
Di belakang yuba bertarung Arda di bantu oleh indri dan Yulia duduk, untuk mendapatkan perawatan karena tusukan yang dia dapat tadi sangat dalam, membuat darah yang keluar tak mau berhenti
"Tahan kak Arda" Indri mulai memberikan energi penyembuhan seperti apa yang di lakukan nya pada guru Sanusi
Di tempat pertempuran guru sanusi, Lucifer masih mencoba menahan setiap serangan dari guru Sanusi yang menyatu dengan makhluk naga yang menjadi kekuatan terakhirnya
"Jangan kau kira itu sudah cukup, untuk bisa mengalahkan ku" perkataan Lucifer di buktikan dengan perubahan wujudnya kembali menjadi sosok dengan mahkota dan pedang yang lebih bercahaya putih Bahakan semuanya yang sebelumnya berlapis cahaya emas kini semua menjadi putih
Kekuatan nya membuat ledakan energi yang cukup besar sampai mereka semua yang ada di sekitar tempat tersebut merasakan gemetar
Dari balik reruntuhan seorang sosok manusia mulai bangkit dan menata kembali langkahnya, dia adalah ketua guru panca
Darah keluar dari setiap bekas luka yang masih terlihat jelas di tubuhnya tapi itu semua tak membuat ketua guru panca menyerah
__ADS_1
Dia membuat segel seperti yang dilakukan guru Sanusi karena kini keadaan sudah tak lagi bisa di kondisikan, antara hidup dan mati adalah pilihan saat ini
Sosok ular keluar dari dalam tanah tempat dia berdiri dan kemudian ketua guru panca di telan masuk ke dalam perut ular tersebut
Itu adalah cara untuk bergabung dengan makhluk lain menjadi satu bagian, dengan mengorbankan dirinya sendiri
walau tak semua manusia yang bergabung menjadi satu dengan makhluk lain itu akan berakhir dengan kematian
asal makhluk gabungan dirinya itu tidak hancur atau pun mati, maka tubuh pemanggil masih bisa kembali seperti wujud semula
Arda dan Yulia terkejut sekaligus senang dengan apa yang mereka lihat, karena memang ini tujuan mereka, tapi Indri yang tak mengenal Afni terlihat biasa saja karena memang tak tau kalau yang datang adalah Afni
Afni langsung berlari ke arah Arda dan Yulia berada, dan mencoba melihat apa yang sedang terjadi karena selama ini dia tak tau apa-apa selama berada didalam penjara
__ADS_1
"Apa yang terjadi...????" Afni menanyakan pada Yulia
"Kami semua yang ada di sini mencoba menyelamatkan dirimu kak" Yulia mencoba menjelaskan apa yang mereka lakukan disini
"Terus ayahku dimana.....???" Kembali pertanyaan mengarah pada Yulia
"Guru Sanusi sedang bertarung dengan sosok makhluk bersayap" balas Yulia kembali
Sejenak afni terdiam dan terlihat air mata mulai menetes di pipinya, karena melihat ayahnya yang berjuang sampai sejauh ini, membuatnya merasa menjadi beban saja untuk ayahnya
Walaupun mencoba untuk tetap tegar tapi kesedihan didalam hatinya sulit untuk di sembunyikan, Yulia yang paham akan keadaan itu mencoba memberi semangat agar Afni tetap tegar dengan keadaan ini
Kembali Afni bertanya pada Yulia "dimana sekarang ayahku.....???"
__ADS_1
"Itu disana" tangan Yulia menunjuk ke arah sebelah kanan pundak Afni berdiri tepat sebuah naga yang sedang bertarung dengan sosok putih yang memiliki sayap di kedua pundaknya
"Ayah" tatapan Afni kosong tak tau apa yang harus dia lakukan, karena dia tak tau apa yang terjadi jika sampai ayahnya terluka atau bahkan terbunuh dalam pertarungan ini