Gigolo Milik Almera

Gigolo Milik Almera
59.Topeng Mike.


__ADS_3

Dokter Karen dan Mike terkejut melihat Almera sudah tak sadarkan diri diatas ranjang rawatnya.


"Mike apa yang kau lakukan!!,gara gara kau bicara terlalu terus terang padanya jadi sekarang dia pingsan lagi"bentak Dokter Karen dengan kesal sambil memeriksa kondisi Almera yang sudah tidak sadarkan diri terbaring diranjangnya.


"maaf aku terlalu terbawa perasaan tadi,jadi hampir saja,aku membuka penyamaran kita dihadapannya,itu karena aku terlalu marah saat ingat dia mengandung anak si keparat itu. Dulu aku berpikir sudah berhasil memusnahkan seluruh keluarga keparat yang telah menyebabkan keluargaku bangkrut dan kedua orang tuaku bunuh diri karena depresi ,tapi ternyata masih tersisa satu putranya yang berhasil selamat,dan beberapa bulan lalu hampir saja dia berhasil membuat bangkrut bisnis milikku yang ku rintis dengan susah payah,apalagi aku semakin marah saat tau anak si tua Wijaya yang harusnya bisa kunikahi agar hartanya dapat kukuasai berhasil dirayu nya"


"tapi langkahmu tinggal sedikit lagi Mike,jadi bersabarlah,jangan sampai kejadian seperti tadi terulang lagi,kau harus pelan pelan mengambil hati Almera"


"ya,kau benar sayang maaf telah hampir menggagalkan rencana kita"ucap Mike sambil memeluk tubuh Dokter Karen.


"lepaskan!,kita bukan berada di Apartemen tapi di rumah sakit,jangan sampai ada yang melihat perbuatan kita"ucap Karen sambil melepaskan pelukan Mike.


"bagaimana keadaannya"tanya Mike sambil menunjuk kearah Almera yang masih belum sadar.


"tidak papa,hanya pingsan akibat syok saja nanti dia akan sadar dengan sendirinya"


"untuk sementara kau harus merawatnya dengan benar agar si tua Wijaya merasa sangat berhutang budi pada kita"


"kau jangan khawatir,untuk masalah perempuan ini aku bisa mengatasinya,tapi bagaimana dengan pencarianmu,apakah kau sudah dapat khabar tentang Alex,dari orang orangmu"


"belum ada, mereka sudah berkali kali menyusuri jurang tempat jatuhnya si keparat Smith itu tapi keberadaannya seperti hilang ditelan bumi,bahkan aku sudah menyuruh mereka kembali lagi ke Vila milik mereka yang ada di tengah hutan,tapi Vila itu juga kosong sudah tidak ada orang disana"


"jangan menyerah dia pasti akan menampakan dirinya karena wanitanya ada pada kita"


"ya,dia tidak akan mungkin selamanya bersembunyi dari kita,jadi sekarang kau harus bisa mengambil hati perempuan ini"


"aku sudah mencobanya tadi sebelum kau datang dan mengacaukannya,sekarang terpaksa aku harus mulai dari awal lagi mengambil hatinya,karena sepertinya dia juga tidak gampang dibodohi"


"sekali lagi maaf sayang,telah membuatmu kerepotan lagi tapi percayalah,setelah semua masalah ini beres dan aku berhasil mengalihkan seluruh harta kekayaan milik si tua Wijaya padaku,aku akan melenyapkan mereka semua dan kita bisa bersama seperti dulu saat kita menyingkirkan keluarga Smith"


"tapi kau harus berjanji jangan berhubungan terlalu dalam dengan perempuan ini seperti dulu kau sampai membuat Amora kakak Alex hamil dan kedua orang tuanya menyuruhmu untuk menikahinya,untung saat itu aku berhasil menggagalkannya dengan membunuh mereka dengan alasan kecelakaan maut"

__ADS_1


"aku berjanji tidak akan melakukannya lagi,bagaimana aku bisa melakukannya kalau dalam otaknya hanya ada sibrengsek Alex itu"


"kau tenang saja aku bisa mensugesti dia agar melupakan Alex"


"bagaimana caranya"


"kau tidak perlu tau itu biar aku yang mengurusnya,tugasmu adalah memastikan Alex benar benar mati,agar rencana kita berjalan mulus"


"iya,kau tenang saja soal itu,aku pasti akan terus mencari keberadaanya dimanapun dia bersembunyi,supaya dia tidak lagi menjadi duri dalam dagingku selamanya"


"tapi sepertinya kau bisa memanfaatkan satu orang lagi untuk mengambil hati Almera atau mencari informasi tentang Alex dari Almera"


"maksudmu,?"


"kau melupakan perempuan yang bernama Anggela,"


"kenapa dengan Anggela dia tidak ada sangkut pautnya dengan keluarga Wijaya ataupun Smith jadi bagaimana aku bisa memanfaatkannya"


"ternyata begitu,kenapa selama ini aku melupakan itu,kalau saja aku melakukannya dari dulu mungkin aku tidak perlu repot seperti sekarang"


"itulah dirimu kadang terlalu fokus dengan satu hal sampai melupakan hal sepele yang ternyata penting"


"jadi aku harus bagaimana untuk mendekati Anggela?"


"pikat dia dengan pesonamu"


"maksudmu?"


"pura puralah merasa patah hati dengan kehamilan Almera,ambil simpatinya,bukankah itu keahlianmu"


"jangan mulai lagi sayang,bukankah aku sudah meminta maaf soal Amora padamu berkali kali"

__ADS_1


"iya,baiklah aku hanya bercanda dengan peringatan padamu agar jangan mengulanginya lagi"


"tidak akan sayang,saat itu aku melakukannya juga karena pengaruh alkohol bukan dalam keadaan sadar,seperti setiap kali kita bercinta"


"dasar buaya"


"buaya tampan milikmu aku ini"ucap Mike sambil memcium bibir Karen.


"lepaskan,cepatlah pergi dari sini,Almera bisa saja sewaktu waktu bangun"ucap Karen dengan mendorong keras tubuh Mike agar melepaskan pagutan bibir mereka"


"baiklah aku pergi sekarang ada rapat yang harus kuhadiri dengan Si tua Wijaya tentang pengalihan sementara jabatan Ceo padaku"


"kau yang manggantikan Almera sebagai Ceo di Wijaya Group"


"ya,tapi aku tidak ingin hanya jadi pengganti tapi aku ingin memiliki perusahaan Wijaya Group yang merupakan salah satu perusahaan paling berpotensi saat ini di Dunia bisnis"


"pasti akan luar biasa kalau itu bisa segera terwujud"


"ya,tugasku disana untuk merebutnya dari kakek tua itu sedangkan tugasmu disini untuk membuat anaknya yang menyebalkan ini merasakan akibatnya"


"kau tenang saja,serahkan semuanya disini padaku,dan kau tinggal menunggu hasilnya"


"ya,kau selalu bisa diandalkan,kau adalah partnerku dalam segala hal,aku mencintaimu Karena Anderson"


"aku juga mencintaimu Mike Lewis Ronald,sangat mencintaimu"


"datanglah nanti malam ke Apartemenku setelah kau menyelasaikan tugasmu mengurus Almera dirumah sakit".


"ya,aku pasti datang,dan kita bisa menikmati malam panjang kita berdua nanti"ucap Karen lalu mencium bibir Mike sebelum membiarkan Mike keluar dari kamar rawat Almera pagi itu.


Setelah Mike keluar dari kamar rawat itu Karen mendekati ranjang Almera,ditatapnya wajah cantik yang masih dihiasi lebam dibeberapa bagian dan perban yang masih melilit kepalanya.

__ADS_1


"Sayang sekali kau selamat dari kecelakaan maut itu,seharusnya obat yang kau minum dengan Alex pagi itu juga berhasil menewaskanmu seperti saat aku membunuh Amora waktu itu,dan kenapa selalu ada bayi sialan diperut kalian saat aku ingin membunuh kalian,andai tidak ada bayi dalam perutmu mungkin obat itu akan lebih parah reaksinya seperti pada Alex hari itu,kau benar benar beruntung saat itu,tapi tidak ada keberuntungan yang bisa terjadi dua kali jadi setelah ini aku akan benar benar melenyapkanmu'.


__ADS_2