
"Boleh aku masuk,Mer"
aku sangat terkejut mendengar perkataannya,segera aku turun dari ranjang dan merapikan penampilanku didepan cermin,kuhela nafas pelan untuk menghilangkan rasa gugupku.
"ya,tunggu sebentar"jawabku sambil berjalan menuju pintu,dengan langkah sedikit gugup.
kreit..!
"hai, sapanya dari depan pintu.
"masuklah"kataku berusaha terlihat biasa untuk menutupi debaran jantungku yang seakan ingin melompat keluar.
"kupikir kau masih berada dilokasi syuting"tanyaku sambil menyuruh Alex untuk duduk.
"ya,tapi aku sangat ingin bertemu denganmu"jawabnya dari belakang badanku membuat aku tekejut.
"kau mau minum sesuatu"tanyaku berusaha menutupi debaran dadaku,karena Alex berdiri sangat dekat denganku.
"tidak,aku hanya ingin memelukmu,jawabnya sambil melingkarkan kedua tangannya dipinggangku dan kepalanya sudah menyerusuk dileherku,kurasakan nafasnya yang hangat menyapu tengkukku.aku berusaha untuk tetap sadar dengan apa yang dilakukannya.
"alex" panggilku parau.
"hem"kurasakan lidahnya mulai menelusuri tengkukku yang terbuka,dan sesekali kurasakan gigitan kecil disana.nafasku mulai tercekat.
apalagi saat kurasakan tangan Alex bergerak naik untuk menyentuh kedua aset milikku yang tidak memakai penutup.
aku berusaha menahan ******* yang hampir keluar dari mulutku.
"Almera"suara Alex terdengar sangat jauh saat memanggil namaku.aku terlalu fokus dengan apa yang dilakukan jemari indahnya pada tubuhku,bahkan aku tidak sadar kalau kaos yang kupakai sudah terlepas dari tubuhku,dan kini kami sudah berpindah tempat kesofa yang ada disana.kami seperti berlomba untuk saling memuaskan.ciuman demi ciuman yang dilakukannya pada seluruh bagian tubuhku membuatku seakan akan melupakan segalanya,otakku terlalu tertutup oleh perasaan dahaga yang selama ini terpendam dan malam ini haus itu harus dipuaskan.saat aku berpikir bahwa aku akan mencapai surga dunia tiba tiba alex menghentikan perbuatannya,membuatku yang terlanjur diliputi oleh nafsu menjadi marah.
"sorry"katanya sambil membetulkan kembali pakaianku yang berantakan.
aku hanya menatapnya dengan marah karena berhenti.
"ilove you Almer" katanya sambil membelai lembut wajahku yang masih merah,karena perbuatannya tadi.
"pulanglah"jawabku dengan kecewa.
"Jangan marah,"katanya berusaha meredakan perasaan marahku.
"siapa yang marah,aku hanya mengantuk jadi pulanglah"jawabku sambil berdiri dari sofa menuju pintu untuk menyuruhnya keluar dari apartemenku saat ini.kulihat Alex melangkah mendekat kearahku,aku berusaha menghindar saat dia akan menyentuh wajahku.ditatapnya wajahku dengan lembut membuatku kembali terhipnotis dengan tatapannya,disentuhnya wajahku,aku berusaha untuk menghindar tapi dia berhasil menyentuhnya.dengan sebal kumundurkan tubuhku agar dia tidak bisa menyentuhnya.
dia bermaksud berbicara tapi tiba tiba diurungkannya dan memilih keluar dari apartemen.setelah alex keluar segera kubanting pintu dihadapannya dengan kesal.
dasar laki laki sialan makiku,seenaknya saja berhenti ditengah jalan,gerutuku dengan kesal.
__ADS_1
aku segera pergi kekamar mandi untuk bermaksud membersihkan bekas bekas ciumannya ditubuhku,dengan kesal kulempar kaos yang tadi kukenakan,kuamati diriku dicermin kamar mandi kulihat banyak sekali bekas ciuman yang ditinggalkan Alex di sekujur tubuhku.
segera kuguyur tubuhku dengan air dingin dishower dan kugosok tubuhku dengan marah dibagian bekas ciumannya.
setelah itu aku segera membungkus tubuhku dengan bathrobe,tanpa memakai pakaian aku langsung naik keranjang dan membungkus tubuhku dengan selimut.
ponselku berdering,berkali kali aku berusaha mengabaikan panggilannya,tapi deringnya tak juga berhenti dengan kesal kuangkat panggilan itu.
"hem"
"kau masih marah"tannyanya dari seberang sana.
"tidak,aku lelah ingin istirahat"kataku berbohong dan pasti Alex tau itu.
"istirahatlah,aku harus kembali kelokasi syuting sekarang"jawabnya.
mendengar jawabannya aku jadi merasa bersalah karena bersikap egois dengan kasar padanya tadi.
sedikit kulembutkan nada bicaraku agar dia tau aku sudah tidak marah lagi.
"jam berapa syutingmu"tanyaku basa basi padanya.
"subuh ini,aku harus sudah disana"
aku jadi semakin merasa bersalah padanya.
"kamu dimana sekarang lex"
"aku masih diparkiran apartemenmu"
"tunggu aku disana,kataku sambil segera berpakaian untuk turun menemuinya.
aku segera berlari keluar menuju parkiran gedung apartemen yang tampak agak gelap hanya ada beberapa mobil penghuni apartemen yang terparkir disana.
"alex'panggilku sambil mengedarkan pandanganku kesekeliling tempat itu mencari keberadaan alex.
"Almera,jawabnya sambil melambai kearahku dari atas sepeda motornya,dengan cepat aku berjalan kearahnya.
"kenapa memaksakan datang"tanyaku saat sudah berada didekatnya.
"aku rindu padamu"katanya sambil turun dari motor dan berdiri dihadapanku.
"tapi tidak harus malam inikan?'jawabku dengan nada kesal.
"ayolah Almer,aku sangat merindukanmu,aku sudah berusaha menahannya tapi saat kau memintaku untuk datang aku tidak bisa menahannya lagi.
__ADS_1
"tapi ini sangat berbahaya,kau hanya naik sepeda motormu kesini"kataku dengan suara cemas.
"aku baik baik saja Almera,motorku adalah benda terpenting yang aku miliki selain dirimu,jadi jangan khawatir"jawabnya sambil memeluk tubuhku dengan erat.
"istirahatlah sekarang,aku juga harus pergi'katanya sambil mengecup keningku,lalu melepaskan pelukannya padaku dengan enggan.
"ya"kataku segera melangkah pergi dari tempat parkir itu.
dari arah belakang kudengar suara sepeda motor milik Alex,keluar dari area apartemen dan menghilang dibawa angin malam.aku bergegas melangkah kembali kekamarku untuk beristirahat.
sampai dikamar kurebahkan tubuhku diranjang sambil begumam dalam hati,bisa bisanya aku terhanyut dengan ciuman alex tadi pikirku.untung aja Alex berhenti tepat waktu kalau tidak...,tiba tiba otakku memikirkan apa yang akan terjadi seandainya kami benar benar melakukannya malam ini.
kenapa alex berhenti tadi pikirku,ataukah dia merasa tadi terlalu cepat atau karena waktunya sangat sempit,ah sial kenapa otakku dipenuhi pikiran mesum seperti ini,teriakku kesal karena memikirkan itu.
ayo Almera sadar,rutukku sambil berguling kesana kemari untuk menghilangkan pikiran kotorku yang ada diotakku,ini semua gara gara ulah jahilmu,sekarang kau harus menerima akibatnya dengan menahan hasrat yang tak sampai,rutukku dalam hati.
******
pagi hari dikantor...
'Mer,kau baik baik saja"tanya Anggela.
"ya hanya tadi malam aku tidak bisa tidur"
"kau begadang untuk bekerja lembur"
"ya,kau sudah bertemu Mr.Ronald jawabku agar Anggela tidak bertanya lagi.
kalo sampai Anggela tau aku tidak bisa tidur karena memikirkan tentang ciumanku dengan Alex pasti akan panjang ceritanya,pikirku.
"sudah tapi sepertinya Mr.Ronald kecewa karena bukan kamu yang bertemu dengannya"
"kenapa,bukankah kau juga bisa menangani masalah ini"kataku sedikit emosi.
"bukan itu masalahnya,Mer"
"lalu,apa masalahnya"
"sepertinya karena terlalu sibuk bekerja membuat otakmu tidak peka"
"jangan bertele tele Anggela,kau ingin kukirim menggantikan pak Yudi"kataku geram.
"Almera Mr.Ronald itu tertarik padamu,apakah tidak sadar"kata Anggela tak kalah emosi.
"what...!!!".
__ADS_1