
"Bagaimana perasaanmu sekarang Almera,"tanya Dokter Karen suatu pagi saat mereka baru selesai melakukan terapi.
"yah,lebih baik dari pada saat terakhir kali kita melakukan terapi"jawab Almera.
"jangan lupa untuk meminum vitamin yang kuberikan,itu bagus untuk memulihkan kinerja otakmu".
"ya,aku tidak pernah lupa meminumnya,bahkan sekarang tinggal sedikit.
"benarkah?" tanya Karen tampak gembira mendengar ucapan Almera "pada pertemuan selanjutnya aku akan memberikannya lagi untukmu,tapi sebelumnya aku harus pergi selama seminggu ke Amerika untuk membelikan vitamin itu".
"kau akan keluar negeri?"tanya Almera.
"ya,aku akan pergi selama seminggu,jadi selama aku pergi kau tidak perlu melakukan terapi,tapi jangan sampai kau lupa meminum obatmu,supaya ingatan dan traumamu cepat sembuh".
"sampai kapan kira kira,aku harus menjalani pengobatan ini"tanya Almera.
"paling cepat dua sampai tiga bulan,kalau kau kooperatif dengan pengobatan yang kulakukan,tapi kalau kau masih malas melakukannya, itu bisa lebih lama,bahkan mungkin saja tidak akan sembuh,jadi semua tergantung padamu".
"baiklah aku akan berusaha mengikuti semua saranmu,agar aku bisa cepat sembuh"
"itu lebih baik"jawab Dokter Karen.
"dan usahakan jangan kemana mana perbanyak istirahat saja"
"aku berencana mengunjungi dokter Kamal saat kau pergi"ucap Almera.
Mendengar itu Karen menjadi sedikit khawatir bagaimana nanti kalau kebohongannya dan Mike soal usia kandungan Almera yang mereka palsukan terbongkar.
"sebaiknya nanti saja saat aku kembali"saran Dokter Karen.
"kenapa?,aku bisa pergi sendiri kerumah sakit"ucap Almera merasa kesal karena hal sepele seperti itu pun harus menunggu wanita menyebalkan ini,pikirnya.
"kau lupa bukankah terakhir kali kau naik mobil,kembali ke Mansion ini kau masih trauma"jelas Karen,pada Almera.
Memang benar apa yang dikatakan Dokter Karen tentang itu,tapi sekarang dia sudah merasa lebih baik dan dia benar benar ingin tau bagai mana kondisi bayi dalam kandungannya saat ini.
Agar nanti kalau dia bertemu Alex lagi,Almera bisa menunjukan foto hasil USG bayi mereka,
pasti Alex akan sangat senang saat tau dia sedang hamil anak mereka sekarang.
__ADS_1
Dan itu juga yang membuat Almera selalu rajin mengikuti terapi membosankan yang dilakukan Dokter menyebalkan ini padanya.
Almera berharap agar kondisi fisik dan mentalnya segera pulih supaya dia bisa meminta Alex untuk menemuinya secara terang terangan.
Meskipun Almera tidak tau dimana keberadaan Alex sekarang, tapi Almera yakin bahwa saat ini Alex berada dekat dengannya.
"jadi aku harus menunda melakukan pengecekan pada kandunganku ini"ucap Almera.
"ya,karena tidak ada yang bisa mendampingimu pergi itu akan sangat berbahaya"
"bagaimana kalau aku pergi dengan Anggela?"tanya Almera.
"mungkin akan sulit mengajak Anggela karena aku akan pergi bersama Mike keluar negerinya,jadi Anggela sementara akan sangat sibuk mengurusi urusan perusahaan selama ditinggal oleh Mike"
"jadi kau akan pergi ke luarnegeri bersama Mike,tapi kenapa?"
Karen mulai sebal dengan pertanyaan yang Almera tanyakan padanya.
Ingin sekali dia menutup mulut perempuan dihadapannya ini karena terlalu mau tau urusannya.
"itu....,kami hanya pergi pada waktu yang sama tapi untuk urusan berbeda"Karen berusaha memberi penjelasan pada Almera.
"aku tidak masalah dengan kepergian kalian yang berbarengan itu,aku hanya terkejut saja"jawab Almera"dan aku sudah mulai lelah jadi aku ingin kembali untuk beristirahat sekarang"ucap Almera lalu pergi keluar dari ruang terapi yang disediakan ayahnya.
"nona muda anda sudah kembali"sapa Lili nama pelayan pribadinya.
"ya,mana pengawal Andreas,kenapa aku tidak melihatnya disekitar sini"tanya Almera.
"hari ini dia tidak masuk"jawab Lili.
"kenapa apa istrinya sakit?"tanya Almera karena ingat beberapa hari yang lalu pengawal itu sempat bilang soal istri pada Almera.
"bukan,tapi hari ini tugas Scot yang berjaga disini"jelas Lili.
"ooo,kupikir hanya Andreas saja yang Daddy suruh untuk menjagaku,ternyata ada yang lain"ucap Almera"kau tau Lili berapa banyak pengawal yang disewa Daddy untukku?"tanya Almera pada pelayannya itu.
"yang selalu ada disini,hanya berdua Scoth dan Andreas saja setahu saya,ada apa nona muda?"tanya Lili.
"tidak ada,dimana Daddy sekarang tanya Almera?"
__ADS_1
"saya tidak tau nona muda tadi saya melihat beliau pergi diantar pak Damar ,pagi pagi sekali."jawab Lili.
"baiklah aku mau istirahat sekarang kalau pekerjaanmu sudah selesai,kau boleh kembali"perintah Almera pada Lili.
"tapi tuan besar menyuruh saya...,"
"bukankah kau bilang Daddy sedang tidak ada di Mansion?"
"iya ,nona muda"
"jadi beristirahatlah!,aku juga lelah ingin istirahat"ucap Almera sambil masuk kekamarnya.
Sampai dikamar Almera langsung merebahkan tubuhnya diranjang.
Almera tidur dengan posisi miring menghadap kedinding agar bisa cepat tidur.
Tapi seperti apapun Almera mencoba tidur,saat ini dia tidak bisa pikiran dan otaknya dipenuhi oleh bayang Alex.
Dia merindukan Alex saat ini,Almera sangat berharap suaminya ada disampingnya untuk memeluknya sekarang.
Karena terlalu memgharapkan kehadiran Alex sampai sampai air mata Almera keluar dengan sendirinya,semenjak dia hamil dan saat mengingat tentang Alex ,Almera selalu merasa sangat sedih dan tanpa bisa dibendung airmatanya pasti akan keluar.
Almera mulai terisak,tapi dengan sekuat tenaga ditahannya isak itu agar tidak didengar orang dari luar,meskipun kamarnya itu kedap udara,tapi sejak dia pindah kemari dia merasa dinding kamarnya ini punya telinga.
Jadi Almera berusaha sebisa mungkin untuk bersikap biasa saat dihadapan Daddy nya atau para pelayan yang ditugaskan Ayahnya untuk menjaga dan mengawasi semua tindak tanduknya.
Alasan sang ayah demi keselamatannya dan calon anaknya tapi yang Almera rasakan dia seperti dikurung selama berada di Mansion ini.
Kalau seperti ini bagaimana dia bisa tau khabar Alex atau bertanya pada orang yang mungkin tau.
Ingin minta tolong Anggela tapi sejak dia pindah ke Mansion sekalipun Anggela belum pernah datang mengunjunginya saat Almera menghubunginya Anggela selalu menjawab aku sedang sibuk Mer,harus membantu tuan Ronald mengerjakan inilah itulah,ada saja alasan Anggela padanya.
Sampai Almera berpikir mungkin Anggela sengaja menghindari bertemu dengannya,tapi apa alasannya,pikir Almera.
Karena teringat Anggela segera Almera menghapus airmatanya dan mengambil ponsel,dimeja nakas samping ranjangnya.
Dipencetnya nomor Anggela,tapi terdengar nada sibuk,lalu dicobanya lagi,tetap saja masih sibuk.
Sesibuk itukah Anggela sampai tidak bisa mengangkat panggilan darinya.
__ADS_1
Ada apa dengan Anggela,pikir Almera,dulu seperti apa pun kondisinya Angela tidak pernah mengabaikan panggilannya.
Sepertinya aku harus menemui Anggela dan bertanya secara langsung padanya,tentang alasannya tidak mau menemuiku,pikir Almera.