
TIBA-TIBA
"Ayah tolong....." Suara itu dari arah Afni berada
"Ternyata inti serangan yang sebenarnya adalah ini, yang barusan hanya pancingan saja agar semua terkonsentrasi menyerang dan melupakan pertahanan"
Ungkap panca sambil mengacungkan pedang ke arah wanita itu
"Jangan gegabah panca" pinta Sanusi
"Kalian terlalu bodoh, kau kira serangan tadi adalah tujuan utama ku ke sini" wanita itu tersenyum sombong
"Apa yang kau inginkan dari kami" tanya Sanusi
"Tak ada yang aku inginkan"
"Bila kau ingin menyelamatkan gadis ini datang lah ke neraka"
Munculah simbol lingkaran di bawah kaki wanita itu dan perlahan lahan tubuh Afni dan wanita itu masuk ke ruang dimensi lain
Semua guru ketua tak mampu berbuat banyak karena wanita itu menyilangkan pedang di leher Afni yang ada di dekapan nya
__ADS_1
Yuba yang melihat kejadian itu tak mampu berbuat banyak karena kini menopang tubuhnya saja sudah tidak mampu apa lagi berlari menyelamatkan Afni
"Akhirnya perang ini tak sampai berlarut-larut" ungkap Sanusi dengan nafas panjang
Tak ada yang berani menanyakan kepada guru Sanusi karena kejadian yang baru saja terjadi pasti menjadi pukulan telak baginya
Bagaimana tidak anak gadis satu-satunya harus dijadikan tumbal untuk menyudahi pertempuran kali ini
..................
Tak terasa dua hari sudah berlalu dari pertempuran itu,
"Hei dasar bocah malazz..... Bangun lah,,bangunlah,,,,,,,,bangunlahhhh,,,,,,,,,,,,,,," seseorang berbicara di dalam tubuh yuba dengan nada semakin keras
"Syukurlah kau bangun" gadis cantik itu bahagia orang yang sudah di tunggu nya tersadar dari tidurnya
"Apa yang terjadi Yulia,,???" Tanya yuba pelan
"Kau baru tersadar setelah tertidur selama dua hari" jawabnya
Setelah itu yuba mulai bangkit dari tidur ranjangnya dan mengarah ke jendela untuk melihat keadaan sekitar
__ADS_1
Di lain tempat guru Sanusi masih tak sanggup untuk hanya sebatas keluar rumah, dia masih mengurung dirinya di dalam kamar Afni dan mengenang semua tentang anak nya
Sedangkan suasana di padepokan masih sepi karena para murid malas keluar kamar asrama untuk belajar karena guru Sanusi masih belum mengajar
Arda yang bingung harus bagaimana menghadapi semua ini, di satu sisi dia memikirkan keadaan guru Sanusi di hatinya yang lain dia khawatir juga akan keadaan afni, semua itu berputar putar di kepala Arda hingga dia tak tau lagi bagaimana harus mengurus padepokan
Jauh dari dunia nyata Afni di bawa masuk ke gerbang neraka di sana dia melihat apa yang di sebut neraka dengan mata kepalanya sendiri
"Lepaskan aku , apa sebenarnya tujuan kalian,,???" Tanya Afni
"Aku ingin bernostalgia dengan seseorang dari dunia kalian" jawab raja iblis dengan senyuman, karena hanya menunggu sebentar lagi dia akan bertemu orang itu
"Bawa dia ke puncak kastil agar mereka dengan mudah menemukan jalannya ke sini" raja iblis itu memerintah bawahan nya
"Siap 86"
Hari telah berlanjut yuba kini telah pulih seratus persen tubuhnya kini semakin kuat karena pembukaan gerbang empat mata batin, kini kekuatan nya bisa di gunakan secara penuh meskipun semua tergantung wadah dari masing-masing petarung, semakin kuat dan besar wadah nya semakin kuat dan besar pula kekuatan nya
Di sebuah rumah kecil di pinggiran kota seorang lelaki berbicara dengan seorang wanita yang tak lagi muda
"Apa kau merasakan apa yang ku rasa....???" Tanya lelaki itu
__ADS_1
"Aku juga merasakan firasat yang sama denganmu" jawabnya sambil menatap lelaki itu