Gigolo Milik Almera

Gigolo Milik Almera
72.Godaan Almera?!


__ADS_3

Andreas hanya memandang Almera yang masih sibuk memakai lipstiknya dimeja rias dengan terpaku.


"Kau tidak mendengar apa yang aku katakan tadi Andreas?"tanya Almera,sambil menatap Andreas dari cermin meja riasnya.


Andreas masih tetap diam ditempatnya,tidak mendengarkan apa yang dikatakan Almera.


Melihat itu Almera bangkit dari tempat duduknya berjalan menghampiri Andreas.


"Andreas aku minta tolong bawakan paperbag ini keruang ganti"ucap Almera dengan sengaja mendekatkan wajahnya ketelinga Andreas.


Posisi berdiri Almera yang sangat dekat membuat Andreas dapat mencium aroma harum dari tubuh Almera yang membuatnya harus memejamkan mata untuk menahan gejolak gairahnya yang tiba tiba muncul karena tubuh mereka berdekatan.


Ingin sekali saat ini Andreas meraih tubuh Almera yang hanya berjarak beberapa centi darinya itu,lalu mencium bibir indah yang tampak menggoda untuknya itu.


"iya nona "ucap Andreas sambil bermaksud mengambil paperbag yang diletakkan Lili dilantai.


Tapi Almera lebih dulu menundukkan tubuhnya,hingga Andreas dapat melihat belahan dada Almera dari balik komono mandi yang dipakainya,membuat Andreas harus menelan ludahnya saat melihatnya.


"Oh,Shitt!!"gumam Andreas sambil memalingkan wajah karena tiba tiba gairahnya bangkit saat melihat belahan dada Almera.


"Andreas kau baik baik saja?"tanya Almera karena melihat Andreas memalingkan wajahnya."Apa yang terjadi padamu?"ucap Almera sambil menyentuh lengan Andreas pura pura terdengar khawatir padanya.


"Saya tidak papa nona muda"ucap Andreas sambil mengambil paper bag dari tangan Almera dan membawanya ke ruang ganti.


Melihat Andreas pergi ,Almera hanya tersenyum devil dari balik punggungnya.


"Permainan kita baru dimulai sayang,lihatlah bagaimana aku akan menaklukanmu malam ini"gumam Almera.


Almera segera melepas kimono mandi yang dipakainya dan menggantinya dengan gaun tidur sexy yang sudah disiapkannya dari tadi untuk memuluskan rencananya malam ini.


Almera menatap pantulan tubuhnya dicermin yang sudah memakai baju tidur sexy ditubuhnya'ayo kita mulai aksi kita sayang untuk menggoda Daddy malam ini'ucap Almera sambil menyentuh perutnya yang masih rata itu.


Almera berjalan masuk kedalam ruang gantinya dengan perlahan dilihatnya Alex sedang berdiri didepan rak parfum miliknya.


"Kau belum mulai menyusunnya?"ucap Almera yang sudah berdiri dibelakang tubuh Alex.

__ADS_1


Mendengar suara Almera dari arah belakangnya Alex tampak terkejut, dan langsung membalikkan badannya menghadap kearah Almera.


Seketika Alex langsung membuka mulutnya,terpesona melihat Almera,masuk dengan memakai pakaian tidur tipis yang memperlihatkan pantulan tubuh indahnya saat terkena sorotan lampu diruang ganti karena saking tipisnya baju yang dipakainya.


Almera berjalan melewati Alex pura pura tidak melihat bahwa saat ini Alex sedang menatap tubuhnya dengan terpesona.


"Apa kau bingung harus menyusunnya seperti apa?"ucap Almera sambil membuka pintu lemari kaca itu dan mulai mengambil botol botol parfum dari dalam paperbag tanpa melihat kearah Alex sedikit pun.


Semua apa yang dilakukan Almera tak sedikitpun lepas dari pandangan Alex,tapi Almera pura pura tidak tau.


Almera sengaja mengambil botol parfum yang biasa dipakainya dari dalam lemari.


"Coba kau cium ini"ucap Almera sambil menyemprotkan parfum itu ke nadinya ,kemudian mengulurkan tangannya ke wajah Alex.


"Bagaimana menurutmu Andreas?"tanya Almera sambil menatap kearah Alex,untuk melihat reaksinya saat mencium aroma parfum yang sering dipakainya saat mereka bersama.


"Aromanya sangat nyaman"ucap Alex dengan suara terdengar parau ditelinga Amera.


"Benarkah!, kau suka aroma parfum ini?" tanya Almera sambil melangkah mendekatkan tubuhnya kearah Alex.


"Ya..aku suka aromanya "jawab Alex,dengan menatap balik kearah Almera.


Saat pandangan mereka bertemu Almera dapat melihat kilatan hasrat dari pandangan mata Alex.


"Itu parfum favoritku"ucap Almera"tapi aku tidak bisa memakainya lagi"


"Kenapa ?"tanya Alex masih menatap Almera dengan lekat,bahkan kini tatapannya mulai turun kebibir merah sang istri.


"Karena sudah tidak ada lagi orang yang akan mencium aroma itu dari tubuhku"ucap Almera sambil menyentuhkan tangannya kewajah Alex.


Seharusnya Alex menepis tangan Almera yang berada diwajahnya tapi saat ini otaknya benar benar dipenuhi keinginan untuk merasakan sentuhan itu.


Melihat Alex diam saja,Almera semakin berani untuk menjelajah wajah tampan milik suaminya yang sangat dirindukannya itu.


Andai tidak ingat rencananya yang ingin memberi pelajaran pada suaminya Almera sudah dari tadi menubruk tubuh Alex dan memeluknya dengan erat.

__ADS_1


Tapi dia harus menahan keinginannya saat ini sekuat tenaga sampai Alex sendiri yang mendatanginya dan mengatakan kenapa dia harus berpura pura menjadi Andreas didepannya.


"Karena itu aku sengaja mengganti Aroma parfumku dengan yang lain"ucap Almera sqmbil melepaskan tangannya dari wajah Alex.


"Bukankah anda tidak tahan mencium aroma parfum nona" ucap Alex dengan suara parau,akibat dari godaan Almera yang membuat Adik kecilnya benar benar bangun untung saja Almera segera menghentikan sentuhan tangannya,kalau tidak maka Alex sudah pasti akan segera menerkam tubuh indah itu.


"Bukankah aku bilang aku suka aroma parfummu,jadi aku akan mengganti parfum yang biasa kupakai dengan aroma parfum milikmu"ucap Almera dengan santainya berjalan mondar mandir didepan Alex.


"Dan karena katamu kau suka dengan Aroma parfum milikku jadi akan kuberikan semuanya untuk istrimu"ucap Almera sambil memasukkan semua parfumnya kedalam paperbag dan memberikannya pada Alex.


"Nona saya rasa ini tidak perlu istri saya....."


"terimalah,anggap saja hadiah karena sudah mengantarku hari ini dan juga sudah menghiburku tadi saat sedih"ucap Almera sambil menyerahkan paperbag itu kepada Alex."Dan keluarlah aku ingin istirahat "ucap Almera sambil mendorong tubuh Alex keluar dari kamarnya.


"Tunggu dulu!"ucap Alex sambil menahan pintu yang hampir ditutup oleh Almera.


"Apalagi!,keluarlah teriak Almera dengan kesal karena Alex sama sekali tidak bereaksi pada godaanya dan tetap bersikeras untuk menjadi Andreas.


"Aku ingin bicara denganmu!"ucap Alex masih tetap menahan pintu yang ditekan Almera dari dalam.


"Apa yang mau kau bicarakan!,aku tidak ingin mendengarnya!"ucap Almera dengan geram.


"Tidak bisakah kau membuka pintu kamarmu lebih dulu baru kita bicara"ucap Alex berusaha membujuk Almera.


"Tidak kalau kau tidak mau bicara sekarang maka pergilah aku lelah ingin istirahat"ucap Almera.


"Baiklah,aku katakan sekarang"ucap Alex.


"cepat katakan sebelum aku berteriak memanggil Lili agar datang kemari"ucap Almera semakin kesal pada Alex.


"Aku mencintaimu Almera"


Seketika Almera melepaskan tangannya yang mendorong pintu,dan kesempatan itu tidak disia siakan oleh Alex untuk segera menerobos masuk dan menangkap tubuh Almera agar tidak jatuh saat dia mendorong pintu kamar itu.


"A..!"Almera bermaksud berbicara tapi mulutnya langsung dibungkam oleh Alex dengan ciumannya,sementara tangannya yang lain digunakan untuk menutup pintu kamar Almera.

__ADS_1


__ADS_2