
"Alex"
Tiba tiba dadaku bergemuruh saat tau siapa laki laki yang ditemui Angela itu.
Aku segera keluar dari restoran sebelum mereka dapat mengenaliku.
Ternyata tanpa sepengetahuanku hubungan mereka sudah sangat akrab,sampai sampai Alex mengikuti Anggela pergi keBandung,batinku.
Aku merebahkan tubuhku berusaha untuk tidur,tapi pikiranku melayang kepada mereka berdua.
Apa yang mereka lakukan setelah makan malam direstoran tadi,
apakah mereka langsung pulang atau jalan jalan dulu menikmati indahnya kota bandung sambil bergandengan tangan.
apakah nanti Alex juga akan mencium Anggela dan bilang aku menyukaimu seperti yang dia katakan padaku.
Ah sial,rutukku kesal membayangkannya.
kalo Anggela pasti tidak akan menolak ciuman Alex,bahkan dia akan dengan senang hati menerimanya.
Bukankah dia pernah bilang ingin merasakan bibir indah milik Alex.
Almera semakin kesal membayangkan semua itu.
Dasar laki laki buaya,rutuknya sebal.
paginya saat mereka sarapan direstoran hotel,mata Almera menelisik wajah Anggela dengan tajam.
"Almer tadi Mr.Ronald bilang dia menunggu kita di proyek jam 9 pagi"
bibirnya tidak bengkak,dan tidak ada bekas ciuman dilehernya,apakah mungkin dibalik blazer yang dipakainya,
"Mer.."
Tidak mungkin Alex tidak tertarik dengan Anggela,karena Anggela juga sangat cantik dengan mata biru dan rambut coklat berombak yang dipotong ala artis Demimore,sedangkan dengan tante tante aja dia tertarik.
"Almer...Almera..."
aku tersentak saat Anggel memanggilku dengan nada tinggi.
"ya aku dengar, bawa semua berkasnya kita berangkat sekarang "jawabku dengan kesal.
Bisa bisanya aku penasaran dengan apa yang mereka lakukan tadi malam
Almer stop,itu bukan urusanmu,bukankah lebih baik kalau Alex dan Anggela punya hubungan jadi dia tidak akan mengganggumu lagi,dan untuk ciuman itu,comeon anggap saja bonus buatmu,bisik hatinya.
Padatnya pekerjaan kami diBandung beberapa hari kemudian membuatku akhirnya lupa dengan pikiran anehku pada Alex.selama hampir seminggu kegiatan kami diisi dengan agenda rapat yang padat serta banyaknya tinjauan ke proyek yang kami lakukan.
Baru hari ini aku punya waktu untuk jalan jalan dengan Anggela dikota Bandung.
Bahkan Mr.Ronald pun harus minta maaf karena tidak bisa menepati janjinya menemaniku keliling kota Bandung.
"Mer kita pergi perawatan ya,besok kan kita sudah balik lagi keJakarta"
"boleh juga kebetulan aku sangat lelah"
__ADS_1
kami akhirnya memutuskan perawatan diklinik yang dikatakan oleh Anggela waktu itu.
"bagaimana baguskan"tanyanya
"boleh juga,kapan kapan aku ingin mencoba lagi"kataku sambil mengeluarkan kartu kreditku bermaksud untuk membayar biaya perawatan itu.
"Mer pakai ini aja,"kata Anggela sambil mengeluarkan voucher perawatan gratis dari klinik itu.
"tapi"
"nggak papa,sekali kali ditraktir tidak akan menghancurkan harga dirimu"
"kamu punya itu,dari mana"
"hadiah dari teman baikku"
"kamu punya teman disini"kataku sambil melihat sekeliling tempat itu.
Mungkin teman Anggel bekerja diklinik itu,tapi rasanya tidak mungkin kalau hanya pegawai biasa bisa punya voucher vip,karena setahuku perawatan yang kami berdua lakukan biayanya bisa sampai jutaan rupiah.
kalau untukku mungkin itu tidak seberapa tapi bagi orang biasa itu pasti lumayan,atau jangan jangan kenalan Anggel sodara yang punya tempat ini,batinku.
"sudah nggak usah terlalu dipikirkan,anggap aja bonus dari kerja keras kita beberapa hari ini"
"betul juga katamu bos juga perlu ditraktir sekali kali" kataku sambil mengajaknya keluar dari sana.
"mau lanjut ditraktir nggak"
"maksudnya"
"tu,ada guide gratis sudah menunggu yang siap mengantar kita keliling Bandung mengunjungi tempat tempat bagus disini"katanya sambil menunjuk kearah pria yang berdiri disamping mobil honda jazz warna hitam.
"Ayolah Mer,jarang jarang kita punya guide ganteng banget kaya itu"katanya sambil menarik tanganku untuk naik ke mobil.
"dasar modus,"gerutuku
Anggel hanya tertawa mendengarnya.
"silahkan para tuan putri,"sapa Alex sambil membukakan pintu mobil untuk kami.
aku hanya melengos mendengar omongannya,Alex tetap tampan seperti biasa,apalagi siang ini dia mengenakan celana jeans biru dan kaos putih yang dilapisi jaket denim diluarnya menambah aura tampannya keluar.
satu mobil dengan Alex tetap membuat jantungku Berdegup tidak karuan meskipun ada Anggela diantara kami.
aku hanya mendengarkan obrolan mereka tanpa berniat ikut campur,mereka tampak mengobrol dengan ringan tentang berbagai hal terlihat sangat akrab membuatku sedikit iri melihatnya,untuk mengalihkan perasaanku yang tidak menentu aku sengaja bermain dengan gadget milikku,aku pura pura sibuk membuka buka instagram milikku yang padahal akhir akhir ini jarang kulihat.
"eh Almer,kamu belum berteman dengan Alex kan diinstagram,sini aku tagkan,ngga lucukan kalo kita jalan bareng tapi nggak saling ngikuti"
dengan cengo ku berikan hpku pada Anggela.
"ini"
"nah sudah,kamu juga lex"
"iya,sudah ku invite punya Almer"jawab Alex.
__ADS_1
kulihat gambar profil Alex muncul dilaman instagramku.
"kalian mau kemana dulu"
"kita cari makan siang di tempat yang cozy dong yang menyediakan menu khas Bandung"
"boleh kemaren aku dapat rekomendasi tempat yang bagus dan makanannya rekomended banget,tapi tempatnya lumayan jauh kalian ngga papa"
"aku sih nggak papa,kamu Mer"tanya Anggel sambil menengok kearahku.
" nggak masalah,aku juga belum lapar"
"kalau begitu baiklah kita kesana".
kurang lebih 45 menit berkendara dengan mobil kami sampai disebuah cafe yang sangat cozy sekali suasananya berlatar pemandangan alam yang hijau dan asri dengan banyak pepohonan disekelilingnya.
"Bagaimana suka nggak kalian"
"tempatnya bagus banget "kata Anggel sambil terkagum kagum dengan restoran yang kami datangi.
"makanan disini juga enak,menu khas Bandung"kata Alek.
"aku mau pesan batagor dong,sama minuman yang hangat khas Bandung,"
"kamu Mer mau pesan apa"
"boleh juga menu seperti punya Anggela,kayanya enak"
kemudian Alex mengatakan pesanan kami kepada pelayan.
tak berapa lama menu yang kami pesan datang.
aku benar benar menikmati makan siang kali ini menu sederhana tapi sangat lezat dilidah menurutku ditambah pemandangan alam yang disuguhkan oleh cafe itu benar benar merilekkan pikiranku.
aku terkejut saat tiba tiba tangan alex mengelap sudut bibirku dengan tisu.
"ada saos kacang yang menempel"
aku hanya melongo melihat apa yang dilakukannya.
"ehem,makasih"
"habis ini kalian mau kemana"
"kayanya kita jalan kemall aja deh"kata Anggel.
"aku nggak masalah sih"
"oke kuantar kalian kemall".
saat keluar dari mall hari sudah malam,sudah pukul 22.00 wib,Alex mengantar kami sampai depan hotel tempat kami menginap.
__ADS_1
Anggel sudah turun lebih dulu dari mobil,saat aku juga bermaksud turun ketika tiba tiba tangan Alex mencegahnya,
"Almer bisa kita bicara".