
"Berhasil" guru Sanusi berteriak pada mereka semua
Semua orang hampir tak percaya ternyata serpihan serpihan iblis itu perlahan mulai membentuk jiwa nya kembali
Yuba yang menyadari akan hal itu mulai melesat ke depan
"Gerbang dua pertahanan sekunder penyerapan jiwa"
Jiwa iblis yang akan membentuk jiwa nya kembali tapi kini mulai terhisap masuk ke dalam pedang yuba, membuat yuba gemetar hebat setelah berhasil menghisap jiwa yang sangat kuat
Kesadaran yuba pun perlahan menghilang dan dia pun terjatuh, di dalam ketidak sadaran nya dia kembali bertemu sosok kegelapan yang kini mulai memiliki wujud seperi seorang manusia bukan seperti sebelumnya yang hanya terdengar suaranya saja
"Kau akhirnya mampu membangkitkan ku seutuhnya kini kekuatan ku bertambah berkali lipat" iblis itu mulai berbicara dengan nada yang tampak bahagia
__ADS_1
Yuba hanya terdiam menanggapi perkataan iblis itu dia tak mampu berfikir apa yang akan terjadi di kemudian hari bila dia berubah menjadi seorang iblis sepenuhnya
"Kau tak perlu khawatir semua ke khawatiran mu itu akan membuat mu semakin lemah" yuba terbelalak menyadari iblis itu mampu membaca pikiran nya
"Yang harus kau lakukan adalah mengejar tujuanmu saat ini, itu jauh lebih penting daripada memikirkan hal yang membuat mu terlihat lemah, semakin kau bertambah kuat semakin cepat tujuan mu tercapai"
Iblis itu menyambung pernyataan nya membuat yuba hanya bisa terdiam dan menganggukkan kepalanya pertanda dia mengerti maksud semua perkataan dari sosok kegelapan itu
Yuba berfikir bila nantinya dia berubah menjadi seorang iblis sepenuhnya itu tak akan menjadi masalah, asalkan orang yang dia cintai dan dia sayangi saat ini bisa selamat dari semua kekacauan ini
Perlahan mata yuba terbuka karena merasakan sebuah energi hangat menyelimuti tubuh nya, itu adalah energi yang digunakan Indri untuk menetralkan energi yang berlebihan yang baru saja yuba serap dari sosok iblis tadi
"Kak yuba kau sudah sadar,,??" Yulia menatap yuba dengan senyuman yang sangat indah
__ADS_1
Yuba bangkit secara perlahan tubuhnya mulai merasa lebih baik dari sebelumnya
"Terima kasih Indri dan semuanya yang sudah meluangkan waktu untuk membaca karya pertama author ini, maaf kalau ada salah kata ataupun belepotan dalam menyusun setiap paragraf, semoga bisa menghibur kalian semua di waktu senggang" yuba menatap Indri tanpa memperdulikan yulia yang ada di sampingnya
Yulia yang merasa di cuekin mengerutkan alisnya ke atas dan bibirnya mancung ke depan
"Yulia kenapa kau,,, apa kau baik-baik saja,,,???" Yuba menatap Yulia membuat wajahnya yang tadinya di tekuk kini mulai melingkar kan senyum di wajahnya yang manis
Di tempat pak Mustofa dan ibu heni mereka berdua seolah hanya menunggu tanpa melakukan apa-apa, di lihat dari ibu Heni yang menuangkan kopi ke dalam cangkir yang dia bawa di dalam ranselnya dan tak lupa beberapa cemilan bahkan makanan cepat saji membuat author geleng-geleng kepala melihat tingkah laku keduanya yang merasa sangat menikmati liburan kali ini
"Sepertinya mereka berhasil mengalahkan leviatan ketua pemimpin penjaga gerbang neraka" ibu Heni mulai berbicara pada suaminya
"Tapi itu baru awal dari peperangan ini dan tak tau kapan ini akan berakhir" jawabnya sambil memikirkan apa yang akan terjadi selanjutnya
__ADS_1
....................