Gerbang Dunia Lain

Gerbang Dunia Lain
kebetulan


__ADS_3

Sekejap matanya memandang ke arah anaknya yang sedang sibuk dengan urusan rumah membuatnya kembali mengenang istrinya yang telah tiada


Wajah, sikap dan tingkah laku tak sedikitpun berbeda dari almarhum ibunya, itu yang ada dalam benak dan fikirannya guru Sanusi saat ini


Tersenyum Kecil melihat anaknya yang sedang repot membersihkan rumah, guru Sanusi kembali menghayal jika nanti anaknya sudah menikah entah dia masih bisa melihat anaknya setiap hari atau hanya saat anaknya berkunjung saja


Pasti di saat itu rumah menjadi sepi dan hari-hari akan dilewati dengan rasa rindu, hayalan itu membuat air mata guru Sanusi tiba-tiba menetes dengan sendirinya


Lamunan guru Sanusi tak sengaja di lihat oleh Afni yang kebetulan sedang membersihkan tempat dimana ayahnya yang kini sedang melamun


"Ayah, apa ayah tidak apa-apa...????" Perkataan dari Afni membuyarkan lamunan yang ada di fikirannya guru Sanusi


Dengan nada tergesa-gesa dia berkata "ada apa ya...???" Karena guru Sanusi tak mendengar apa yang diucapkan oleh Afni sehingga dia menjawab pertanyaan Afni dengan sebuah pertanyaan


"Ayah ada apa, sepertinya ayah memikirkan sesuatu...???" Kembali Afni bertanya melihat ayahnya yang tak fokus dengan pertanyaan pertama nya

__ADS_1


"Maafkan ayah, tadi ayah sedikit membayangkan jika kamu sudah menikah nanti dan tak lagi tinggal bersama ayah di rumah ini...????" Jawab ayahnya dengan segala perasaan yang bercampur aduk


"Kenapa ayah berfikir seperti itu, aku dan suamiku akan tinggal bersama ayah di sini agar ayah tidak kesepian, itupun kalau ayah mengijinkan" jawab Afni dengan senyuman dan pelukan pada ayah tercinta nya


"Kau tak perlu meminta ijin ke ayah, selama itu demi kebahagiaan mu ayah akan selalu mendukungmu" jawaban ayahnya membuat mereka berdua larut dalam suasana haru


................


Di dalam kamar sebuah rumah sakit terlihat seorang lelaki dengan kedua tangannya yang terbalut perban bekas operasi, sedang termenung menatap keluar jendela


Satu dua ketukan pintu Membuat lelaki itu berbalik menatap ke arah pintu yang ada di sebelah kanannya


Setelah pintu itu terbuka wajah seorang gadis dengan penuh senyum bahagia tampak tak sabar ingin bertemu dengan seorang yang ada dalam ruangan tersebut, tak lupa juga seorang lelaki berumur setengah abad mengikuti di belakangnya


"Guru" hanya itu kata yang keluar dari bibir yuba, menyapa sosok yang sangat dia hormati

__ADS_1


Afni terlihat tampak cemberut karena kedatangan nya seperti tak di inginkan, karena yuba hanya menyapa ayahnya saja tanpa memperdulikan dirinya


"Bagaimana keadaanmu...???" Guru Sanusi mulai bertanya tentang keadaan yuba setelah menjalani operasi yang dilakukan oleh ketua guru panca


Sebelum yuba menjawab, tiba-tiba sosok lelaki memakai pakaian warna putih khas pakaian yang di pakai oleh dokter, yang ada di sekitar kita masuk ke dalam ruangan yuba


"Maaf aku terlambat" kata itu keluar dari lelaki yang baru saja masuk


"Tidak apa-apa, bagaimana dengan kondisinya" guru Sanusi membalas perkataan lelaki tersebut


"Dari hasil operasi kemarin, kerusakan dari tulang yang ada di kedua lengan yuba sudah bisa di perbaiki dan berkat buku dari lab istana neraka yang aku bawa sebelum kita pergi, itu membuat penyembuhan semakin lebih cepat dari biasanya" jawab dokter tersebut yang tak lain adalah ketua guru panca


"Maksudmu buku besar yang kau bawa saat kembali dari istana neraka itu, kau mengambilnya di sana" guru Sanusi bertanya setelah mendengar penjelasan dari dokter tersebut


Hanya senyum yang terlihat di wajah dokter tersebut sebelum akhirnya satu dua kata yang keluar dari bibirnya "aku hanya kebetulan menemukannya" jawabnya sambil menghayal apa yang sebenarnya terjadi

__ADS_1


__ADS_2