Gerbang Dunia Lain

Gerbang Dunia Lain
makan gratis


__ADS_3

Di sudut ruangan terlihat Arda seperti sedang mencari seseorang karena dia terlihat mondar mandir dan memasang kedua matanya lebar-lebar


Tapi memang nasib baik memihak pada Arda, seorang gadis berkacamata sedang duduk sendirian menikmati acara pertunjukan beladiri yang sedang berlangsung


"Hei, sendirian aja..??" Sapa Arda pada gadis tersebut yang tak lain adalah Indri


"Kak Arda" balas Indri dengan tersenyum kepadanya


"Sendirian saja, dimana teman mu...??" Kembali Arda bertanya untuk mencairkan suasana


"Aku datang bersama ketua guru panca, tapi aku tak mau duduk di kursi kehormatan karena aku lebih suka duduk disini" jawab Indri dengan masih melihat ke arah pertunjukan beladiri


"Kak Arda sendiri datang bersama siapa....???" Kini giliran Indri yang menanyakan tentang Arda


"Aku tadi bersama Yulia tapi dia sedang mengobrol dengan temannya, kebetulan aku lihat kamu sendirian disini aku lebih baik disini bersamamu" jawab Arda dengan membayangkan apa yang sebenarnya terjadi karena sesungguhnya Arda sengaja meninggalkan Yulia saat melihat Indri

__ADS_1


Yuba dan Afni tidak memilih duduk bersama ayahnya di kursi kehormatan karena yuba tak enak jika harus duduk di sana


"Kenapa kau tak menerima ajakan ayahku....???" Afni menanyakan alasan yuba menolak di ajak duduk di kursi kehormatan


"Kau tahu apa tujuan ku ke sini....???" Balas yuba dengan tersenyum


"Memang apa yang kau inginkan disini" Afni penasaran dengan sikap yuba yang mulai awal datang ke acara ini terlihat selalu tersenyum


"Aku ke sini hanya ingin makan gratis sepuasnya" yuba menjelaskan maksud dan tujuannya sambil mengambil satu demi satu makanan yang ada di depannya


Yulia yang sedang sibuk mencari kakaknya diantara puluhan orang tak bisa dengan mudah menemukan nya, dia malah melihat yuba dan Afni yang memakai pakaian sepasang saat datang ke acara ini, itu membuat harapannya untuk bersanding dengan yuba musnah


Dia lantas meninggalkan tempat acara tersebut dengan hati yang penuh dengan duka


Acara peresmian ketua guru Raji menjadi ketua dalam organisasi pedepokan yang ada di negara ini telah usai, bahkan dia juga sudah selesai menyatakan kata sambutannya

__ADS_1


Tapi sebuah tangan kanan seorang lelaki di kursi undangan kehormatan terangkat, seperti akan menyampaikan sesuatu hal, karena kini dia mulai beranjak dari tempat duduknya dan menuju mimbar yang di gunakan ketua guru Raji untuk memberikan sambutan


Kemudian dia naik ke atas mimbar dan mulai berkata "maaf sebelumnya aku hanya ingin menyampaikan beberapa hal, yang pertama aku akan menikahkan putri tercintaku akhir bulan ini, aku harap kalian semua bisa hadir dalam acara pernikahan putriku" sahutan tepuk tangan dan ucapan selamat terdengar dari semua undangan yang hadir


"Dan yang kedua" semua tamu undangan yang tadinya terlihat memberikan selamat perlahan mulai serius kembali mendengar pernyataan yang akan diumumkan oleh mantan ketua organisasi padepokan


"Dengan tidak mengurangi rasa hormatku pada semua ketua guru padepokan, aku mengumumkan bahwa aku akan mundur dari jabatan ku sebagai ketua guru di dalam padepokan ku, dan untuk pengganti posisiku saat ini, aku akan mengumumkan disaat acara pesta pernikahan putriku nanti, terima kasih" semua orang menjadi terdiam mendengar pernyataan guru Sanusi


Sesaat setelah ketua guru Sanusi mengumumkan pengunduran dirinya, Indri terlihat serius mengobrol dengan Arda


"Apa kau tau tentang hal ini...???" Indri mulai penasaran dengan apa yang barusan di umumkan guru Sanusi dan mencoba mencari jawaban pada Arda


"Aku sama sekali tidak tau, bahkan guru Sanusi tidak mengatakan apa-apa saat aku bertemu dengannya tadi" balas Arda karena dia sendiri tak tau apa-apa


"Kalau begitu penerus dari padepokan milik guru Sanusi pasti kamu kak Arda" perkataan Indri membuat Arda sedikit kaget dan melihat ke arah Indri

__ADS_1


__ADS_2