
Tak berselang lama pintu pun terbuka dan terlihat Eowyn masuk, membuat yuba sedikit kaget karena kakak nya terlihat lebih cantik jika berpakaian seperti ini
Pelukan dari kakaknya menyadarkan yuba bahwa beberapa saat tadi yuba tercengang melihat kecantikan kakaknya, membuatnya jadi salah tingkah
"Kakak darimana...????" Yuba mulai berbicara dengan kakaknya
"Aku sudah beberapa hari ini mengelilingi tempat ini tapi belum ada juga yang membuatku tertarik" balasnya dengan nada sedikit kesal
Yuba hanya tertawa mendengar jawaban kakaknya, dia tak habis pikir karena ini di neraka bukan di dunia nyata yang begitu banyak hal menarik yang bisa dia dapat
"Kakak jika mau melihat hal indah bisa ikut denganku...???" Yuba menanggapi jawaban kakaknya yang membuat kakaknya sedikit terdiam
"Kebetulan aku ingin mengundang kalian semua untuk datang ke acara pernikahan ku dengan anak guru Sanusi" yuba berkata kembali setelah kakaknya terlihat terdiam
Terlihat ibunya mendekat ke arahnya, dan memeluk tubuhnya dan berkata "selamat ya nak" terdengar lirih di telinga yuba
__ADS_1
Yuba hanya tersenyum mendengar perkataan ibunya dan sedikit melirik ke arah kakaknya yang masih terlihat diam
Yuba berjalan ke arah kakaknya dan menggenggam tangannya "apa yang kakak pikirkan" yuba mencoba menanyakan apa yang saat ini menjadi pikiran kakaknya
"Apa mereka masih bisa menerimaku" jawabnya dengan lirih
"Jika ada yang menyentuh kakak di dunia nyata, maka aku yang akan menghajarnya di depan mata kakak" balas yuba sambil tersenyum dan meyakinkan kakaknya
Kakak nya memeluk yuba kembali dengan erat, sentuhan-sentuhan lembut dari kakaknya membuat yuba sedikit hilang ingatan
Di dunia nyata Afni terlihat mondar mandir menuju setiap ruangan yang ada di dalam rumahnya, seolah mencari sesuatu yang tak kunjung ketemu
"Apa yang kamu cari nak....???" Guru Sanusi bertanya pada anaknya yang sepertinya kebingungan mencari sesuatu
"Dia dimana ayah, ini waktunya dia minum obat dan dia kini menghilang" jawab Afni sambil masih mencari keseluruhan ruangan yang ada tapi tetap tak menemukan keberadaan yuba
__ADS_1
"Dia pergi dari tadi pagi, dia hanya bilang ingin bertemu seseorang" jawab guru Sanusi dengan tenang dan mengajak anaknya untuk duduk dengan tenang
Afni terduduk di sebelah ayahnya dengan tatapan tajam penuh emosi "awas kalau sampai ketemu akan aku habisi dia" gumam Afni dengan penuh amarah
Di tempat lain Arda yang sedang pulang ke rumah keluarganya merasakan kebahagiaan yang selama ini belum pernah dia dapatkan, dia terlalu sibuk dengan mimpinya hingga melupakan keluarga nya sendiri
"Aku sudah menunggu saat ini puluhan tahun, setiap adikmu pulang aku sangat berharap kamu juga ikut bersamanya pulang, aku sangat senang melihatmu tumbuh menjadi orang yang kuat" ayahnya berkata sambil menepuk bahu Arda
Arda merasa memang selama ini yang dia lakukan tidak benar, sejauh kita melangkah kita pasti akan pulang juga, itu alasannya kita memiliki rumah
Kata-kata itu kembali terdengar dalam ingatan Arda, sosoknya yang mampu merubah pemikiran Arda itu adalah Indri, gadis dengan kaca mata dan rambut berponi
Tetapi perkataan guru Sanusi kini yang juga harus dia pikirkan, satu keputusan akan merubah semua jalan hidupnya
Di sebuah taman tak jauh dari rumah guru Sanusi terlihat lingkaran dimensi muncul, kali ini letaknya sedikit tersembunyi agar tidak diketahui banyak orang
__ADS_1