Gigolo Milik Almera

Gigolo Milik Almera
37.Berniat mengungkap kebenaran.


__ADS_3

Kubuka mataku dengan bingung,aku mencoba bangkit dari tempat tidur tapi kepalaku masih terasa sangat berat,augh'erangku menahan sakit dikepalaku.


"Almer kau sudah sadar"ucap Anggela sambil membantuku untuk duduk bersandar dikepala ranjang.


"dimana ini"tanyaku sambil mengamati sekeliling ruangan yang seperti sebuah klinik.


"kau ada diruang kesehatan gedung ini"


aku hanya diam sambil masih mengamati keadaan kamar itu.


"siapa yang membawaku kesini?"tanyaku dengan penasaran.


"Alex,yang menggendongmu keruangan ini"


"lalu dimana dia sekarang"tanyaku karena tidak melihat keberadaannya diruangan itu.


"dia sedang keluar sebentar ada yang harus dilakukan katanya"


Aku hanya diam mendengar penjelasan Anggela.


"bantu aku berdiri"pintaku padanya karena kepalaku masih terasa agak pusing.


"tapi Alex bilang...."


"aku mau pulang sekarang,tidak perlu menunggu Alex"ucapku berjalan perlahan dari ruangan itu dengan dibantu Anggela.


baru saja kami berjalan sampai depan pintu ruangan, kulihat Alex berjalan dengan cepat menuju kearahku.


"Almer kenapa tidak menungguku"ucapnya dengan mengambil alih tubuhku yang dipapah oleh Anggela.


"aku ingin pulang"ucapku berusaha menyingkirkan tangannya dari bahuku.


"biar kuantar kau pulang"jawabnya tidak mau melepaskan tubuhku.


"tidak perlu,biar Anggela saja yang mengantarku pulang"


"ayolah Mer, biar aku yang mengantarkanmu supaya aku bisa tenang setelah melihatmu sampai dengan selamat"


Aku masih ingin protes tapi saat ini kami sudah berada diarea parkiran,jadi aku memutuskan untuk mengalah dengan menerima tawarannya untuk mengantarku pulang.


didalam mobil,aku bersandar diam sambil menghadap keluar jendela tanpa sedikit pun menoleh kearah Alex yang sedang mengemudikan mobil.


"Mer kau tidur"tanya Alex karena melihatku hanya diam tak memberi reaksi padanya.


"tidurlah kau pasti lelah sekarang"ucapnya, kurasakan tangannya mengelus lembut pipiku.Mendapat perlakuan seperti itu,tiba tiba mataku terpejam dan aku mulai tertidur.

__ADS_1


Aku terbangun saat merasa tubuhku melayang turun kebawah,kukerjapkan mataku untuk tau aku berada dimana.


"kenapa bangun?',tidurlah lagi"ucap Alex sambil menyingkirkan tangannya dari tubuhku.Karena baru menurunkan aku dari gendongannya.


"kenapa tidak membangunkanku kalau sudah sampai"ucapku dengan nada kesal padanya.


"kau terlalu nyenyak tidur tadi jadi aku tidak tega untuk membangunkanmu"


"alasan"ucapku lirih sambil memalingkan wajah darinya,"pulanglah aku ingin istirahat,ucapku karena masih melihatnya berdiri dikaki ranjang menatap kearahku, yang membuatku semakin risih menerima tatapannya.


"ya,setelah kau tidak marah lagi padaku ucapnya lalu duduk disampingku diatas ranjang.


"siapa yang bilang aku marah padamu aku hanya lelah,itu saja"ucapku tanpa menatap kearahnya.


"baiklah sepertinya kau memang butuh istirahat malam ini"ucapnya lalu bangun dari tempat duduknya,"istirahatlah malam ini tadi dokter disana bilang kau terlalu lelah akhir akhir ini,karena itu kau bisa pingsan mendadak" Alex mengecup puncak kepalaku sekilas sebelum keluar dari kamarku.


Aku hanya memandang kepergiannya tanpa berniat untuk bangun dari tempat tidur',dasar laki laki tidak peka'rutukku dengan geram, saat mendengar suara pintu apartemenku tertutup dari luar.


Setelah kudengar Alex benar benar telah pergi dari apartemenku,aku segera menghubungi Anggela.


"halo Mer kau baik baik saja"


"ya aku tidak papa,Anggel besok kau pesankan tiket pesawat untuk ke Amerika"


"untuk apa?"


"baiklah Almer,"


"oh iya,jangan katakan pada siapapun tentang kepergianku"


"maksudmu"


"jangan beritau Alex atau Mike tentang kepergianku ke Amerika,dan kalau kau ingin menghubungiku,hubungi kenomor pribadiku saja,karena untuk sementara aku akan me non aktifkan nomorku ini"


"apa yang akan kau lakukan disana,Mer,kenapa sepertinya sangat rahasia"


"ya,aku memang ingin mengungkap kebenaran yang selama ini menjadi pertannyaan diotakku".


"kau tidak akan melakukan sesuatu yang berbahaya kan?"tanya Anggela tampak khawatir ditelpon.


"tidak aku hanya akan menemui si tua smith untuk memberikan hadiah balasan yang dia minta"


"oh syukurlah"ucapnya terdengar lega.


*

__ADS_1


*


Setelah menempuh perjalanan panjang aku tiba di Amerika,sebelum berangkat kesana aku sengaja membeli hadiah untuk si tua Smith agar ada alasan untuk bertemu dengannya disana.


Karena bagaimana pun si tua Smith bukan orang sembarangan jadi aku tidak ingin terlihat sengaja menemuinya hanya untuk bertanya tentang masalah keluarganya, karena itu adalah hal yang sangat pribadi.


Aku menginap dihotel dekat tempat tinggal Si tua Smith,agar lebih mudah untuk mengunjunginya nanti.Saat aku tiba diAmerika hari sudah menjelang malam jadi aku bermaksud menemuinya besok pagi saja,pikirku.


Sebelum tidur aku sengaja menghubungi Asisten Miller untuk bertanya apakah besok aku bisa bertemu dengan si tua Smith.


"halo Miller ini aku Almera,apakah besok pagi tuan Smith ada dirumahnya"


"ya,nona Wijaya besok pagi tuan besar ada dirumah,apakah anda ada perlu berbicara dengan beliau besok"


"oh,tidak sekarang aku sedang mengadakan kunjungan bisnis ke Amerika untuk beberapa hari bisakah aku datang untuk mengunjungi beliau besok pagi"


"saya tidak tau tapi akan saya tanyakan pada beliau besok pagi pagi sekali saat beliau sudah bangun apakah beliau bisa bertemu dengan anda besok"


Kulirik jam dipergelangan tanganku sudah pukul 23.00 waktu Amerika, sudah malam untuk laki laki seusianya kalau aku memaksa Miler memberi taunya sekarang,pikirku.


"baiklah,tolong katakan pada beliau aku datang membawakan hadiah dari Indonesia,dan ingin bertemu dengan beliau,secepatnya"


"baiklah pasti akan saya sampaikan"jawab Miler.


Setelah aku menghubungi Miller,sebelum beristirahat aku sengaja menghubungi Anggela menggunakan nomor pribadiku seperti pesanku padanya karena aku yakin Alex Atau Mike pasti akan menghubungiku lewat nomor yang biasa kupakai.


"Angel aku sudah sampai diAmerika,bagai mana dengan urusan pekerjaan" tanyaku mengirim pesan padanya


"beres"jawabnya dengan cepat.


"kirim ke emailku berkas berkas yang harus kutandatangani"


"ok"


setelah itu masuk beberapa pesan ke emailku tentang pekerjaan yang harus kutandatangani segera.Sambil menunggu rasa kantukku datang aku sengaja memeriksa berkas yang harus harus kutandatangani sekarang.


Aku tak ingat sampai jam berapa aku selesai bekerja,saat aku sadar ternyata hari sudah pagi,sampai selama itu aku bekerja ,batinku sambil melirik jam ditanganku.


Kalau aku tidur, aku takut nanti Miler menghubungiku dan mengatakan bahwa si tua Smith mau menemuiku pagi ini jadi aku segera membersihkan diri dan berniat untuk memesan sarapan pagi dikamar saja,jadi aku bisa makan sambil bersiap siap,pikirku.


Aku baru saja selesai membersihkan diri saat kudengar ponselku berbunyi dengan segera kuangkat panggilan yang aku tau pasti dari Miller.


"halo Miller"jawabku dengan tidak sabar.


"nona Almera,maaf tuan besar tidak bisa menemui anda pagi ini".

__ADS_1


Aku sedikit kecewa mendengar ucapan Miler,tapi aku tidak mungkin berkeras untuk bertemu dengan situa Smith sekarang jadi aku bertanya lagi ke miller kapan situa Smith bisa menemuiku.


"nanti sore beliau akan menemui anda nona Almera"


__ADS_2