Gigolo Milik Almera

Gigolo Milik Almera
33.Pov Alex 3.


__ADS_3

Alex duduk direstoran hotel tempatnya menginap,dia sedang menunggu kedatangan seseorang,saat menatap keluar ekor matanya melihat sosok yang dikenalnya turun dari mobil membawa sebuah koper masuk kedalam hotel yang sama dengan tempatnya menginap.


Almera,gumamnya bermaksud bangkit dari kursi untuk mengejar sosok wanita yang dilihatnya tadi.


Tapi baru saja dia akan pergi tiba tiba ponselnya berdering,dengan terpaksa Alex menghentikan niatnya untuk mengejar Almera.


"ya,hallo"


"tuan Grand,saya sudah berada didepan hotel tempat anda menginap,dimana saya bisa menemui anda"tanya sipenelpon pada Alex.


"temui aku di restoran lantai dasar,aku duduk dimeja dekat jendela besar yang menghadap kepintu masuk restoran"


"baik saya akan segera kesana"


Lima menit kemudian orang yang ditunggu Alex sudah datang,seorang pria Amerika berumur setengah baya dengan perawakan sedang datang menghampiri Alex.


"ini berkas yang anda minta,untuk saya bawakan"laki laki itu menyerahkan bungkusan yang berisi berkas berkas penting kepada Alex.


"sudah kau periksa semua"tanya Alex pada laki laki itu.


"sudah,dan seperti perkiraan anda perusahaan ini memang sedang bermasalah tapi belum cukup untuk membuatnya dalam masalah serius".


"bikin perusahaan ini lebih bermasalah lagi,cari semua titik lemah dari perusahaan ini"


"baik tuan Smith eh maaf Grand maksud saya"


"ekhm,jangan sampai kau keceplosan terutama terhadap Grandpa, tentang masalah ini Miller"


"baik tuan Grand,saya permisi"


"besok pagi kembalilah ke Amerika"


"kenapa,anda tidak memerlukan bantuan saya lagi"


"Scoth saja yang disini,karena Almera ada di sini"


"maksud anda Miss Almera kembali lagi"


"ya,dan Almera kenal denganmu itu bisa menjadi masalah untuk rencanaku"


"baiklah tuan Grand besok saya akan langsung kembali ke Amerika"ucapnya sambil berjalan meninggalkan restoran itu.


Setelah kepergian Miller aku mencoba untuk mengirim pesan singkat keponsel milik Almera,berharap bahwa dia masih terjaga sekarang.


ternyata benar,Almera belum tidur.


Aku sebenarnya tidak telalu berharap Almera mau menemuiku sekarang,karena dia tau Almer pasti sangat lelah saat ini.


Tapi Saat Almer mengatakan bersedia menemuinya,Alex merasa sangat senang,walaupun ini diluar rencananya semula.


Rindu tentu saja Alex sangat merindukan Almera wanita cantik yang sekarang sedang berdiri sambil mengedarkan pandangannya mencari keberadaannya.


Melihatnya seperti itu Alex sangat ingin menghampiri wanita itu dan langsung mendekapnya dengan erat tapi dia berusaha menahan diri,seperti selama hampir dua bulan ini dia bisa menjaga jarak dari Almer.


Hanya sebentar,batinnya,aku hanya akan menemuinya sebentar saja sebagai pengobat rinduku walau hanya dengan memandang wajahnya yang cantik.


"Alex"panggilnya setelah melihat tempat dudukku.


Kuhampiri dia dengan tersenyum seperti biasanya.


"ayo duduklah"ajakku sambil menarikkan kursi untuknya.


"makasih"ucapnya sambil tersenyum padaku,membuat jantungku berdebar tak karuan.


"kau mau memesan sesuatu"

__ADS_1


"aku mau pesan pecel lele disini ada"


aku hampir tersedak mendengar pesanan yang disebutkan Almera.


"kau belum makan"tanyaku dengan heran.


"tadi,aku hanya makan batagor saat bersama Mike"


mendengar itu dadaku menjadi bergemuruh.


"pasti sangat lezat,batagornya"ucapku menanggapi jawaban Almera.


"aku tidak memakan batagornya tadi karena itu sekarang aku kelaparan"ucapnya dengan menunduk.


"baiklah kupesankan untukmu"


aku memesankan seporsi pecel lele untuk Almera.


"wah sepertinya sangat lezat"ucapnya dengan mata berbinar saat melihat pelayan mengantarkan seporsi pecel lele untuknya.


"ayo makan"perintahku padanya dengan lembut.


"em,Alex maukah kau membantuku"ucapnya dengan nada terdengar malu.


"ya,kau mau kupesankan yang lain"


Almera menggeleng,mendengar tawaranku.


"lalu"


"bantu aku makan"


"maksudku"bingung dengan permintaannya.


aku tersenyum mendengar permintaan yang diucapkannya.


kutarik kursiku mendekar kearahnya.


"kemarilah"ucapku sambil menyendokkan nasi kearah mulutnya.


Almera masih menatapku"ayolah buka mulutmu,bukankah kau belum makan apapun dari tadi.


Almera hanya mengangguk sambil membuka mulut untuk menerima suapan dari sendok ditanganku.


suapan demi suapan masuk kedalam mulut mungilnya itu.


"Alex,stop"ucapnya saat makanan yang ada dipiringnya hanya tersisa disendok yang ada ditanganku.


"tinggal satu kali lagi"


"stop itu untukmu"


tanpa pikir panjan aku langsung memasukkan nasi yang disendok itu kedalam mulutku.


"bagaimana enak bukan pecel lelenya"ucapnya sangat gembira melihatku menuruti keinginannya.


"ya,tapi lebih lezat yang ini"ucapku langsung mengecup sisa makanan yang ada disudut bibirnya.


melihat itu Almera tampak tersejtak sepwrtinya dia tidak menduga aku akan melakukan itu.


"Alex!!"


"sorry tadi hanya perbuatan reflekku saja"


"lupakan saja" ucapnya dengan wajah cemberut.

__ADS_1


"kau sudah selesai"


Almera,hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.


"ayo kuantar kau naik kekamarmu"


"sekarang" jawabnya terlihat agak kecewa.


"ya,kau masih menginginkan sesuatu"tanyaku


"tidak ada"jawabnya lalu bangkit dan berjalan keluar restoran,tanpa menungguku.


dengan langkah cepat segera kususul Almera keluar dari restoran.


"Almer tunggu!"kutarik tangannya pelan agar dia berhenti berjalan.


"Alex lepas, aku lelah mau kembali sekarang"


"biar kuantar oke"ucapku sambil menggandeng tangannya dan berjalan kembali sampai kamar hotel yang ditempatinya.


"aku masuk dulu"ucapnya saat kami sudah berada didepan kamarnya.


aku hanya menatap wajahnya tanpa bermaksud untuk melepaskan tangannya yang masih dalam genggamanku.


"Alex.."


"hem.."


"lepaskan tanganku"


"sebentar saja"ucapku lalu menarik tubuhnya masuk dalam pelukanku.


kupikir Almera akan menolaknya tapi dia malah membalas pelukanku dengan sama eratnya.


"aku merindukanmu"bisikku lirih diceruk lehernya yang harum membuatku semakin mengeratkan pelukanku ketubuhnya.


"aku juga merindukanmu Lex"


mendengar jawabannya dadaku semakin bergemuruh,menahan perasaan yang selama ini aku tahan.


"Almer"bisikku serak di ceruk lehernya,


Mencium aroma tubuhnya seperti ini membuat hasratku sebagai seorang laki laki jadi terbangkitkan.


Tanpa bisa kutahan kusesap kulit leher mulus milik Almera hingga meninggalkan bekas keunguan disana,1..2..3..tanpa kusadari aku sudah meninggalkan beberapa jejak dilehernya yang indah itu.


"kau ingin masuk..."tawarnya dengan suara parau.


Kupandangi wajah cantik yang masih berada dalam pelukanku itu.


kusentuh perlahan wajah yang sangat kurindukan itu.kami saling menatap dengan rindu.


"Alex"ucapnya parau sambil menatap intens kepadaku.


"hem"tanganku masih bergerak diatas bibir indahnya berusaha menahan hasratku untuk menghabiskan bibirnya yang pink menggoda.


apalagi saat kurasakan aset depan milik Almer yang menempel didadaku semakin membuat gairahku bangkit.


'Tahan Alex,bukankah kau berniat tidak akan menyentuhnya lagi'.


'Hanya sedikit pasti tidak apa apa,kau belum tau kapan kau bisa menyentuhnya lagi setelah hari ini.


'Mencium bibirnya sebentar pasti tidak apa apa, sayang kalau tidak dicium bibir pinknya yang menggoda itu'.


Suara suara iblis silih berganti berbicara didalam kepalaku,membuat dadaku bergemuruh menahan hasratku pada Almera.

__ADS_1


__ADS_2