti ini....???" Lelaki itu mencoba bertanya tentang alasan orang di depannya melamun


"Maaf guru, aku sedang memikirkan keluarga ku dirumah, sudah lama sekali aku tidak pernah pulang, aku sepertinya rindu pada mereka" balas nya dengan sopan


"Keluarga adalah segalanya, tempat kita akan kembali suatu saat nanti entah itu cepat ataupun lambat" tanggapan guru Sanusi membuat Arda sedikit membuka matanya dan menyadari memang sudah lama dia meninggalkan keluarganya


"Tapi sebelum kau pulang, aku ingin menyampaikan satu hal penting, aku akan mengangkat mu sebagai pengganti posisiku sebagai ketua dalam padepokan ini, aku tunggu jawaban mu satu hari sebelum pernikahan putriku, tolong dipikirkan dengan matang" kembali guru Sanusi mengatakan sesuatu yang membuat Arda semakin membuka matanya lebar-lebar karena baginya ini adalah pilihan yang sulit


Mimpinya sebagai seorang petarung hebat sudah ada di depan kedua matanya, di satu sisi lain hatinya telah menemukan orang yang bisa membuat nya menemukan arti kehidupan

__ADS_1


...............


__ADS_2