Gigolo Milik Almera

Gigolo Milik Almera
57.Mencoba Mengurai Benang Kusut


__ADS_3

"Mer..,kau baik baik saja"Anggela terlihat sangat khawatir melihat Almera berkali kali mengerutkan kening dan memegang kepalanya,seperti sedang menahan sakit dikepalanya.


"ya,aku tidak papa hanya saja..."


"Mer,kau harus banyak beristirahat,dan berusahalah untuk tidak memikirkan apapun dulu kini,karena kondisimu belum pulih."


"aku tidak papa Anggel.."


"Mer..,pliss dengarkan aku kali ini,ini bukan hanya tentang dirimu tapi juga nyawa anak yang ada didalam kandunganmu,jadi sekarang istirahatlah dulu,jangan memikirkan apapun,aku mengerti pasti banyak pertanyaan dalam hatimu tapi sekarang bukan itu yang terpenting,tapi bagaimana kondisi mu yang harus pulih lebih dulu"


"baiklah,maaf karena aku membuatmu khawatir"


"aku mengerti ini pasti saat yang berat untukmu tapi percayalah semua pasti akan baik baik saja"


ucap Anggela sambil memeluk tubuh Almera yang masih lemah karena belum pulih.


"terimakasih Anggel,karena ada untukku disaat sulit seperti ini"


Almera merasa air matanya akan keluar saat mendengar semua yang dikatakan Angela padanya dia merasa sudah terlalu egois selama ini, bukan hanya tentang bayi yang ada diperutnya tapi juga tentang Alex seandainya dia tidak perlu egois dengan mengancam Alex,ingin turun dari mobil mungkin musibah ini tidak harus terjadi.


Tapi kenapa dia bisa semarah itu pada Alex saat itu,semarah apapun dia pada Alex dia tidak pernah berbuat nekad sampai melepaskan sabuk pengaman yang dipakainya tapi kenapa dia merasa saat itu emosinya dan Alex sama sama tidak bisa dikontrol ada apa sebenarnya. Apakah ada yang salah tentang itu,atau mungkin ada pemicu yang membuat mereka bertengkar hebat hanya karena hal sepele,atau ada seseorang yang merencanakannya tapi,siapa dan untuk apa bukan kah orang orang yang berada divila adalah orang orang yang sudah sejak awal bersama mereka dan sudah lama dikenal oleh Alex.


jadi dimana salahnya..?,otak Almera kembali tidak bisa memikirkannya dan sakit dikepalanya akibat benturan saat jatuh menjadi sakit lagi membuat dia harus meringis.


"auw"


Mendengar Almera mengeluh,Anggela langsung melepaskan pelukannya pada tubuh Almera.


"Mer..,ada apa,apakah ada yang sakit?"


"kepalaku terasa nyeri lagi"


"ingin kupanggilkan dokter?"


"siapa dokter yang menangani aku disini?"tanya Almera penasaran.


"dokter teman tuan Ronald yang menanganimu saat di New York"


"jadi Mike sengaja mencarikan dokter khusus untukku?"


"ya,namanya Dokter Karen,dia dokter yang bagus salah satu dokter saraf terkenal di Amerika"

__ADS_1


"kenapa Mike harus menyiapkan dokter saraf untukku,bukankah aku tidak papa?"


"itu hanya untuk berjaga jaga karena saat ditemukan kau mengalami benturan hebat dikepala jadi Mike khawatir kalau ada masalah,dibagian kepalamu"


"maksudmu?"


"Mike khawatir kalau kau bisa mengalami gegar otak,akibat benturan itu yang menyebabkan kau bisa kehilangan ingatanmu"


"tapi aku baik baik saja aku mengingat semuanya dengan baik"


"benarkah,apakah kau ingat kenapa kau bisa mengalami musibah kecelakaan tabrak lari dan kenapa kau bisa berada di jalan saat itu"


"itu..,maksudku.."


"itulah yang dikhawatirkan tuan Ronald,kau memang tidak hilang ingatan tapi ingatan mu tidak utuh,jadi dia sengaja menyiapkan dokter untuk membantu untuk mengembalikan ingatanmu secara utuh lagi"


Benar yang dikatakan Anggela dia tidak hilang ingatan tapi ingatan diotaknya seperti kepingan kepingan sebuah puzzle yang harus disatukan agar terlihat gambar utuh dari puzzle itu.


"aku ingin bertemu dengan Dokter Karen,kau bisa memanggilkannya untukku"pinta Almera pada Anggela.


"Mer..,tadi dokter Karen bilang saat ini yang kau butuhkan adalah harus banyak banyak istirahat,agar kondisi fisikmu cepat pulih, jadi sebaiknya sekarang kau istirahat dulu besok akan kusuruh Dokter Karen menemuimu"


"Ngel.."


"hem,ada apa,Mer"


"apakah ada yang pernah datang kekamarku selain kalian bertiga?"


"maksudmu?"


"maksudku pengunjung lain selain kalian yang mengunjungiku,selama dirawat disini?"


"tidak ada,karena ini adalah kamar VVIP,jadi hanya pengunjung tertentu yang bisa datang,dan tuan Ronald juga sudah menempatkan penjaga didepan pintu kamar ini,jadi kau tidak perlu khawatir tentang keamananmu disini"


"bagaimana dengan Daddy?"


"hah,maksudmu?"


"apakah itu juga keinginan Daddy untuk menyuruh pengawal berada didepan pintu kamarku?"


"ya,tuan Wijaya sudah setuju dengan apa yang dilakukan tuan Ronald padamu"

__ADS_1


"baiklah kalau begitu aku ingin istirahat sekarang,bisakah kau ganti lampunya dengan lampu tidur karena aku sudah mengantuk,dan kau juga sebaiknya istirahat karena kau pasti juga lelah telah menjagaku selama ini,apalagi besok kau harus kekantor bukan?"


"iya,selamat malam,Mer"ucap Anggela lalu mematikan lampu utama dikamar rawat itu dan menggantinya dengan lampu tidur yang redup.


Almera sengaja memalingkan wajah menghadap kedinding,sengaja untuk pura pura tidur didepan Anggela agar Anggela tidak khawatir dengannya lagi.


Tak berapa lama didengarnya nafas teratur Anggela yang sudah tertidur.


Almera membalikkan tubuhnya memandang langit langit kamar rawatnya.


Almera sengaja tetap merebahkan tubuhnya seperti sedang tidur,padahal sekarang matanya sama sekali tak dapat untuk dipejamkan,banyak hal berputar putar diotaknya.


Sebenarnya ada apa ini, kenapa dia merasa ada sesuatu yang tidak beres sedang terjadi dan dimana Alex,bagaimana khabarnya kenapa seperti keberadaannya seolah seperti sesuatu yang tidak nyata dihidupnya sekarang.


Mengingat Alex membuat Almera kembali menjadi sedih,dimiringkannya lagi tubuhnya agar Angela tidak bisa mendengar isak tangis yang keluar dari bibirnya.


Karena terlalu sedih akhirnya Almera tertidur sambil menangis,mengingat bahwa dia sekarang tidak tau tentang keberadaan Alex,apakah masih hidup atau sudah meninggal.


Karena sejak dirinya mulai sadar tadi semua orang seperti tidak ada yang tau tentang Alex,atau memang sengaja menyembunyikan darinya.


Almera kembali merasa ada seseorang yang membelai wajahnya dengan lembut dan penuh cinta sama seperti Alex selalu membelainya saat mereka masih di Vila,Almera tersenyum dalam tidur merasakan itu,dasar monster bisik bibirnya dalam tidur karena merasakan tangan itu bukan hanya membelai wajahnya tapi juga turun kebibirnya,seperti kebiasan Alex yang selalu merayunya.


Samar samar didengarnya Alex membisikan sesuatu ketelingannya.


"Ilove you,sayang sabarlah aku akan kembali menemuimu"


Tanpa sadar Almera menjawab bisikan lembut ditelinganya itu.


"Ilove you too"


Kemudian dirasakannya bibirnya seperti dicium dengan lembut oleh Alex,Almera bermaksud untuk meraih leher Alex agar bisa membalas ciuman Alex tapi...,


"bruk!!"


Sesuatu terjatuh membuat Anggela terbangun dari tidurnya dan segera bangkit dari tempatnya tidur menghampiri Almera.


"Mer..,kau baik baik saja?"ucap Anggela sambil menyalakan lampu ruangan itu.


Almera membuka matanya dan hanya ada Anggela yang memandangnya dengan wajah khawatir.


Ternyata tadi itu semua hanya mimpi yang terasa nyata,batinnya dengan sedih.

__ADS_1


__ADS_2