Gigolo Milik Almera

Gigolo Milik Almera
38.pov Alex 4.


__ADS_3

Di pameran perhiasan milik tante Rosi Kemala.


kenapa Almera juga datang kesini,pikirku bukankah tidak pernah Almera mengunjungi tempat seperti ini,tumben sekali,gumamku dalam hati.


Aku sengaja berusaha menghindari pandangannya selama diacara pameran,bahkan tante Rosi yang berdiri disebelahku sampai menengok kearahku karena melihat aku mulai gelisah ingin meninggalkan acara pameran malam ini.


"ada apa Lex?"


"boleh aku pergi sekarang"


"kenapa,ada seseorang yang ingin kau hindari"tanyanya langsung keinti masalah.


"aku hanya merasa,tidak nyaman menjadi pendamping tante malam ini"


"kenapa, karena wanita itu"ucapnya menunjuk Almera dengan dagunya.


"sebaiknya aku keluar sekarang"ucapku langsung berlalu dari hadapannya tanpa mau memberinya penjelasan yang diinginkannya.


Tante Rosi hanya menyipitkan mata melihatku pergi meninggalkannya ditengah kerumunan acara.


Aku berdiri dibalkon gedung yang berada agak jauh dari tempat acara,kupandang langit malam ibukota yang tampak berkerlap kerlip oleh aneka lampu.Ku nyalakan sebatang rokok berharap perasaanku menjadi lebih baik setelah menghisapnya.


Lama aku berdiri disana,sampai tak terasa satu batang rokok sudah habis aku hisap.


Sebaiknya aku pergi saja dari pameran tanpa menemui Almera ,pikirku lalu melangkah bermaksud kembali keruangan pameran.Aku tidak ingin dia berpikir aku punya hubungan istimewa dengan tante Rosi,seperti yang dipikirnya selama ini,walaupun dia tidak mengatakannya secara langsung padaku.


Tapi baru saja aku bermaksud untuk pamit kepada tante Rosi aku dikejutkan dengan dengan teriakan Anggela yang berusaha menahan tubuh Almera yang limbung kesamping,melihat itu secara reflek aku langsung berlari untuk menangkap tubuhnya agar tidak sampai jatuh menyentuh lantai.


"Almera"teriakku dengan khawatir,tapi melihat banyak orang orang penting yang berada diruang pameran, tante Rosi segera memerintahkan ku untuk membawa tubuhnya keruang kesehatan yang ada digedung itu.


"aku akan membawa langsung kerumah sakit "ucapku dengan nada sangat khawatir.


"Alex,pliss jangan sekarang banyak wartawan diluar kalau kau membawanya kerumah sakit sekarang reputasiku bisa rusak"


"tapi,dia mendadak pingsan bagaimana kalau terjadi sesuatu padanya!"jawabku dengan marah.

__ADS_1


"kita panggil dokter Handoko kesini sekarang tapi jangan bawa dia kerumah sakit dulu sampai acaraku selesai"


Melihat wajah tante Rosi yang memohon padaku aku jadi tidak tega,apalagi kulihat dia sudah menyuruh sekretarisnya untuk memanggil dokter Handoko yang merupakan dokter terkenal yang sering dipakai oleh para artis dan pengusaha sebagai dokter pribadi termasuk oleh tante Rosi sendiri ,akhirnya aku mengalah untuk menunda membawa Almera kerumah sakit.


Setelah dokter Handoko mengatakan pada kami,bahwa keadaan Almera tidak apa apa,dia pingsan hanya karena faktor kelelahan aku baru bisa merasa tenang.


Tapi tiba tiba ada pesan masuk dari Scot pengawal bayanganku, yang mengatakan bahwa sebelum Almera pingsan dia sempat berbicara serius dengan tante Rosi.


Segera kuhampiri tante Rosi yang masih berdiri disudut ruangan.


"tante mari kita bicara diluar"ucapku mengajaknya keluar dari ruangan itu,dan mengatakan pada Anggela ada sesuatu yang harus ku lakukan sebentar diluar.Angela mengerti apa yang kumaksud jadi dia hanya menganggukan kepala melihatku keluar bersama tante Rosi.


Sesampainya diruang istirahat tanpa membuang waktu segera ku tanyai tante Rosi.


"apa yang tante lakukan,sampai membuat Almera,begitu terkejut hingga pingsan"tanyaku to the point padanya.


"apa maksudmu,aku tidak melakukan apa apa"jawabnya,terlihat marah.


"kalau begitu tante pasti mengatakan sesuatu yang sangat sensitif sehingga membuatnya terkejut"ucapku kembali bertanya.


"apa hak tante mengatakan itu"ucapku dengan geram dan tanpa sadar mencengkram bahu wanita setengah baya itu dengan keras.


"Alex,sakit lepaskan"ucapnya dengan wajah telihat pucat.


"tante tidak berhak mengatakan tentang asal usul kalung yang dipakai Almera dilehernya"ucapku sambil melepaskan cengkraman tanganku pada bahunya.


"apa hakmu melarangku untuk menceritakannya,"jawabnya dengan nada marah juga kepadaku.


"karena kalung itu memang miliknya"


"maksudmu aku tidak mengerti,Lex"


"Margareta adalah ibuku,dan Kalung yang dipakai Amora saat itu seharusnya memang adalah miliknya"


"jadi....."tante Rosi tampak sangat terkejut mendengar apa yang baru saja aku katakan.

__ADS_1


"ya,aku adalah anak laki laki dari Margareta dan adik dari Amora".


seketika tante Rosi langsung menubruk kearahku dan memeluk tubuhku dengan erat, dapat kurasakan air matanya membasahi kemeja yang kupakai.


Melihatnya menangis tersedu sedu sambil memelukku erat,segera kubalas pelukannya sambil berusaha menenangkannyasetelah beberapa saat akhirnya tangis rante Rosi pun reda.Digenggamnya tanganku dengan erat sambil ditatapnya wajahku dengan tatapan seorang ibu yang sangat merindukan anaknya.


"Alex,aku senang masih diberi kesempatan untuk bisa bertemu denganmu,maaf karena baru menemukanmu sekarang"ucapnya dengan mata yang kembali berkaca kaca karena terharu mengetahui fakta bahwa aku adalah anak dari sahabat dekatnya yang dikiranya juga ikut meninggal dalam musibah kecelakan itu.


Aku tidak tau harus mengatakan apa pada wanita yang ada didepanku itu,perasaanku saat ini begitu campur aduk,dan tenggorokanku jadi tercekat.


"tante,.."ucapku dengan suara parau


"jangan katakan apapun Lex,situa Smith pasti senang kalau tau hal ini"


"Aku sudah bertemu Grandpa"


"benarkah?,syukurlah kalau begitu kau tidak tau betapa dia sangat kehilangan atas kematian ayah,ibu serta kakakmu Amora,bukan hanya situa Smith aku juga sangat terpukul saat itu,aku tidak percaya dua wanita yang sangat penting untukku,pergi bersamaan"ucapnya dengan mata kembali berkaca kaca saat mengatakan itu".


"ya,"jawabku sambil memandang kosong kedepan.


"kau pasti sudah banyak menderita selama ini"ucapnya sambil mengelus lembut pipiku.


"dulu mungkin iya,tapi seiring berjalannya waktu aku merasa lebih baik,seperti yang tante lihat sekarang"ucapku berusaha tersenyum padanya.


"ya,kau orang yang kuat,jadi bagaimana bisa Ceo dari Wijaya group itu adalah wanita pemilik sebenarnya kalung pertama buatan Margareta"


"ceritanya panjang sampai aku bisa mengetahui bahwa dia gadis muda yang dulu pernah kutemui dipeternakan milik Granpa saat aku baru berumur 10 tahun".


jadi aku minta maaf padamu karena membuatmu dalam masalah sekarang"ucapnya dengan ekspresi merasa bersalah"


"tidak papa tante,aku memang bermaksud mengatakannya tapi belum ada waktu yang pas untuk mengatakannya"


"baiklah kalau kau masih khawatir dengan keadaannya sebaiknya kau bawa dia kerumah sakit"ucapnya sambil menyuruhku untuk kembali keruang kesehatan untuk melihat bagaimana kondisi Almera sekarang.


Tapi baru saja aku keluar dari ruang istirahat tempatku dan tante Rosi bicara,kulihat Almera berjalan keluar dari ruang kesehatan dengan dipapah oleh Anggel.

__ADS_1


__ADS_2