
Iblis yang siap dengan kekuatan penuh dan Yuba yang siap dengan mode bertahan
"Tekat saja tidak cukup manusia untuk membuat kalian memang dalam pertarungan ini" iblis itu berkata sebelum akhirnya melemparkan energi yang jauh lebih besar dari serangan sebelum nya
Yuba yang dalam mode iblis kini mulai menahan serangan yang sedang mengarah padanya, sebuah benturan antara pedang yuba yang di selimuti aura kegelapan dan juga energi atau kekuatan terbesar dari sosok iblis mulai terasa di sekitar, tanah dan awan hitam diatas kepala mereka membentuk sebuah pusaran dan Sambaran petir mulai terlihat
Dengan mode iblis yuba mampu menahan, bahkan energi yang tadinya mengarah padanya dengan maksud membunuh kini bisa menjadi sebuah serangan balik pada iblis yang ada di depan nya
"Apa kau tau ini bisa saja membunuhmu sendiri" yuba berkata dengan nada yang sangat keras sebelum akhirnya mengembalikan serangan energi yang sebelumnya di lemparkan oleh iblis itu ke arah yuba, kini berbalik menyerang sosok iblis
"Tidak mungkin" dalam batinnya, dia tak bisa berbuat apa-apa karena serangan terakhirnya kini berbalik mengarah padanya dan itu membuat dirinya tak bisa bergerak karena tak percaya dengan apa yang baru saja terjadi
"MAMMONNNNN" iblis yang sempat mendengar teriakan dari suara di atas langit sempat sedikit melirik kearah nya dan dia tahu itu adalah saudara nya "ASMODEUS " maafkan aku gumam iblis itu
Seketika tubuhnya tenggelam dalam pusaran energinya nya sendiri dan terjadi ledakan besar sesaat iblis itu menyatu dalam pusaran energi
__ADS_1
Untuk yang kedua kali Afni merasakan energi yang begitu besar, kali ini dia tak bisa menebak energi siapa yang saat ini sedang bertarung, yang pastinya bukan lah orang sembarangan
Di tempat guru panca berada, Arda masih duduk dan mengawasi sekitarnya
Yulia sendiri sibuk membantu Indri yang sedang memulihkan kembali tubuh guru Sanusi
Sekitar lebih dari lima puluh persen luka di tubuh guru Sanusi pulih, dengan hanya menyisakan luka memar yang tak berarti
Indri sendiri memang salah satu murid terbaik di bawah padepokan asuhan ketua guru panca
"Sebentar lagi" jawab Indri sambil terus mengalirkan energi ke dalam tubuh guru Sanusi
Di tempat lain, setelah merasakan energi yang luar biasa untuk yang kesekian kalinya, dua orang yang sebelumnya terlihat duduk sambil menikmati waktu bersantai kini mulai terlihat berdiri dan membereskan semua perlengkapan liburan mereka
Sepertinya sudah waktunya, kita sudah terlalu lama duduk dan menikmati waktu
__ADS_1
"Akhirnya sadar juga" gumam wanita yang menemani nya
"Hahahahahahaha" jadi kau menunggu ku ya.....????" Tanya lelaki dengan menaikkan kedua alisnya
"Sudahlah jangan dibahas, aku sudah tak sabar bertemu dengan mertuaku" jawab wanita itu sambil tersenyum
"Baiklah" lelaki itu menanggapi
Akhirnya mereka berdua memasuki gerbang tanpa pintu, jadi siapa saja boleh masuk karena di depan gerbang tak ada tulisan pemulung dilarang masuk ataupun pengamen gratis seperti yang banyak kita temui di gerbang gerbang di sekitar lingkungan kita
Ditempat ketua guru panca iblis di depan nya masih tak bergerak seolah seperti sebuah patung, darah terus membanjiri kedua kaki nya, mengalir melalui sela sela luka yang di dapatkan setelah pertarungan dengan ketua guru panca
"Apa yang terjadi, tubuhku sulit bergerak dan tenagaku perlahan melemah,,???" Iblis itu bertanya pada dirinya sendiri
"Sepertinya sudah bekerja" gumam ketua guru panca sambil melihat proses yang di alami setelah terkena racun dari pedang delapan arah
__ADS_1