
Tik ...tok...tik...tok
jam besar didinding kamarku sudah menunjukan pukul 3 pagi, tapi mataku belum juga bisa tidur, pikiranku berkelana tak menentu .
Sudah seminggu yang lalu dia kembali dari Bandung,tapi sampai detik ini Alex belum menghubungi sama sekali.
Padahal malam itu berjanji besok pagi akan menghubungi.
Bahkan statusnya diinstagram pun sudah lebih 1minggu tidak diperbarui.
Alex seperti hilang ditelan bumi,malam itu aku lupa untuk meminta nomor hpnya.
Aku hanya memberikan nomorku tanpa meminta balik,dasar bodoh rutukku.
Aku ingin bertanya tapi aku tidak tau harus bertannya pada siapa,tidak ada temannya yang ku kenal.
Tiba tiba aku ingat imigrant bar,bukankah pertama kali kami bertemu disana aku bisa bertanya pada pegawai disana,batinku lega.
Segera kutelpon Anggel untuk menemaniku kesana.
drtt...drttt...kudengar operator yang menyahut sial batinku kemana Anggel tidak mengangkat telponnya.
drtt...drtt..
"halo"suara Anggel terdengar parau khas orang baru bangun tidur.
"Anggel temani aku keimigrant bar sekarang"
"what...you crazy,ini hampir subuh dan kau mengajakku ke bar,buat apa!"
"ada yang ingin kupastikan"
"sepertinya kau memang sedang tidak waras Mer,"
Semua bar sudah tutup jam segini,kamu pikir ini Las vegas apa!
Ingat ini Jakarta yang besok pagi orang orangnya perlu untuk pergi bekerja
Sudahlah aku ngantuk besok aku harus berangkat kerja untuk menyambung hidup,aku bukan anak jutawan yang kaya tujuh turunan".katanya panjang lebar lalu mematikan panggilan.
What... dasar asisten nggak ada akhlak berani beraninya dia mengomeli bosnya.
liat saja nanti kukirim menggantikan pak Yudi baru tau rasa,gerutuku dengan kesal.
*******
pagi hari dikantor....
"Selamat pagi bu,ini agenda ibu hari ini"kata Anggel
"hem"jawabku sambil pura pura sibuk memeriksa berkas berkas dimeja.
"ibu sedang sakit ya"
"nggak,sekarang kamu boleh keluar"
"tapi sepertinya ibu kurang sehat"
"Anggel stop,aku baik baik saja jadi kamu bisa keluar sekarang"
__ADS_1
"maaf saya hanya khawatir melihat muka ibu yang terlihat pucat,dan ada lingkaran hitam dibawah mata"
"keluar!!!kataku sambil berteriak padanya,rasanya ingin kusumpal mulutnya yang bicara seperti kereta api itu.
"baik bu"jawabnya sambil berjalan keluar
"jangan masuk kalau aku tidak memanggilmu".
kusandarkan kepalakku dikursi,kuhela nafasku dengan kasar.
Benar kata Anggel aku pasti sedang sakit.
Sakit karena terlalu berharap untuk hal yang mustahil.
kata kata Alex terlalu manis,tapi dia pasti biasa melakukan itu,bukankah itu pekerjaannya untuk membuat para wanita menggilainya,pikirku sebal,aku saja terlalu barharap,bahwa diriku istimewa dimatanya.
come on dirimu adalah Almera wanita cantik yang punya segalanya kamu tidak perlu satu pria bajingan sepertinya,karena kamu bisa mendapatkan lusinan pria yang memujamu.
baiklah malam ini aku akan bersenang senang sampai puas,jadi sekarang hapus segala hal tentangnya,batinku.
kubuka laman instagram dihpku kucari milik Alex,tanpa bisa kucegah jariku membukanya.
Niat awal hanya untuk menghapus pertemanan kami,tapi terlihat ada insta story baru yang dibuatnya pagi ini.
Kubuka dan terlihat foto pemandangan matahari terbit dengan caption"i miss u my sunset"dasar bajingan,rutukku langsung memblokir instagramnya.
Beraninya dia mempermainkan aku,akan kubuat dia menyesal nanti makiku dengan kesal.
*********
Di Bandung pagi itu.
"terima kasih dok,sekarang saya harus kembali kejakarta semoga anda puas dengan kerjasama kita"
"pasti,kalau tidak bagaimana aku bisa memintamu untuk menambah pekerjaanmu dengan membuat iklan untuk media cetak dan televisi juga"
kami saling berjabat tangan sebelum aku naik kepesawat yang membawaku pulang kejakarta.
perjalanan Bandung -Jakarta hanya memakan waktu 45 menit tapi rasanya seperti berjam jam lamannya.
kutatap layar ponselku yang memakai walpaper Almera saat mengenakan seragam high scool yang ku screnshot dari instagram Anggela waktu itu.I miss u my sunset,bisikku sambil mengusap gambar itu.
Kemudian kuketik pesan untuknya
"Almera aku merindukanmu,bisa kita bertemu malam ini"
kulihat tanda centang satu belum dibaca.
Mungkin dia masih sibuk bekerja pikirku.
Sebaiknya aku pulang dulu nanti sore akan kutelpon dia pikirku.
Tapi ternyata sore itu pesan yang kukirim masih belum terbaca apakah dia marah pikirku,wajar saja kalau marah karena setelah malam itu aku belum pernah menghubunginya lagi.
Bukan karena aku menghindarinya tapi karena jadwal syuting yang sangat padat sehingga aku tidak punya waktu untuk menghubunginya.
Aku berpikir untuk mendatanginya malam ini dan meminta maaf karena telah mengabaikannya.
pukul 7 malam aku sudah rapi,aku bermaksud singgah ketoko bunga untuk membelikannnya bunga dulu sebagai permintaan maaf.
__ADS_1
Sebelum berangkat kembali kucek hpku pesanku belum dibacanya pikirku.
Kemudian kucoba menelponnya tapi ternyata tidak tesambung,kucoba beberapa kali tetap tidak bisa,apakah dia memblokir nomorku pikirku,sial semarah itu ternyata Almera sampai nomor telponku pun diblokirnya.
segera kuraih kunci dan jaketku yang ada digantungan dan aku segera melajukan motorku kearah kawasan apartemennya.
Sampai disana kucoba bertanya pada satpam yang berjaga di lobi,karena itu apartemen elit jadi tidak sembarang orang bisa langsung masuk.
"maaf mas cari siapa"
"mau cari Almera apakah sudah kembali"
"oh nona Almera sepertinya mobilnya belum kembali"
sial pikirku kalau aku terlalu banyak bertanya si satpam bisa curiga pikirku,
sebaiknya aku coba hubungi Anggela saja nanti.
setelah itu kuputar motorku untuk pergi dari bangunan itu agar tidak membuat si satpam curiga aku punya niat tidak baik.
aku berhenti sebentar mencoba mencari nomor Anggela dan menghubunginya.
drtt...drtt..
"halo"
"halo Anggela"
"Alex, bagaimana khabarmu"
"eh..baik,Anggel bisa nggak kamu beritau aku dimana Almera"
"Almera mungkin ada di apartemennya,karena tadi sore dia sudah pulang dari kantor"
"kamu yakin"
"yakinlah kecuali dia ada janji lain"
deg...
tiba tiba dadaku nyeri,saat berpikir dia akan menemui pria lain.
tapi itu juga tidak menutup kemungkinan bukankah selama ini dia tidak pernah bilang menyukaiku bahkan selalu menolakku dan sekarang dia bahkan memblokir nomor telponku,saat ini perasaanku benar benar campur aduk aku seperti mengejar bayangan yang akan lari kalau semakin kukejar,pikirku.
"halo Alex kau masih disana"
"halo,Anggel aku ada urusan yang lain,nanri kapan kapan kuhubungi lagi"
"ok"
Aku bermaksud pergi dari situ setelah mematikan hubungan telpon dengan Anggel ketika tiba tiba telponku kembali berbunyi,kulihat Aldo yang menelpon ada apa batinku,segera kuangkat panggilan itu.
"halo Do ada apa"
"lo dimana sekarang"
"lagi dijalan mau balik kerumah,kenapa"
"lo harus kesini,cewek cantik yang waktu itu ada disini"
__ADS_1