
"Sepertinya kita terlambat" salah satu dari mereka menanyakan
"Belum, dia masih hidup" sosok di samping nya menjawab
"Oh ya sepertinya kita memang belum terlambat" sambil menatap yuba yang sedang terbaring dengan mata iblis
ASMODEUS menatap geram melihat tingkah laku kedua sosok yang baru saja datang tanpa diundang berbicara sendiri tanpa memperdulikan iblis di depannya
"Siapa kalian, jangan menggangu urusanku" ASMODEUS berkata pada pada sosok yang masih belum tau darimana asalnya
Sekejap mata sosok berjubah melesat ke arah ASMODEUS yang masih terdiam
Satu serangan berhasil di redam dengan pedang milik ASMODEUS
Sosok berjubah dengan aura yang sangat kuat terus menghantamkan pedang nya pada sosok ASMODEUS yang hanya bisa bertahan
"Siapa kau sebenarnya" ASMODEUS kembali bertanya karena aura ini sangat kental dengan sebuah nama legendaris yang berpuluh tahun lalu menghilang
"Kau tak perlu tau" jawabnya dengan singkat
__ADS_1
ASMODEUS mencoba mengingat-ingat aura sosok berjubah yang ada di depannya dan satu nama terlintas dipikiran nya pangeran WAYNE
Mata ASMODEUS semakin tajam melihat setiap inci fisik dari musuh yang di hadapi, karena salah salah dia sendiri yang akan menjadi korban
Sosok misterius kini merapal mantra dan sebuah rantai keluar dari dalam tanah dan mulai mengarah pada ASMODEUS
Melihat keadaan yang tak baik ASMODEUS mencoba menghindar dan berfikir untuk meninggalkan area pertempuran
Tak akan aku biarkan " rantai neraka" sebuah rantai besar keluar dari dalam tanah dan mengikat seluruh tubuh ASMODEUS
"kalau mungkin pangeran WAYNE, dan pasti sosok berjubah yang masih berdiri tenang itu adalah putri TSAFRINA" dalam batinnya iblis itu berkata
"Akhirnya kau menyadarinya" jawaban sosok misterius itu membuat mata ASMODEUS terbuka lebar
"Seharusnya pangeran membunuh pengacau itu, bukan mengikat ku seperti ini" ASMODEUS mulai menanyakan alasan pangeran WAYNE mengikatnya
"Itu dulu, sekarang aku berpihak pada manusia" jawaban itu terdengar jelas di telinga ASMODEUS
"Kalau begitu aku akan menghentikan pangeran" ASMODEUS mulai mengeluarkan energi untuk melepaskan diri dari ikatan rantai neraka
__ADS_1
Di tempat lain khubah air yang menjadi perisai ketua guru panca mulai mencair dan terlihat sosok manusia dengan nafas terengah-engah
Dia adalah ketua guru panca dengan nafas yang terengah-engah, dan posisi sedikit berlutut karena kehabisan energi untuk membuat pelindung agar dia bisa bertahan dari serangan bunuh diri yang dilakukan oleh iblis yang menjadi lawannya
"Ini lebih sulit daripada harus bertarung" gumam nya sambil memandang kondisi tubuhnya
ASMODEUS benar benar ingin melanjutkan niatnya dengan energi yang keluar dari dalam tubuhnya, membuat apik berkobar membakar tubuhnya sendiri dengan maksud bisa melepaskan rantai yang membelenggu nya
Semakin besar energi yang keluar dari dalam tubuhnya, pangeran WAYNE yang melihat ASMODEUS terus mengeluarkan energi merah membara tak sedikitpun merasa ragu dengan kekuatan rantai neraka yang dia ikatkan pada tubuh ASMODEUS
Sosok yang terlihat diam kini mulai merapal mantra "pemaafan surga" sebuah trisula putih muncul satu demi satu di atas langit
ASMODEUS yang melihat munculnya trisula di atas langit tepat di atas kepalanya mulai panik dan mengerang agar sesegera mungkin bebas dari rantai yang mengikatnya
Tapi semua sia sia, apa yang dilakukan ASMODEUS tak sedikitpun membuahkan hasil
Trisula mulai turun satu demi satu, ASMODEUS memandang setiap trisula yang mulai jatuh mengarah padanya
"Pangeran WAYNE" hanya kata terakhir itu yang keluar dari mulut ASMODEUS sambil menatap tajam ke arah pangeran WAYNE
__ADS_1