
Almera masih tertidur saat sampai di Mansion,jadi sang Ayah yang sudah menunggu kedatangan mereka diMansion menyuruh pengawal yang mengantarkan Almera pulang untuk mengangkat tubuh Almera langsung kedalam kamar tanpa membangunkannya.
"Biar saya saja om yang membawa Almera kekamar "tawar Mike didepan Ayah Almera.
"tidak usah,biar dia saja,toh itu memang tugasnya,aku membayar mereka mahal memang untuk melindungi anak dan calon cucuku"ucap Sang Ayah,"kau antar dokter Karen saja kekamarnya"perintah Ayah Almera.
"baik om,kalau begitu saya pergi dulu"
Mike pergi meninggalkan ayah Almera dan mengajak dokter Karen untuk mengikutinya dari belakang.
Selama berjalan menuju kamar yang akan ditempatinya Dokter Karen mengamati kondisi di Mansion itu.
Mansion yang sangat besar dan indah,andai dia bisa punya tempat tinggal seperti ini batinnya.
Setelah berjalan lumayan lama akhirnya mereka sampai dikamar yang akan ditempati Karen.
Karen masuk kedalam kamar diikuti oleh Mike dibelakangnya.
"Mike ini gila!,Mansion ini sungguh luar biasa,kita harus segera merebut harta mereka,tak kusangka Almera sekaya ini!"
"ini hanya sebagian kecil contoh dari kekayaan mereka,harta mereka yang lain tidak terhitung jumlahnya" ucap Mike.
"sepertinya kita harus mempercepat rencana kita,agar semua ini bisa menjadi milikku"ucap Karen dengan terkagum kagum pada kamar yang ditempatinya.
"kau suka kamar ini sayang?"tanya Mike sambil memeluk pinggang Dokter Karen.
"ya,kau harus memberikan Mansion ini kepadaku saat kau bisa menguasai harta Almera!"
"kau tenang saja,bukan hanya Mansion ini yang menjadi milikmu tapi juga banyak hal lainnya lagi"
"tapi kau yakin bisa mengambil seluruh harta mereka?"tanya Karen.
"kau tenang saja sekarang perusahan sudah berada dalam kendaliku, jadi sekarang tugasmu disini untuk membuat Almera yang menyebalkan itu menjadi semakin seperti mayat hidup"
"kau tenang saja,selama dirumah sakit sampai sekarang aku selalu memberinya obat yang membuatnya semakin tidak tau mana ingatan yang benar dan mana yang cuma khayalan".
"mulai sekarang karena sudah tidak dirumah sakit sebaiknya kau tambah dosisnya,buat dia merasa seolah olah si brengsek Alex itu masih hidup, dan berada disampingnya terus"
__ADS_1
"kau tenang saja soal itu,tapi apa kau yakin bahwa Alex benar benar sudah mati?"
"ya, aku yakin karena sudah berkali kali anak buahku mencari dia disekitar tempat itu dan juga disemua tempat yang mungkin dipakainya sebagai tempat persembunyiannya ,tapi tidak ada tanda tanda keberadaannya,kalau dia tidak mati seharusnya sekarang dia sudah muncul karena ini sudah hampir dua bulan dari sejak kejadian kecelakaan maut itu"
"iya,meskipun dia hidup pasti dia juga sudah cacat akibat kecelakaan itu"
"sekarang sebaiknya aku pulang dulu,aku harus keperusahaan untuk mengurus beberapa hal"ucap Mike,sambil mencium bibir Karen sebelum keluar dari kamar Karen.
Sementara itu,Almera terbangun saat merasakan lapar diperutnya.
Saat membuka mata dilihatnya ada seorang pelayan,sedang membereskan kopernya yang berasal dari rumah sakit.
"sore nona muda,anda sudah bangun"sapanya.
"iya,ini jam berapa?"tanya Almera pada pelayan itu.
"sudah pukul 5 sore,ada apa nona muda?"
"tidak aku hanya ingin makan sesuatu bisa kau minta pelayan didapur untuk membuatkan aku sesuatu yang bisa dimakan, karena ini belum waktunya makan malam"
Almera menatap ke sekeliling kamarnya itu,masih sama tidak berubah sejak terakhir kali ditempatinya dulu waktu dia masih SMA.
Almera,turun dari ranjang dan berjalan kearah kamar mandi,dia bermaksud untuk membersihkan tubuhnya lebih dulu sebelum pelayan datang mengantarkan makanannya.
Almera masuk kekamar mandi,dan langsung masuk kedalam bathup besar yang ada dikamar mandinya, sudah lama sekali rasanya dia tidak mandi dengan benar,batinnya.
Selama dirumah sakit para dokter dan perawat selalu mengawasinya dengan ketat,terutama Dokter Karen yang membuat Almera menjadi sebal pada wanita itu,bahkan didepan kamarnya selalu ada dua pengawal yang menjaganya.
Almera merasa benar benar seperti berada dipenjara saat berada dirumah sakit,tapi sekarang dia sudah di rumahnya,jadi dia bisa sedikit bebas karena tidak mungkin selama 24 jam sang ayah menempatkan pengawal untuk mengawasinya terus menerus,pikirnya.
Setelah puas mandi Almera segera masuk ke walkincloset untuk memakai baju,saat Almera akan membuka lemari mengambil baju yang akan dipakainya,dia terkejut karena melihat bayangan seseorang dari cermin besar yang ada disamping.
Almera bermaksud berteriak tapi tiba tiba mulutnya sudah dibekap oleh bayangan orang yang dilihatnya tadi.
Almera memejamkan matanya karena terlalu takut pada orang yang membekapnya itu.
"sttt,jangan berteriak sayang ini aku"bisik orang yang membekap mulutnya itu.
__ADS_1
Seketika Almera langsung membuka matanya karena mengenali suara orang itu.
"Alex!!"
Almera langsung membalikkan badan dan memeluk,orang yang memakai pakaian serba hitam itu.
"Alex!!,aku merindukanmu,ucap Almera sambil mulai terisak dalam pelukan pria itu.
"aku juga merindukan sayang,maaf membuatmu khawatir,"bisik pria itu pada Almera.
"Alex!,maaf karena aku marah padamu waktu itu,aku terlalu emosi,aku tidak....!"Almera semakin kencang menangis saat ingat kejadian kecelakaan yang dialaminya dengan Alex waktu itu.
"sttt,jangan menangis lagi,kau lihat aku sekarang baik baik saja bukan,jadi jangan bersedih lagi"
"tapi...,Lex,aku merasa sangat bersalah padamu karena keegoisanku,kita harus mengalami kecelakaan itu"ucap Almera masih dengan isakannya.
"ayolah sayang,kau lihat aku sekarang sudah tidak papa,dan itu yang penting bukan?"ucap Alex sambil mengangkat,dagu Almera agar menatap kearahnya.
"ya,tapi..."
sebelum Almera meneruskan kalimatnya Alex sudah lebih dulu ******* bibir Almera dengan penuh gairah.
"aku merindukanmu sayang,bisik Alex disela sela ciumannya panasnya.
"aku juga merindukanmu Lex",jawab Almera,sambil membalas ciuman Alex dengan tak kalah bergairahnya.
Mereka berciuman seperti dua anak manusia yang sudah lama kehausan dan baru saja mendapatkan air dari sebuah oase digurun pasir,saling ******* saling membelitkan lidah.
Hingga tanpa sadar Almera menabrak rak sepatunya dengan keras sampai membuat sepatu yang tersusun rapi disana jatuh berantakan hingga meninbulkan bunyi gaduh yang terdengar sampai kamar tempat tidurnya.
"nona muda Anda tidak papa"tanya pembantu nya yang ada didalam kamar Almera.
iya,tidak papa,aku hanya menabrak lemari sepatuku,jawab Almera dengan nafas terengah engah akibat ciumannya dan Alex barusan.
"apakah anda jatuh nona muda kenapa nafas anda tersengal sengal,saya akan membantu anda"tanya pelayan itu, dengan nada khawatir .
"aku tidak papa,tunggu saja disana aku akan segera keluar"jawab Almera panik.
__ADS_1