
"Almer,bisa kita bicara"kata Alex sambil memegang lembut tanganku.
"ya"
"bisa kita bicara ditempat yang tenang"
aku hanya mengangguk,sambil mengikuti Alex untuk naik kembali kedalam mobil.
"pakai sabuk pengamannya"kata Alex sambil berusaha membantuku memasang sabuk milikku.
"makasih"kataku saat Alex sudah selesai memasangkannya.
kami berkendara sekitar 5 menit jaraknya dari hotel tempatku tadi menginap,Alex menghentikan mobilnya disebuah taman yang sudah tampak sepi,karena hari sudah cukup malam.
"bicaralah"kataku saat mobil sudah benar benar berhenti.
"aku merindukanmu"
deg..jantungku berdebar tidak karuan mendengar pernyataanya yang terus terang itu.
"maksudmu"
"aku tidak bohong saat bilang aku menyukaimu waktu itu,"
"Alex,stop kukira aku sudah bilang saat itu,aku tidak berniat punya hubungan denganmu,dan soal ciuman waktu itu oke kuakui aku menikmatinya tapi hanya sebatas itu"
"pliss,Almer jangan menghindariku lagi"
"maksudmu"
"biarkan aku mengenalmu lebih dalam,kata Alex sambil menyentuh tanganku yang ada diatas pangkuanku.
"Alex itu tidak akan berhasil,aku tidak ingin punya hubungan rumit denganmu"
"jadi hubungan seperti apa yang kau inginkan denganku"tanya alex sambil menatap intens padaku,sehingga membuatku sedikit gugup dengan tatapannya.
"well...kuakui,aku tertarik secara fisik denganmu tapi dengan profesimu itu,aku sedikit merasa resah"
"maksudmu profesiku sebagai gigolo"
"ya...sejenis itu"
"aku sudah tidak melakukannya sejak sebelum aku bertemu denganmu"
"tapi saat kita bertemu direstoran kamu dan perempuan itu tampak..."
"saat itu,aku hanya menjelaskan padanya agar dia jangan mengganguku lagi"
"tapi kalian tampak akrab"
__ADS_1
"kau cemburu Mer"tanya alex dengan menatapku intens
"well...apa maksudmu"aku berusaha menghindari tatapannya,untung saja suasana didalam mobil saat itu agak gelap jadi Alex tidak bisa melihat pipiku yang memerah.
"aku berharap kamu cemburu saat melihatku dekat dengan perempuan lain"
"untuk apa aku harus cemburu,kita tidak terlalu dekat untuk membuatku cemburu,"kataku mulai kesal.
"Bagaimana dengan Anggel,"
"maksudmu"
"apa yang kau rasakan saat melihat kami berdua makan malam direstoran waktu itu"
oh shitt,ternyata dia melihatku saat itu,batinku.
"aku tidak mengerti maksudmu"kataku mulai emosi
"bukankah kamu memperhatikan kami saat itu"
"dari mana kamu tau itu aku"
"aku mengenalimu,bahkan seandainya kamu berada ditengah kerumunan dan hanya terlihat seperti titik kecil,aku akan tetap mengenalimu,aku tidak akan pernah melupakan sosokmu"kata Alex,sambil jemari tangannya menyentuh setiap jengkal wajahku dengan sangat lembut seolah dia sedang menyentuh benda yang sangat berharga.
Tanpa sadar mataku terpejam merasakan sentuhannya yang membuat bulu bulu halus ditubuhku menjadi berdiri.
kurasakan tangannya berhenti diatas bibirku,disapukannya dengan lembut ibu jarinya disana,tanpa sadar bibirku menjadi terbuka karena sentuhannya.
otakku seperti tertutup kabut tebal saat itu,aku berusaha membuka mataku yang terasa berat karena sensasi dari sentuhan tangannya itu.
"katakan kau juga menyukaiku,pliss..."kudengar nada memohon pelan dari suaranya.
"aku....aku.."lidahku seperti kelu untuk bicara karena ibu jari alex masih membelai bibir bawahku dengan lembut membuat aku benar benar seperti terhipnotis dengan perlakuannya.
walaupun sulit akhirnya aku bisa menyusun kata kata diotakku yang berkabut saat ini.
"mari kita mulai pelan pelan"kataku dengan suara serak.
"ya,kita akan pelan pelan saja"jawabnya tanpa melepas pandangannya padaku.
kata kataku seolah seperti lampu hijau untuknya.
dilepaskannya sabuk pengaman yang masih terpasang ditubuhku kemudian dihadapkannya tubuhku untuk menatap kearahnya.
"pliss Almera jangan menghindari perasaanmu,biarkan dia bebas"
aku hanya menatapnya dengan cengo,kupikir dia akan menciumku karena melepas sabuk pengaman milikku.
"oh,ya..."
__ADS_1
"kita akan mulai pelan pelan seperti katamu"jawabnya sambil merapikan anak anak rambut yang menempel didahiku karena keringat dingin akibat perlakuannya tadi,dikecupnya dengan lembut puncak kepalaku,seperti mengecup seorang anak.
what... hanya itu dia pikir aku anak anak apa dicium dikepala,dasar nggak peka,rutukku dalam hati dengan sewot.
"kita balik sekarang ya"katanya
aku hanya mengangguk dengan dongkol padanya. Alex melajukan mobilnya kembali kearah hotel tempat ku menginap.
"pesawatnya terbang jam berapa"
"penerbangan pagi besok"kataku.
"aku besok masih ada pekerjaan terakhir disini sebelum balik kejakarta,jadi tidak bisa mengantar"
"tidak papa semuanya sudah diatur oleh kantor"
"berikan nomor hpmu"Alex memberikan hpnya padaku,menyuruhku untuk memasukkan nomor ponselku disana"
"paswordnya"Alex menyebutkan beberapa angka padaku,"itu tanggal lahirmu"tanyaku sambil mengetikkan nomor ponselku dihpnya.
"bukan,tapi tanggal yang penting untukku"jawabnya.
"oke aku naik dulu"kataku sambil berusaha melepas seatbelt yang agak susah dibuka,
"sini kubantu"katanya sambil mencondongkan tubuhnya untuk membantuku melepas seat beltnya.
"sepertinya agak macet"kataku berusaha terdengar biasa.tiba tiba atmosfir diantara kami terasa berubah,aroma cologne maskulin dari tubuhnya mulai memenuhi indera perciumanku,membuat tenggorokanku seperti tercekat,tanpa sadar kujilat bibirku yang terasa kering dengan lidah,membuat Alex beralih menatap bibirku yang sedikit basah itu.
"sorry"tiba tiba dia mencium bibirku dengan dalam membuat gelenyar aneh yang kurasakan sejak tadi tiba tiba semakin memenuhi setiap sel ditubuhku dengan gerakan reflek kuangkat tanganku yang bebas untuk meremat rambut hitamnya yang lebat,kubuka mulutku agar dia bisa dengan mudah mengeksplor kedalam mulutku yang sudah sejak tadi mendambakan ciumannya,paham dengan reaksiku alex langsung menarik tengkukku agar dapat menciumku lebih dalam,
kami seolah olah ingin meluapkan seluruh rasa yang terpendam melalui ciuman itu.
oksigen diparu paruku terasa mulai menipis aku mencoba mendorong tubuh alex untuk bisa bernafas
Dengan enggan kulihat dia melepaskan ciumannya karena melihatku hampir kahabisan nafas,segera kuhirup udara sebanyak banyaknya agar paru paruku kembali terisi,kutatap wajahnya yang masih tertutup nafsu,
"naiklah" katanya sambil melepaskan sabuk pengamanku dengan pelan dan menggeser posisi tubuhnya agar aku bisa keluar.
"ya,"jawabku sambil merapikan pakaianku yang tampak kusut karena tangan nakalnya.
"terima kasih untuk hari ini"kataku sambil melangkah keluar dari mobil.
"tidurlah,besok aku akan menghubungimu"katanya sebelum membawa mobilnya berlalu dari tempatku berdiri yang memandang kepergiannya sampai mobil yang dinaikinya menghilang dari area parkir hotel.
kuhembuskan nafas keras sambil berjalan masuk kedalam hotel tempatku menginap.
Aku pasti sudah gila , karena setuju untuk berhubungan dengannya,pikirku.
Almera.. kau sedang bermain dengan api,rutukku sambil berjalan menuju kamar hotel milikku.
__ADS_1
Tanpa semangat kujatuhkan tubuhku diranjang sambil memikirkan apa yang sebenarnya sedang terjadi padaku,hidup seolah olah tak dapat lagi ku kendalikan semenjak aku bertemu dengan alex,
"oh sial"makiku dengan kesal sambil melempar bantal kelantai.