Gigolo Milik Almera

Gigolo Milik Almera
40. Ternyata itu kau Alex !?


__ADS_3

Setelah mendapat telpon dari Miler bahwa Si tua Smith baru bisa bertemu denganku sore nanti aku memutuskan untuk beristirahat saja dulu sambil menunggu waktu.karena sejak tiba disini aku belum sempat untuk memejamkan mata.


Sekitar lewat tengah hari aku baru terbangun dari tidurku,karena bunyi diperutku yang minta untuk diisi.Aku baru ingat tadi pagi aku hanya minum secangkir kopi tanpa ingat untuk mengisi perutku karena sudah lebih dulu diserang kantuk saat tau si tua Smith tidak bisa menemuiku pagi tadi.


Segera kubersihkan diriku di kamar mandi dan memakai pakaian yang nyaman, celana jeans warna biru dengan dipadu atasan kaos putih lengan pendek dan dilapisi jaket tipis diluarnya,rambutku sengaja kuikat tinggi keatas agar aku merasa nyaman.


Karena ini bulan Mei dan Amerika sedang memasuki musim semi jadi aku bermaksud untuk makan siang dikedai pinggir jalan yang ada ditaman sambil menikmati udara yang hangat disini.


Aku memilih membeli satu hamburger berukuran besar dan segelas cola les sugar yang dijual pedagang kaki lima di taman, sambil menikmati lagu yang dibawakan pengamen pengamen yang ada ditaman itu.


Setelah perutku kenyang aku memutuskan untuk berjalan jalan disekeliling taman kota sambil menunggu waktu untuk mengunjungi si tua Smith.


Tanpa terasa hari sudah menjelang sore saat aku memutuskan untuk kembali kehotel tempatku menginap.


Saat sampai dihotel aku segera bersiap siap sebelum pergi mengunjungi si tua Smith.


Aku sengaja memakai baju yang sedikit formal saat pergi kesana,supaya terkesan aku mengunjunginya karena sedang melakukan perjalanan bisnis.


**


Saat aku turun dari taksi kulihat Miler sedang berdiri didepan pintu pagar rumah si tua Smith sepertinya dia sengaja menunggu kedatanganku.


"selamat sore Nona Almera"sapanya ramah sambil membungkuk hormat padaku.


"sore Miler, senang bisa bertemu lagi denganmu"ucapku menjawab sapaanya sambil tersenyum dan melangkah masuk kedalam rumah.


"silahkan duduk akan saya panggilkan tuan besar Smith"


Aku hanya mengangguk mengiyakan perintahnya.


Kuedarkan pandanganku kesekeliling ruang tamu itu yang tampak sama dengan saat pertama kali aku berkunjung kesitu,tapi kalau dulu aku mungkin tidak tertarik dengan deretan foto tua keluarga yang terpajang disana tapi sekarang lain.


Kuamati satu persatu foto foto lama itu, dan akhirnya tatapanku tertuju pada sebuah foto seorang gadis muda berusia awal 20 an dengan seorang anak laki laki yang usianya terpaut cukup jauh.


Gadis dalam foto itu sangat cantik wajah khas Amerika dengan rambut merah sebahu yang tergerai indah,sedang anak laki laki yang ada disebelahnya memliki rambut hitam dan mata coklat yang membuatku merasa sangat familiar dengan wajah itu.


Kuangkat foto itu untuk melihatnya lebih dekat,mirip seseorang tapi siapa,gumamku pelan.

__ADS_1


"kau tidak kenal anak laki laki yang ada difoto itu"


Seketika aku tersentak saat merasa ada seseorang yang berbisik didekat telingaku,


Tanpa bisa kucegah bingkai foto yang ada ditanganku jatuh kebawah.


Seandainya tidak ada tangan orang yang berbisik padaku dengan sigap menangkapnya mungkin bingkai itu sudah jatuh berkeping keping kelantai marmer rumah itu.


"Alex!!?"ucapku dengan ekspresi sangat terkejut saat tau orang yang berada dibelakangku adalah dia.


"kenapa kau ada disini"tanyaku dengan bingung.


"kenapa?,kau tidak senang bertemu denganku"


"itu..."


"tentu saja karena aku merindukanmu,makanya aku sengaja datang kesini untuk menyusulmu"ucapnya langsung memelukku dengan erat.


"sudah hentikan sandiwaramu"tiba tiba si tua Smith memukulkan tongkatnya kekepala Alex.


"Grandpa kenapa harus mengganggu sih!seharusnya grandpa jangan keluar dulu nanti saat aku sudah selesai baru grandpa boleh keluar"


"bukankah grandpa bilang ingin segera menimang cucu tapi baru saja aku merayu calon ibunya,grandpa malah mengacaukannya"


"bukan begitu cara merayu perempuan,kalau hanya dengan gombalan gombalanmu itu saja tidak akan cukup untuk mendapatkan wanita seperti dia,kau harus punya taktik"


"seperti cara grandpa,yang pura pura memberinya kalung murahan,itu kampungan sekali".


"aku hanya mewakilimu untuk memberikan barang yang hanya kau simpan saja sejak dulu"


Aku hanya mendengarkan perdebatan dua orang pria beda usia itu dengan perasaan campur aduk.


"bisa kalian hentikan perdebatan ini"ucapku berusaha menahan emosi karena sejak tadi dijadikan perdebatan oleh mereka.


Tapi sepertinya suaraku tidak didengar oleh mereka berdua dengan sebal kukeraskan nada suaraku agar mereka berhenti.


"hentikan,!!?"teriakku dengan emosi,seketika mereka menghentikan perdebatan itu.

__ADS_1


Setelah mereka berhenti aku segera melangkah keluar meninggalkan mereka dengan perasaan kecewa.


"Almer tunggu!!"


aku terus saja berjalan keluar rumah ,tanpa menghiraukan teriakan Alex.


"Almer dengarkan dulu penjelasanku"ucapnya sambil menarik pergelangan tanganku,agar berhenti berjalan.


"Alex lepaskan!"aku berusaha untuk menarik lepas tanganku dari cengkeramannya.


"dengarkan dulu penjelasanku ini tidak seperti yang kau pikirkan"Alex memutar tubuhku agar berhadapan dengannya.


"apa lagi yang harus kau jelaskan semuannya sudah jelas,ternyata kau adalah Ceo dari Smith Group. dan selama ini kau telah membohongiku dengan menyamar menjadi gigolo agar bisa mendekatiku bukan?"


"bukan begitu Almer,aku tidak pernah bermaksud membohongimu,aku hanya menunggu waktu yang tepat untuk menjelaskannya padamu"


"kapan,saat kau sudah berhasil merebut seluruh proyek proyek besar yang kumiliki dan membuatku bangkrut,apakah saat itu kau baru akan mengatakannya!"ucapku dengan emosi karena merasa selama ini telah ditipu olehnya.


Ternyata benar apa yang dikatakan Mike saat itu,bahwa aku pasti akan menyesal karena menyukainya dan aku sudah merasakannya sekarang.


Tanpa bisa kubendung air mataku jatuh dengan sendirinya dikedua pipiku,hatiku terasa sangat sakit mengetahui kenyataannya.


"Mer,aku tidak pernah punya niat seperti itu,perasaanku padamu benar benar tulus.Aku benar benar mencintaimu bukan hanya saat ini,tapi aku sudah mencintaimu sejak dulu, aku suka padamu sejak pertama kali melihatmu berkunjung keRanch milik kakekku waktu itu, apa kau sudah lupa dengan seorang anak laki laki yang memakai kawat gigi dan selalu mengikutimu kemana mana ."ucapnya dengan suara parau.


"aku tidak ingat dan aku tidak perduli lagi dengan itu"ucapku dengan emosi memuncak karena merasa sangat kecewa.


"Mer pliss?!"kulihat mata Alex sudah mulai berkaca kaca saat bicara padaku.


"Alex cukup,mulai sekarang aku tidak ingin bertemu denganmu lagi"ucapku dengan emosi padanya.


"tidak!!,aku tidak akan pernah melepaskanmu lagi"


kulihat kilatan aneh dimatanya membuatku jadi takut melihatnya.


"Alex lepaskan kau menyakitiku,ucapku sambil berusaha melepaskan cengkeraman tangannya dari lenganku.


"berjanjilah dulu untuk tidak akan pernah meninggalkanku maka aku akan melepaskanmu"

__ADS_1


"maaf aku tidak bisa,aku terlalu kecewa dengan kenyataan yang kuketahui ini"ucapku berusaha berbicara dengan lebih lunak padanya agar dia mau membiarkan aku pergi.


__ADS_2