
Setelah menempuh perjalanan panjang selama lebih dari dua puluh empat jam akhirnya Alex mendarat diAmerika.
sampai diBandara sudah ada mobil yang menjemputnya untuk segera membawa dia dan Miller ke tempat yang mereka sebut sebagai Markas.
"Silahkan tuan Muda"ucap seorang pengawal yang memakai seragam serba hitam.
Alex hanya mengangguk sambil langsung masuk kedalam mobil diikuti oleh Miller yang duduk dikursi depan.
Setelah menempuh perjalanan cukup panjang selama hampir empat jam menggunakan mobil,mereka sampai disebuah tempat yang sangat terpencil yang kalau orang melihat dari luar hanya ada bangunan bangunan kosong bekas gedung gedung yang seperti ruko tapi sudah lama terbengkalai.
Mobil yang dinaiki Alex terus melaju dijalan berbatu kearah belakang bangunan itu yang terdapat jalan rahasia menurun mengarah ke ruangan bawah tanah yang dibangun didalam ruko ruko kosong itu.
Sampai didalam Garasi besar yang seperti lapangan sepak bola, yang terdapat didalam ruko ruko itu.
Mobil Alex berhenti dan supir yang menjemputnya tadi segera membukakan pintu untuknya.
Alex langsung turun dari mobil diiringi Miller yang berjalan disampingnya sementara para pengawal yang mengikuti mereka tadi menunggu untuk berjaga diluar bangunan saat Alex dan Miller masuk kedalam lift yang akan membawa mereka turun ke tempat yang mereka sebut Markas.
"Kau hubungi Scoth untuk menemuiku besok pagi".ucap Alex pada Miller yang dijawab Miller hanya dengan anggukan kepala.
Alex berjalan keluar dari Lift langsung menuju ruangan yang bisa disebut sebagai ruang kerja yang merangkap kamar tidur itu.
Miller masih mengikutinya sampai masuk keruangan itu, sambil menunggu apa yang akan diperintahkan lagi oleh Tuan mudanya ini.
"Istirahatlah,kau pasti lelah,tapi sebelum istirahat hubungilah Grandpa agar dia tidak khawatir tentang ku".
"Kenapa bukan anda saja yang menghubunginya,beliau sangat menantikan anda menelponnya karena sejak anda sadar dari koma akibat kecelakaan dua bulan lalu anda belum menghubungi beliau".
"Aku sedang tidak ingin menambah beban pikiranku dengan ceramah panjang lebarnya,karena kalau dia tau aku kembali kesini untuk menghancurkan Mike dia akan memberiku ceramah yang tidak ada hentinya".
__ADS_1
"Itu,karena beliau sangat menyayangi anda,karena anda adalah satu satunya cucu beliau,jadi wajar saja beliau sangat menghawatirkan anda".
Alex hanya diam tidak menanggapi apa yangdiucapkan oleh Miller.
Karena sebenarnya Alex tau kenapa Grandpanya melarang dirinya untuk membalas dendam pada Mike yang telah membuat seluruh keluarganya meninggal.
Apa lagi setelah kejadian kecelakan yang menimpa dirinya dan Almera yang membuatnya sempat koma dan harus menjalani banyak operasi yang disebabkan oleh ulah Mike dan komplotannya beberapa bulan lalu,saat Alex koma Grandpanya sengaja menyuruhnya Ayah Almera untuk menjemput Almera pulang ke Indonesia sedangkan dia merawat Alex disini, karena Grandpanya berpikir saat itu mereka hanya mengalami kecelakaan biasa.
Tapi setelah Alex sadar dan mendapat laporan dari Scoth pengawal pribadinya.
Mengatakan pada Alex bahwa kecelakaan yang terjadi padanya dan Almera sebenarnya ulah dari komplotan Mike yang sengaja ingin membunuhnya karena merasa terancam mengetahui salah satu keluarga musuhnya masih hidup.
Mengetahui itu Alex sangat marah pada Mike dan segera meminta Miller yang ditugaskan Garanpanya untuk mengurus segala keperluannya untuk segera mencari cara agar bisa membuatnya segera diijinkan untuk pulang dan bisa segera pergi keIndonesia untuk menemui Almera.
Meskipun saat itu sudah ada Scoth yang membantunya menjaga Almera, selama Alex dirawat ,tapi Alex tetap merasa tidak tenang,jadi dia memutuskan dia sendiri yng akan menjaga Almera didampingi Scoth sementara Miller diberinya tugas untuk perlahan lahan mengambil alih Aset Aset milik Mike tanpa dia sadari.
Alex berencana untuk perlahan menghancurkan Mike ,tapi ternyata Mike dan wanita yang bernama Karen itu sudah tidak sabar untuk segera menguras habis harta milik Almera dan membunuh Almera beserta ayahnya.
Alex hanya bisa mencegah secara halus apa yang akan mereka lakukan selama mungkin ,tapi sepertinya mereka yang sudah tidak sabar ingin merasakan tertembus timah dingin dari tangannya.
Jadi disinilah dia siap untuk membalaskan dendam keluarganya yang sudah dihancurkan oleh bajingan seperti Mike.
Meskipun sebenarnya Scoth dan Miller mengatakan mereka sanggup mengatasi kelompok sekelas Mike,tapi Alex tidak akan membiarkan melihat Mike tersenyum saat dia menghembuskan nafas terakhirnya nanti dia harus merasakan seberapa besar dendamnya akibat ulah ketamakannya itu.
"Untuk sementara kau saja yang mengatakan pada grandpa nanti setelah semuanya beres aku akan mengunjungi beliau bersama Almera ketempatnya".
"Baiklah kalau itu yang anda inginkan tuan muda"jawab Miller sambil keluar dari ruangan itu.
Alex menghempaskan tubuhnya dikursi besi yang ada diruangan itu,dilepaskannya beberapa kancing kemeja yang dipakainya untuk menghilangkan rasa sesak karena banyaknya hal yang di pikirkannya saat ini.
__ADS_1
Untuk sedikit menghibur dirinya Alex mengambil ponsel miliknya didalam saku celananya kemudian menyalakannya,maka terlihat foto cantik Almera yang menjadi walpaper diponsel itu.
Disentuhnya foto cantik Almera,sambil bergumam.
"Aku sudah sangat merindukanmu sayang,semoga kita segera bertemu lagi".
Saat Alex bermaksud menyimpan kembali ponsel itu tiba tiba ada pesan masuk dari Almera segera Alex membuka ponselnya dan membaca pesan itu.
"Sayang kau sudah sampai di sana?",kau baru pergi sebentar tapi aku sudah sangat merindukanmu,apa kau juga rindu padaku,Lex?".
Alex segera membalas pesan Almera.
"Iya,aku baru saja sampai sayang dan saat sampai hal pertama yang kuingat adalah dirimu,sekarang aku sudah sangat merindukanmu,rasanya aku ingin waktu cepat berlaly disini agar aku bisa segera bertemu denganmu dan memeluk tubuhmu dengan erat,aku merindukan kalian berdua".
Setelah mengirim pesan itu Alex segera mematikan ponselnya karena dia tidak ingin,ada yang melacak sinyal ponselnya dari sekitar sini.
Selama disini mereka memang tidak menggunakan ponsel umum untuk berkomunikasi antar anggota tim karena takut terlacak oleh musuh,letak markas mereka ini,Alex dan komplotan tidak ingin kejadian di Vilanya yang ada di gunung dulu terulang lagi, karena sebuah kecerobohan kecil saja hingga markas mereka yang sudah sangat tersembunyi didalam hutan bisa terlacak oleh musuh.
Jadi setelah mereka pindah disini,Alex memutuskan untuk menggunakan alat komunikasi lain untuk berhubungan,antar sesama Anggota,jadi mereka bisa meminimalisir orang yang akan menyusup ke markas tanpa sepengetahuan mereka.
Tiba tiba pin yang terdapat didadanya berkedip menandakan ada yang menghubunginya saat ini.
Alex segera memencet tombol On kecil agar bisa berbicara dengan anggota yang ingin menghubunginya itu.
"Ya,Scoth apa yang ingin kau katakan"
"Tuan muda,anda sudah sampai diMarkas".
"Ya,dan besok pagi temui aku ada yang ingin kubicarakan denganmu".
__ADS_1
"Baik besok pagi saya akan menemui anda".
"Hem"gumam Alex sebelum kembali mematikan pin itu ke mode Off.