Gigolo Milik Almera

Gigolo Milik Almera
70. Perasaan Almera.


__ADS_3

Almera hanya sebentar menemui Anggela di kantor,setelah berbasa basi sebentar pada Anggela,Almera pamit pulang dengan alasan merasa kurang enak badan.


"Berkunjunglah kapan kapan ke Mansion kalau kau tidak sibuk"ucap Almera sebelum keluar dari ruangan itu.


"Maaf aku terlalu sibuk akhir akhir ini jadi tidak sempat untuk menemuimu"jawab Anggela,tampak merasa bersalah pada Almera.


"Aku yang seharusnya minta maaf karena kau sibuk juga karena aku yang menyebabkannya,andai waktu bisa diputar aku tidak ingin berada dalam kekacauan ini"


"Tidak Mer,kau tidak boleh berkata begitu!"ucap Anggela sambil memeluk tubuh Almera.


Bagaimana pun persahabatan diantara mereka sudah terjalin sangat lama,jadi tetap sulit untuk Anggela sebenarnya bersikap cuek terhadap Almera


Apalagi dia tau sahabatnya itu sedang berada di saat saat sulit,tapi kalau dia ingat tentang perjanjian antara ayah Almera yang ingin menjadikan Mike sebagai kambing hitam untuk menutupi kesalahan yang dibuat oleh Almera dan Alex,Angela kembali merasa marah.


Anggela merasa Mike tidak berhak diperlakukan begitu,meskipun itu untuk balas budi pada Ayah Almera.Seperti juga dirinya yang telah banyak ditolong oleh Ayah Almera.


Tapi Anggela tidak ingin mengorbankan perasaannya pada Mike yang sekarang menjadi kekasihnya itu demi sahabatnya.


"Aku pulang dulu"ucap Almera sambil melepaskan pelukan Anggela padanya.


"Iya,maaf aku hanya mengantarmu sampai sini kau tidak papakan?"


"Jangan khawatir aku kesini,dengan supirku dan dia menunggu didepan"ucap Almera sambil melambai pada Anggela.


****


Almera menghempaskan tubuhnya dikursi mobil sambil menghela nafas keras.


"Jalan Andreas"suruh Almera sambil memejamkan matanya.


"baik"Andreas melajukan mobilnya tanpa bertanya apapun lagi pada Almera.


"Andreas"panggil Almera dari kursi belakang mobil.


"Ya,nona anda ingin sesuatu?"tanya Andreas sambil melirik Almera dari kaca spion depan.


"aku lelah"ucap Almera lemah sambil memalingkan wajahnya menatap keluar mobil.

__ADS_1


"Sebaiknya anda istirahat,saat sampai nanti akan saya bangunkan"ucap Andreas pada Almera.


"Andreas aku lelah sendiri"Almera melanjutkan bicaranya tanpa mendengarkan saran dari Andreas.


"Maksud nona?"Andreas menatap intens Almera dari balik kaca spion dapat dilihatnya mata Almera yang berkaca kaca,saat bicara padanya.


"Pernahkah kau merasa sendirian Andreas,dan tidak punya apa apa,padahal kau punya segalanya"ucap Almera tanpa menatap kearah Andreas.


Andreas tidak mengucapkan apa apa,dia hanya menatap Almera dengan dada yang terasa sangat nyeri.


"Kau tau itulah yang kurasakan sekarang Andreas,aku punya orangtua,aku punya suami ,aku punya sahabat baik,aku punya harta berlimpah yang sangat banyak,bahkan kalau aku mau aku bisa membeli seluruh negara,tapi aku seperti tidak punya apa apa,"ucap Almera mulai terisak saat mengatakannya.


Melihat Almera menangis tersedu sedu Andreas segera meminggirkan mobilnya ketepi jalan,ditatapnya Almera dari kaca spion mobil dengan perasaan campur aduk yang tidak bisa digambarkan.


"Andreas,kadang aku berpikir dimana salahku kenapa aku bisa berada diposisi ini,aku tidak minta banyak aku hanya ingin punya seseorang yang bisa mendengarkan aku saat ini,tapi aku benar benar merasa sendirian,bahkan kau tau Andreas kadang aku merasa bayi dalam rahimku ini juga bukan milikku,tak ada orang yang bertanya tentang bagaimana keadaanku apa yang kurasakan,kalau tau seperti ini seharusnya aku ikut Alex terjun hari itu kejurang jadi aku tidak akan merasa sendirian seperti ini"ucap Almera semakin keras terisaknya.


Melihat Almera seperti itu,tiba tiba Andreas masuk ke kursi belakang mobil menghampiri Almera dan langsung merengkuh tubuh ringkih yang sedang menangis itu.


Mengetahui Andreas memeluknya,bukannya menolak Almera malah balik memeluk tubuh Andreas dan menangis dipelukannya.


"Menangislah sepuasnya hari ini, tapi setelah hari ini,kau harus menghapus air matamu,meskipun kau merasa sendiri,kau harus kuat,percayalah semua ini pasti bisa kau lewati karena aku tau kau kuat"bisik Andreas ditelinga Almera,sambil membelai rambut Almera dengan lembut.


"Trimakasih,bisik Almera sambil menjauhkan kepalanya dari dada Andreas.


"Sebaiknya anda beristirahat disisa perjalanan kita menuju Mansion"ucap Andreas sambil melepaskan tubuh Almera dari pelukannya,dan memasangkan selimut agar Almera merasa hangat,dan bisa beristirahat.


"Hem"gumam Almera mulai memejamkan matanya yang sudah sangat berat ,karena emosi yang baru saja dikeluarkannya.


Andreas belum beranjak dari tempatnya,dia masih memandangi Almera yang mulai tertidur,dibelainya sebentar wajah cantik Almera.


Setelah didengarnya nafas Almera sudah teratur Andreas langsung beranjak dari tempatnya dan kembali kekursi kemudi.


Dilajukannya mobil dengan kecepatan sedang supaya tidak mengganggu tidur Almera dikursi belakang,meskipun itu membuat perjalanannya ke Mansion menjadi lebih lambat.


"Drttt"tiba tiba ponsel Andreas berbunyi.


Sambil mengemudikan mobil Andreas

__ADS_1


mengangkat panggilan di ponselnya.


"Ya,Scoth,kau sudah menemukan jejak kepergian mereka keluar negeri"


"Sudah,tuan...dan sepertinya mereka pergi keluar negeri untuk bertemu seseorang"jawab Scot dari seberang sana.


"Maksudmu?"


"Sepertinya tujuan mereka pergi kali ini ingin minta bantuan dari Geng Mafia"


"Kemana mereka?"


"Mereka ke tempat Daerah kekuasaan komplotan Black Eangle"


"Shittt!,kau awasi terus mereka!,Aku akan membicarakan ini dengan Uncle nanti!"


"Baik tuan,saya akan terus mengikuti mereka"


"Ya,kumatikan dulu telponnya karena aku sedang membawa Almera".ucap Andreas lalu mematikan panggilannya,ditatapnya Almera yang tampak tenang dalam tidurnya,


'Sabarlah sebentar lagi sayang,setelah semua masalah ini selesai aku berjanji kita tidak akan pernah berpisah lagi!'gumam Andreas lirih dari kursi kemudi.


Saat tiba di Mansion Almera belum bangun jadi Andreas langsung membawa tubuh Almera masuk kekamar tanpa membangunkannya lebih dulu.


"Ada apa dengan nona Almera?"tanya Lili,yang melihat Andreas membopong tubuh Almera yang tertidur.


"Tidak papa,nona Almera hanya kelelahan saja,dia tertidur saat dalam perjalannan pulang jadi aku tidak tega untuk membangunkannya"ucap Andreas melihat Lili tampak khawatir.


"Syukurlah,aku kira ada apa!"jawab Lili sambil mengelus dadanya tampak lega.


Andreas meletakakan tubuh Almera diatas ranjang ,kemudian langsung berjalan keluar dari kamar itu.


"Apakah tuan Wijaya sudah datang dari urusannya?"tanya Andreas pada Lili.


"Sudah baru saja beliau datang sebelum kau dan nona Almera sampai tadi, beliau juga menanyakan tentang kau dan nona Almera apakah sudah kembali atau belum"


"Aku akan menemui beliau sekarang,kau jagalah nona Almera sampai bangun siapa tau setelah itu dia memerlukan bantuanmu"ucap Andreas pada Lili.

__ADS_1


"Kau tenang saja,aku pasti akan menjaga nona Almera meskipun tidak kau ingatkan,kau itu pengawalnya tapi terlalu perhatian, seperti kau itu suaminya"gerutu Lili pada Andreas dengan sebal.


__ADS_2