Gigolo Milik Almera

Gigolo Milik Almera
82.Hari H.


__ADS_3

Suasana di Markas tampak sibuk,semua orang bersiap untuk dibagiannya masing masing.


Didalam ruang kecil yang merangkap sebagai kamar itu tampak Alex,Scoth dan Miller duduk dengan gelisah sambil menghadap kesebuah laptop yang menjadi sarana informasi mereka dengan pihak Interpol,kapan waktunya untuk melakukan penggerebekan.


"Kau yakin malam ini transaksinya ?"tanya Alex pada Scoth.


"Ya,saya yakin, sekarang saya sedang menunggu info dari pihak mereka jam berapa tepatnya transaksi itu".


"Pihak Mike sudah menarik uang,tadi pagi lewat akun Banknya",ucap Miller.


"Sepertinya para Mafia zaman sekarang masih tetap melakukan transaksi dengan cara tunai,kenapa mereka tidak melakukan transfer antar Bank saja supaya lebih praktis"gumam Alex.


"Mereka hanya melakukan transaksi elektronik dengan rekan bisnis yang sudah mereka kenal,kalau hanya transaksi sekali seperti ini mereka tidak akan mau,karena sangat beresiko terjadi penipuan dan mereka tidak ingin rugi,jadi mereka memilih jalan aman".Jawab Scoth.


"Tapi bukannya bisa saja saat melakukan transaksi ada penangkapan atau penggerebekan seperti ini".


"Dunia Mafia terlalu rumit tuan muda,bagi mereka kaum mafia polisi atau Interpol itu bukanlah musuh tapi teman yang tidak bisa diajak duduk bersama,jadi ada kesenangan tersendiri saat bisa lepas dari pengejaran mereka".


"Ya,mungkin benar seperti yang kau katakan,karena ini bukan bidang ku jadi aku tidak terlalu mengerti",ucap alex sambil menghempaskan tubuhnya dikursi besi yang ada di ruangan itu.


Sementara itu Scoth,masih sibuk dengan alat komunikasi yang sejak tadi ditekuni didepannya.


Sedangkan Miller lebih banyak diam tidak melakukan apa apa,sambil menunggu waktu.


Mereka tetap seperti itu,tenang tapi berdebar menunggu harap harap cemas untuk melakukan hal yang akan mengubah hari esok mereka.


Ruangan sempit itu terasa semakin sempit dengan nafas resah dari tiga pria yang berada disana.


Tiba tiba sinyal dari alat komunikasi dilaptop Scoth berkedip kedip menandakan ada informasi yang masuk,seketika mereka semua langsung mencondongkan tubuhnya ingin tau apa info yang mereka dapat.


Scot membuka file dilaptopnya dan langsung membaca isi pesan singat yang berasal dari ponsel milik Mike yang berhasil disadapnya.


"Pukul 11.50 malam gudang kosong sebelah barat pelabuhan lama".


Alex dan yang lain masih terus mengamati layar laptop dengan berdebar debar, menunggu pesan lain yang akan masuk.

__ADS_1


Dan benar saja tak berapa lama pesan balasan masuk ke laptop Scoth yang berasal dari ponsel Mike.


"Dua kotak kayu dengan lambang ular Phiton,di mobil warna hitam".


Bunyi balasan pesan itu,yang langsung membuat mereka bertiga yang berada diruangan itu langsung saling pandang,tanpa bersuara.


Lalu ada lagi pesan masuk dari ponsel Mike yang sepertinya berasal dari rekan bisnisnya.


"Uang cas dengan pecahan 50 dolar,didalam koper".


"Oke,Deal!!"


Setelah pembahasan uang itu,tidak ada lagi pesan masuk dari ponsel milik Mike yang disadap.


Kemudian Scoth mengcopy isi pesan singkat itu dan langsung dia kirimkan kepihak Interpol yang bekerja sama dengan kelompok mereka.


"Sekarang ayo kita bersiap"ucap Alex sambil berdiri dari duduknya diikuti oleh Miller dan Scoth yang juga bangkit dan bersiap untuk pergi,karena hari sudah menjelang petang.


Alex memasang rompi anti peluru yang diberikan Scoth sebagai pelapis bajunya agar aman kalau ada serangan nanti,lalu dia mengambil senjata revolver yang diberikan Scoth beberapa waktu lalu padanya dan memasukkannya kedalam kantong bajunya.


Miller melirik sekilas melihat apa yang dimasukkan tuan mudanya kedalam saku bajunya itu.


Sedangkan Scoth tidak memakai apa apa hanya berpenampilan seperti biasa saja.


Kau tidak memakai rompi anti peluru seperti kami",tanya Alex pada Scoth.


"Tidak perlu senjata sudah biasa menembus kulit saya, jadi saya tidak butuh itu".


Alex hanya diam mendengar jawaban Scoth itu.


Mereka keluar dari dalam ruangan itu dan langsung menuju mobil yang akan mereka naiki.


Mereka memutuskan pergi lebih awal untuk menangkap Mike dan komplotannya,setelah sebelumnya sudah mengabarkan waktu pasti transaksi dengan pihak Interpol .


karena Markas mereka dengan pelabuhan yang disebutkan dipesan itu berjarak cukup jauh, sekitar dua jam perjalanan dan mereka juga harus pergi lebih dulu agar tidak membuat curiga musuh nanti.

__ADS_1


Jadi mereka segera berangkat meski hari belum gelap.


Mereka sengaja membagi kelompok mereka dalam beberapa regu saat berangkat agar musuh tidak menaruh curiga.


****


Jam baru menunjukan pukul 11.30 Alex dan komplotannya sudah bersiap untuk mulai melakukan aksinya.


Tapi sampai detik ini pihak yang ditunggu belum ada penampakan sama sekali.


Mereka yang bersembunyi sudah tidak ada yang berani mengeluarkan suara karena tinggal menunggu detik detik kedatangan dua komplotan yang akan mereka sergap.


Setelah menunggu dengan jantung berdegub kencang ,akhirnya dari jauh dapat terlihat beberapa lampu mobil mulai memasuki Area Pelabuhan lama itu yang memang sunyi karena itu sebenarnya sebuah tempat kosong yang sudah lama tidak digunakan


Alex dan komplotannya mengawasi mobil mobil yang masuk itu dari balik tempat persembunyiannya menunggu mereka berhenti dan siap melakukan transaksi baru akan melakukan serangan.


Mobil pertama sebuah mobil Jeep warna hitam,dikuti lagi dengan dua mobil jenis sama dibelakangnya berhenti disebuah tanah lapang dekat pelabuhan,sepertinya sedang menunggu mobil lain dibelakangnya yang akan datang.


Alex dan komplotannya mengawasi ketiga mobil itu yang berjarak tidak terlalu jauh dari mobil mereka.


Dilihat dari gerak geriknya sepertinya itu bukan mobil yang dikendarai Oleh Mike karena itu Alex belum melakukan reaksi apapun.


Tepat pukul 11.50 malam seperti bunyi pesan yang dikirim Mike tadi kepada rekan bisnisnya,beberapa mobil berjenis Suv masuk kedalam lokasi pelabuhan itu.


Dilihat dari jenis mobil yang dinaikinya itu jelas jelas Mike.


'Dalam keadaan seperti ini pun Mike tetap ingin terlihat berkelas'batin Alex.


Melihat mereka semua sudah datang,Komplotan Alex bersiap untuk melakukan serangan menunggu mereka lengah saat sedang melakukan transaksi.


Tak berapa lama Alex melihat orang orang keluar dari dalam mobil Jeep diikuti oleh Mike dan seorang wanita yang berdiri disampingnya,yang diyakini Alex sebagai dokter Karen juga keluar dari dalam mobil Suv itu,disertai beberapa orang yang berada dimobil yang berada dibelakangnya.


Mereka berjalan saling mendekat dengan si wanita yang diyakini Alex sebagai dokter Karen menenteng sebuah koper besar yang mungkin isinya uang pembayaran seperti yang mereka sepakati tadi.


Saat mereka sudah saling dekat dan mulai akan melakukan transaksi,komplotan Alex langsung mendekat disertai pihak Interpol,yang juga sudah memberi tanda dengan tembakan kearah mereka.

__ADS_1


"Dor..dor"


"Jangan bergerak!!!."


__ADS_2