Gigolo Milik Almera

Gigolo Milik Almera
76. Rencana Alex 2.


__ADS_3

Setelah menempuh perjalanan lebih dari satu jam mobil yang ditumpangi Alex dan Ayah mertuanya itu sampai dikantor pengacara yang dimaksud.


Sampai disana mereka langsung disambut oleh sang pengacara yang sudah menunggu kedatangan mereka sejak tadi.


"Tuan Wijaya,Tuan Smith"sapanya sambil mempersilahkan kedua tamu kehormatannya itu untuk masuk kedalam ruang kantor yang terlihat biasa dari luar tapi ternyata didalamnya,terlihat sangat mewah dan berkelas.


"Kau sudah mempersiapkan semuanya?"tanya Anton Wijaya sambil duduk dikursi mewah berlapis kulit yang ada diruangan itu.


"Jangan khawatir seperti apa yang anda inginkan semua berkas pengalihannya,sudah siap anda tinggal menanda tanganinya, tuan Smith"ucap pengacara bertubuh subur itu sambil memberikan tumpukan berkas yang diserahkannya langsung pada Alex untuk diperiksa.


Alex segera mengambil berkas yang diberikan pengacara itu kemudian,membacanya dengan teliti,dia tidak ingin ada kesalahan sedikit pun dalam setiap poin yang terdapat didokumen penting itu.


"Bagaimana?"lanjut pengacara itu karena Alex hanya diam masih sibuk dengan lembaran lembaran dokumen ditangannya.


Setelah selesai membaca semua isi dokumen itu, Alex kemudian memberikannya kepada Ayah Almera,untuk dibaca beliau.


Ayah Almera membaca dokumen itu dan tiba tiba terkejut saat ada poin tentang ahli waris disitu.


Alex apa maksudmu ini!,"ucapnya sambil menunjuk dokumen ditangannya.


"Itu hanya untuk jaga jaga Dad"


"Aku tidak perduli!Kau sudah berjanji akan kembali dengan selamat,aku tidak akan menandatanganinya kalau kau tidak menghapus ini,kau pikir aku butuh hartamu ini!"ucap Ayah Almera dengan marah.


"Dad,"panggil Alex sambil menyentuh lengan pria tua yang sangat dihormatinya.


"Itu kulakukan bukan karena aku ingin meninggalkan Almera dan calon anakku,tapi itu kulakukan sebagai tanda cintaku untuk Almera,kuharap Daddy mengerti,bagiku harta yang kumiliki itu,tidak ada artinya kalau aku tidak bisa memiliki Almera"


"Maksudmu?"


"Aku memberikan hartaku untuk Almera sebagai mas kawin untuknya,jadi kuharap Daddy mengerti maksudku,aku ingin memberikan semua yang aku miliki pada anak Daddy karena aku ingin Daddy tidak ragu menyerahkan Almera untuk hidup bersamaku,maaf karena terlambat meminta restumu Dad,tolong jangan ragukan perasaanku pada putrimu".ucap Alex sambil mencium hikmat kedua tangan sang mertua.


"Bangunlah,asal kau berjanji untuk selalu menjaga Almera dan cucuku aku tidak bisa mengatakan tidak untukmu"ucap Ayah Almera sambil menyentuh pundak Alex menyuruhnya bangun dari posisi berjongkoknya.


"Apakah sudah bisa kita mulai penandatanganan berkasnya tuan"ucap sang pengacara,berusaha mengembalikan suasana yang mulai terasa haru itu agar kembali normal.


"Ya,berikan penanya"ucap tuan Wijaya meminta pena pada pengacara itu.


Penandatangan berkas itu tidak memerlukan waktu lama,karena seperti kata sang pengacara berkas berkas sudah siap jadi mereka lansung menandatanganinya.

__ADS_1


"Akan saya kirim salinannya segera,kepada anda setelah selesai"


"Hem,kirimkan ke Mansion saat kalian sudah menyita seluruh aset perusahan Ronald".


"Baik,tuan".


"Apa kau akan langsung berangkat sekarang Lex?"


"Tidak,aku tadi berjanji akan menemui Almera dulu setelah dari sini".


"Syukurlah jadi aku tidak perlu memberi alasan padanya,kalau kau menghilang setelah pergi denganku".


"Kami,akan berangkat besok pagi,jadi boleh aku bersama Almera malam ini ,Dad?"


Tuan Wijaya menatap Alex dengan pandangan sinis.


"Masih ingat meminta ijin padaku,kau pikir aku tidak tau apa yang sudah kalian lakukan tadi malam"ucapnya dengan geram.


"Itu..."


"Jangan kau bilang kau tidak sengaja atau Almera yang menggodamu,itu cuma alasan klise kalian saja".


"Tidak usah minta maaf,dan bersikap seolah kau pria lugu".


"Maksud Daddy?"


"Aku juga pernah muda jadi aku tau rasanya bagaimana menahan rindu!"


Alex tak tau lagi harus menjawab apa pada ayah mertuanya ini,karena ternyata apa yang ada dalam pikirannya semua bisa ditebak oleh sang ayah.


"Tapi kau tidak keterlaluan bukan tadi malam?"


"Maksud Daddy?"tanya Alex dengan bingung.


"Kau tidak melukai calon cucuku kan waktu berkunjung tadi malam?"


"Itu..."


"Suara kalian sangat berisik kalian lupa menghidupkan peredam suara,untung saja tidak ada yang mendengar selain aku".

__ADS_1


Alex benar benar mati kutu mendengar ucapan sang ayah mertua,jadi dia memilih diam disepanjang perjalanan mereka,tapi tiba tiba Alex teringat sesuatu yang harus dia katakan pada sang ayah mertua.


"Dad Anda pernah mendengar tentang putri Pimpinan mafia Black Eagle?"


"Tidak,memangnya kenapa?"


"Geng Mafia besar yang ingin diminta Mike untuk melawan kita,meminta syarat pada Mike,dia bersedia membantunya kalau Mike bisa menemukan putri sang pimpinan mafia itu".


"Kau tidak berpikir Almera adalah putri pimpinan Mafia itu bukan?"


Alex segera menggeleng pada sang mertua.


"Bukan tentu saja bukan tapi menurut berita sang putri berada diIndonesia dan aku khawatir,kalau kalau Mike ingin mencari gadis yang bisa dijadikannya korban untuk pura pura menjadi putri ketua mafia itu.


"Maksudmu?"


"Bisa saja dia menyuruh anak buahnya disini untuk mencari gadis yang ciri cirinya mirip seperti disebutkan sang Mafia".


"Jadi apakah kau khawatir dia akan menculik Almera?"


"Bukan Almera tapi Anggela!"


"Maksudmu Mike akan menyuruh Anggela berpura pura membantunya untuk menjadi putri mafia itu".


"Iya,jadi sebaiknya anda awasi Anggela jangan sampai orang suruhan Mike bisa menculiknya".


"Sampai aku berhasil menghancurkannya di Amerika nanti".


"Aku mengerti,kalau benar sampai Mike melakukan itu pada Anggela aku benar benar akan mencincang tubuhnya".


"Apakah Anggela,sangat penting bagi anda Dadd?"


"Jangan berpikir jorok!"


Alex hanya diam mendengar ucapan sang ayah mertua itu.


"Anggela adalah anak dari teman baik istriku,saat mereka baru sampai disini istriku yang menampung mereka,dan dia juga yang merawat istriku saat dia sakit sampai dia menghembuskan nafas terakhirnya karena kanker"ucap sang Ayah dengan sendu.


"Saat itu Almera baru berusia lima tahun.Andai tidak ada ibu Anggela aku tidak tau bagaimana harus mendidik Almera seorang diri, karena saat itu, aku saja sangat terpukul dengan kematian ibunya.Jadi dia bisa dibilang ibu kedua untuk Almera,karena itu hubungannya dengan Anggela sangat dekat,sampai kecelakaan tunggal yang tiba tiba menewaskan ibu Anggela,membuat Almera yang sangat dekat dengan ibu Anggela lebih terpuruk dari Anggela sendiri dan itu membuatnya menjadi sedikit nakal, jadi mau tidak mau aku harus mengirim Almera ke Jerman,ke kampung halaman istriku,bersama neneknya.Sedangkan aku tetap disini untuk menjaga Anggela".

__ADS_1


Alex hanya diam mendengar apa yang dikatakan sang ayah mertua,ternyata itu penyebab kenapa Almera sangat sedih saat punya masalah dengan Anggela waktu pergi kekantor kemaren,sepertinya nanti dia harus menanyakannya pada Almera, ada masalah apa diantara dirinya dan Anggela.


__ADS_2