Gerbang Dunia Lain

Gerbang Dunia Lain
bertemu nya kedua guru


__ADS_3

Dengan kekuatan dan status yang dimiliki ketua guru dirman kekuatan mereka berlima bukan lah masalah sulit karena sebagian dari mereka sudah terlihat terluka


Aku akan mengakhiri pertarungan ini, sebuah pedang besar keluar dari lengan ketua guru dirman, itu bukan pedang biasa karena itu merupakan pedang dari gabungan elemen api dan tanah menjadi sebuah magma yang membeku seperti sebuah pedang


Berwarna hitam kemerah-merahan, sudah siap dihantamkan ke arah lima orang yang menjadi lawan nya


Saat pedang menghantam kelima orang yang sudah sulit untuk melawan, mereka lenyap tak tau entah kemana, sisa sisa energi dari mereka pun ikut lenyap bersama asap yang perlahan mulai memudar


..............


Saat semua sudah pulih dan siap untuk melanjutkan perjalanan terlihat dari kejauhan sosok dengan wajah tak asing melambaikan tangan ke arah rombongan guru Sanusi


Dia adalah ketua guru panca yang terlihat berlari ke arah rombongan guru Sanusi


"Akhirnya aku menemukan kalian" ketua guru panca berbicara dengan nafas terengah-engah

__ADS_1


"Syukurlah kau baik-baik saja, apa kau melihat dua orang dari padepokan Raji " guru Sanusi bertanya karena tak melihat mereka berdua sejauh ini


"Memang tadinya aku bersama dengan mereka, tapi setelah pertarungan tadi aku tak melihatnya lagi" menjawab sambil meminum air yang dia ambil di dalam ransel nya


"Tujuan kita masih sangat panjang ataupun tidak kita tak tau, tapi kita harus bisa masuk ke dalam istana lebih dalam lagi" guru Sanusi mulai membicarakan tentang keadaan saat ini


"Kita jalan terus, pasti nanti akan ada jalan yang mengantar kita menuju tujuan kita" perkataan Ketua guru panca membuat semua rombongan yakin atas apa tujuan mereka


Setelah lama berjalan mereka memutuskan untuk beristirahat sambil memulihkan semua luka dan mempersiapkan kekuatan


Terlihat ketua guru panca dan guru Sanusi sedang bermeditasi untuk memulihkan tenaganya dan kondisi tubuhnya yang terluka


Yuba sendiri terdiam dan mencoba berbicara melalui telepati dengan sosok kegelapan yang mendiami tubuh nya


"Ada apa kau kesini..???" Suara dari dalam kegelapan mulai terdengar

__ADS_1


"Aku hanya ingin bertemu, apa seperti itu caramu menyambut...??" Yuba menanggapi perkataan suara yang belum jelas sosoknya


"Ada apa..???" Kembali suara terdengar didalam kegelapan kali ini dengan nada yang sedikit rendah


"Di depan pasti akan lebih banyak iblis yang sangat kuat, aku tak tau apa aku sanggup menghadapi nya, melihat pertarungan terakhirku yang terpaksa harus mendapatkan bantuan mu untuk bisa menang, itu cukup membuat ku sadar bahwa aku bisa mati kapan saja" perkataan yuba di balas dengan senyuman di balik kegelapan


"Bilang saja kalau kau ingin memakai kekuatan ku" jawab nya setelah senyuman itu tak terdengar lagi


"Aku akui memang itu maksud ku" jawab yuba dengan hati yang penuh gundah


"Setelah pertarungan kemarin, kekuatan dalam diriku sudah mendekati sempurna tapi semua itu belum mampu membuka penuh kekuatan ku, ada segel yang mengunci dan menghambat keluarnya kekuatan ku" kembali sosok dalam kegelapan itu berkata


Perlahan mata yuba terbuka dan menarik nafas panjang sebelum akhirnya menghembuskan pelan pelan


Guru Sanusi dan guru panca juga sudah kembali bangkit dari tempat meditasi nya

__ADS_1


"Bagaimana guru..??" Arda yang berdiri di sebelah guru Sanusi bermaksud menanyakan langkah selanjutnya


Setelah melihat semua rombongan, yang sudah bersiap untuk melanjutkan kembali misi yang tertunda, guru Sanusi mulai berjalan menyusuri jalan yang ada di depannya


__ADS_2