
Almera terbangun saat hari menjelang sore,kepalanya sedikit sakit mungkin efek karena terlalu banyak menangis tadi waktu dimobil pikirnya.
"Anda sudah bangun nona "sapa Lili yang sedang membereskan paper bag milik Almera.
"Jam berapa ini?"tanya Almera sambil meregangkan tubuhnya.
"Sudah pukul 5 sore Anda mau mandi dulu atau mungkin anda ingin makan cemilan sebelum waktu makan malam tiba?"
" Nanti saja ,siapa yang membawaku kekamar tadi?"tanya Almera.
"Andreas yang mengangkat Anda masuk kekamar karena anda tertidur tadi"jelas Lili pada Almera.
Mendengar penjelasan dari Lili Almera hanya diam tidak menjawab apapun.
"apa itu kantong belanjaan milikku"tunjuk Almera pada kantong yang dibawa Lili.
"Iya,Andreas yang memberikan pada saya untuk dibereskan"terang Lili.
Almera melihat isi kantong belanja yang dikeluarkan Lili untuk di gantungnya di ruang gantinya.
"tunggu dulu!"ucap Almera saat melihat satu paperbag yang isinya bukan miliknya.
"Ada apa nona ?"tanya Lili bingung.
"tinggalkan paperbag yang itu,itu milik istri Andreas"ucap Almera menunjuk paperbag yang berada ditangan Lili.
"baik nona,nanti akan saya kembalikan pada Andreas paperbag yang ini" ucap Lili lalu meletakkannya kepinggir.
"tidak perlu biar aku saja"ucap Almera lalu bangkit dari tempat tidur dan mengambil paperbag itu,"Dimana Andreas,kau melihatnya?"tanya Almera pada Lili.
"Tadi saat dia memberikan paperbag ini, dia bilang akan menemui tuan besar diruang kerja beliau"jawab Lili pada Almera.
"Aku akan mengembalikan sekarang,sekalian ada yang ingin kutanyakan pada Daddy"
Almera melangkah keluar dari kamar tidurnya menuju ruang belajar sang ayah yang berada dilantai satu bangunan Mansion itu.
__ADS_1
Sampai depan ruang belajar sang Ayah Almera bermaksud mengetuk pintu, tapi saat tangannya menyentuh pintu ruang kerja sang ayah, tiba tiba pintu itu terdorong dan terbuka sedikit Almera bermaksud langsung masuk kedalam saat didengarnya ada suara orang yang sedang berbicara dengan ayahnya.
Suara itu sangat dikenalnya,itu suara Alex.
Almera bermaksud langsung masuk dan menemui Alex takut kalau kalau sang Ayah akan murka saat bicara dengan suaminya itu.
Tapi saat mendengar nada bicara mereka berdua Almera mengurungkan niatnya untuk menerobos masuk tapi dia sengaja menunggu didepan pintu untuk mendengar apa yang mereka bicarakan.
"Jadi kau sengaja membawa Almera ketempat dokter Marisa bukan ke tempat Dokter Kamal?"tanya Ayah Almera.
"Apa Dokter Marisa menelpon Uncle?"tanya Alex.
"kau pikir aku akan tau dari mana!,kau itu selalu melakukan sesuatu tanpa bicara lebih dulu padaku,bahkan soal pernikahan kalian kalau bukan kakek Smith yang mengatakan padaku mungkin sampai sekarang aku belum tau!"
"Saya tau saya salah soal itu Uncle,tapi situasinya memang sedang tidak baik sekarang,"terang Alex.
"Lalu apakah kau akan menunggu situasi normal baru akan memanggilku Daddy!"ucap Ayah Almera dengan geram.
"Maaf soal itu Uncle maksudku Daddy"
"Mulai sekarang kau harus terbiasa memanggilku itu"ucap sang Ayah.
Almera bermaksud masuk untuk segera menemui mereka,tapi saat dia mendengar sang ayah kembali bicara pada suaminya Almera mengurungkan niatnya untuk masuk.
"Tapi kalau bisa penyamaranmu sebagai Andreas jangan sampai diketahui Almera untuk saat ini,karena itu akan sangat berbahaya untuk keselamatan.."Ayah Almera segera berhenti bicara saat mendengar suara pintu ruang kerjanya bergeser terbuka.
Alex segera berjalan kearah pintu dan memeriksa ke sekeliling ruang belajar itu,tapi dia tidak menemukan sesuatu yang mencurigakan diluar.
"Ada apa?"tanya sang Ayah.
"Tidak ada apa apa mungkin tadi waktu masuk saya lupa merapatkan pintunya jadi terbuka karena terdorong angin"terang Alex.
"Untung saja kita tidak membicarakan hal yang penting,jadi kalaupun ada yang mendengar mereka tidak curiga"ucap sang Ayah.
"Sebaiknya saya kembali berjaga di sekitar kamar Almera,agar tidak ada yang curiga"ucap Alex bermaksud melangkah pergi dari hadapan sang ayah tapi sebelum Alex keluar pintu, Ayah Almera kembali bicara.
__ADS_1
"Dokter Marisa mengatakan padaku bahwa kondisi Almera sekarang sudah baik,jadi kuharap kau masih bisa menahan diri untuk beberapa saat lagi sampai masalah ini selesai!"ucap sang ayah dari dalam ruang belajar.
"Saya menemui Dokter Marisa karena ingin tau kondisi bayi dalam perut Almera,karena selama saya dirawat di Amerika kalian tidak pernah mengatakan padaku kalau saat itu Almera sedang hamil dan aku baru tau tentang kehamilannya beberapa hari yang lalu"bela Alex.
"itu balasan karena kamu sudah membawa lari anakku tanpa sepengetahuanku!"ucap Ayah Almera sambil menutup pintu dengan keras dihadapan Alex.
Alex hanya diam tidak menanggapi apapun yang diucapkan sang ayah mertua padanya.
Karena untuk kata kata yang terakhir Alex tau bahwa dia sudah mengecewakan ayah Almera,meskipun sekarang sang ayah sudah mau memaafkan perbuatannya.
Tapi Alex tau ego seorang ayah tetap tidak bisa terima, karena tau anak gadisnya dinikahi tanpa sepengetahuannya.
Karena kalau nanti Alex berada dalam posisi ayah Almera ,dia juga pasti akan marah pada menantunya itu.
Alex berjalan menuju kamar Almera yang berada dilantai dua bangunan Mansion itu,saat tiba didepan pintu dilihatnya Lili berjalan menuju kamar Almera.
"Untuk apa kau membawa banyak sekali Aroma terapi kedalam kamar nona Almera?"tanya Andreas pada Lili dengan bingung.
"Nona muda yang minta agar kamarnya berbau harum"terang Lili.
"tapi bukannya Nona muda pusing saat mencium aroma wewangian yang berlebihan?"tanya Andreas masih heran.
Karena dia ingat waktu dilift tadi Almera tidak tahan mencium aroma berbagai macam parfum yang dipakai orang.
"Tapi nona muda bilang dia tidak merasa pusing atau mual saat mencium aroma yang ini, karena itu nona muda menyuruh saya untuk membelinya ditoko parfum tadi"terang Lili sambil masuk kedalam kamar Almera karena mendengar suara Almera yang memanggilnya dari dalam.
Alex masuk mengikuti Lili untuk melihat kenapa Almera memanggil Lili,dan saat dia masuk kedalam kamar Alex terkejut melihat Almera.
"Lili,bagaimana kau sudah dapat semua parfum yang kuminta?"tanyanya sambil tetap duduk dimeja riasnya tanpa menatap kearah Lili.
"Sudah ini nona"ucap Lili sambil menyerahkan dua paperbag berisi parfum pada sang nyonya.
"Lili kau siapkanlah makan malam,biar Andreas saja yang membantuku membereskan parfum ini untuk diletakkan di ruang ganti"
"Baik nona"ucap Lili lalu keluar dari dalam kamar Almera.
__ADS_1
Andreas hanya diam menatap Almera yang tampak sibuk berdandan di meja riasnya.
"tolong kau letakkan itu didalam, nanti setelah aku selesai memakai lipstik aku akan. menunjukan padamu bagaimana cara menyusun parfum itu dilemari."ucap Almera dengan tidak melihat kearah Andreas yang masih terpaku ditempatnya.