
Satu Minggu kemudian aku benar benar pergi kepameran perhiasan desiner Rosi kemala.
Ternyata banyak tamu tamu penting dari segala kalangan hadir disana tampaknya nama Rosi kemala sangat terkenal didalam dan luar negeri.beberapa hari yang lalu aku terpaksa meminta tolong Anggela untuk mendapatkan undangan pergi ke pameran ini.
Walaupun dengan bersungut sungut dan sedikit ancaman akhirnya dia bersedia melakukannya.
"tapi aku tidak akan pergi denganmu kepameran"ucapnya hari itu.
"ya,aku akan datang dengan sekretaris vita kesana"jawabku untuk membuatnya setuju.
"kau tau disana akan banyak orang orang penting yang akan datang"
"ya,karena itu siapa tau aku akan bertemu dengan Ceo Smith corp.disana"ucapku padanya.
"kenapa kau sangat penasaran dengan sosok Ceo Smith Corp.apa ada sesuatu yang kau sembunyikan"tanya Anggela.
"aku hanya merasa bahwa sebenarnya Cucu situa Smith itu orang yang aku kenal"
"terserah kau saja Mer,aku tidak mau ikut campur untuk masalah mu yang satu itu,aku sudah cukup repot menghadapi urusan pekerjaan yang kau berikan untukku setiap hari"jawab Anggela dengan wajah cemberut.
"jangan bilang begitu Anggel,itu juga untuk kebaikanmu kalau proyek proyek milik perusahaanku selesai dengan baik kau juga akan dapat bonus double,"
"iya,bos"ucapnya lalu berlalu pergi dari hadapanku.
Tapi pada akhirnya Anggela juga yang menemaniku pergi kepameran perhiasan malam ini,karena tadi pagi tiba tiba sekretaris Vita sakit jadi dia tidak bisa menemaniku malam ini.
"heh,kenapa sih sekretaris Vita harus sakit jadi semua rencana yang sudah kususun berantakan"keluhnya sambil mengemudikan mobil menuju tempat acara.
"tenanglah Anggela,anggap saja sekarang kita sedang hangout bukan sedang menghadiri acara pameran"ucapku mencoba mencoba menghiburnya.
"mana ada hangout dengan penampilan begini"masih dengan nada menggerutu.
"bagaimana setelah ini kita benar benar hangout"ucapku memberi saran padanya.
"maksudmu,kita akan keclub dengan penampilan seperti ini"ucapnya menunjuk gaun malam panjang yang kami pakai.
"untuk itu tenang saja aku sudah menyiapkan semuanya di bagasi"jawabku sambil menaikkan sebelah alis mataku"
sebenarnya apa tujuanmu pergi kepameran ini sih Almer"
__ADS_1
"aku hanya merasa penasaran dengan sesuatu"ucapku masih belum mau membuka niatku sebenarnya pergi kepameran perhiasan itu.
"baiklah kalau begitu tapi kita tidak akan terjebak disana semalamankan"
"kau tenang saja kita hanya sebentar setelah aku memastikannya kita akan pergi dan bersenang senang diclub".
Setelah menempuh perjalanan selama beberapa waktu akhirnya kami sampai digedung pameran, terlihat banyak sekali tamu dari kalangan kelas atas datang kepameran Rosi Kemala.
Dengan didampingi Angela kami berdua masuk kedalam gedung pameran yang didekorasi sangat mewah malam itu.
Banyak perhiasan perhiasan indah yang ditampilkan di acara Pameran itu.
"Mer.."panggil Anggela saat aku sedang mengagumi sebuah kalung dengan liontin berbentuk hati berwarna biru,membuatku teringat kalung yang dimiliki Rose difilm titanic.
"Apa Anggela"jawabku belum menhalihkan pandanganku dari kalung itu.
"itu,Alex"ucapnya padaku.
seketika aku memalingkan wajah menengok kesamping mencari orang yang dimaksud Anggela.
"mana Alex"tanyaku saat tidak melihat sosoknya disana.
"itu yang berdiri disamping nyonya Rosi kemala"
"ya itu Alex"ucapku lirih seolah tak percaya dia ada disini karena setelah pertemuan kami di Bandung waktu itu dia tidak menghubungiku lagi,padahal dia mengatakan akan menemuiku setelah dia kembali ke Jakarta tapi sampai sekarang dia tidak menghubungiku,ada rasa nyeri disudut hatiku,melihatnya berada disini.
"dia terlihat sangat dekat dengan nyonya Rosi kemala,kau baik baik sajakan"tanya Angela padaku.
"apa maksudmu,kami tidak punya hubungan apa apa jadi tentu saja aku baik baik saja"ucapku berusaha menutupi perasaan nyeri yang terasa menusuk didadaku.
"ayo kita lanjutkan berkeliling ucapku pada Anggela"sambil menariknya menjauh dari pandangan mereka berdua.
Kami melanjutkan melihat lihat perhiasan yang ada dipameran itu, tapi pikiranku benar benar sudah tidak fokus pada keadaan diacara pameran .
Anggela mulai menyadari perubahan dari sikapku mengajakku untuk meninggalkan acara,tapi baru saja kami akan pergi tiba tiba seseorang menegurku dari belakang.
"kalung yang bagus"ucapnya.
"iya ini benar benar kalung yang bagus"balasku sambil menunjuk kalung yang terpajang dietalase.
__ADS_1
"bukan yang itu tapi yang anda kenakan"ucapnya sambil menunjuk kalung pemberian si tua Smith yang melingkar dileherku.
"maksud anda ini nyonya Rosi"ucapku sambil menyentuh kalung yang ada dileherku.
"ya,itu"ucapnya sambil mendekat kearahku dan mengamati benda itu dengan seksama.
"ini hanya kalung biasa hadiah dari seorang teman yang membelinya dipasar loak"ucapku merendah padanya.
"apakah ada teman yang tega memberi barang murah untuk Ceo dari perusahaan besar seperti anda"
"kenapa tidak,saya tidak pernah nenghargai sebuah hadiah dari harganya tapi dari nilainya."ucapku memberinya alasan agar dia tidak berpikir bahwa aku orang yang egois.
"saya mengerti sekarang kenapa orang itu memberikan kalung itu untuk anda"
"maksud anda apa"
"sebuah hadiah cantik untuk orang yang sangat cantik ucapnya sambil tersenyum padaku"
"terimakasih atas pujian anda"ucapku sambil bermaksud pergi dari hadapannya.Tapi dia mengatakan sesuatu yang membuat langkahku terhenti.
"saya juga punya kalung yang mirip seperti milik anda,apakah anda ingin melihat nona Wijaya"
Mendengar itu aku jadi tertarik untuk mengikutinya melihat kalung yang dimaksud.
Sambil berjalan disampingnya kuedarkan pandangan mencari keberadaan Alex kesekeliling tempat itu tapi ternyata Alex tak terlihat lagi.
"ini dia" tunjuknya pada kalung yang dipajang di leher patung"bagaimana miripkan"ucapnya padaku.
"ya tapi agak berbeda dibagian liontin yang menyatu dengan rantai" ucapku padanya.
"memang benar,karena kalung yang kubuat itu terinspirasi dari kalung yang anda pakai"
"maksud anda ini bukan kalung biasa"ucapku sambil menyentuh kalung itu.
"itu hanya kalung biasa tapi pemilik sebelumnya adalah orang yang luar biasa"
"saya tidak mengerti maksud anda"ucapku semakin penasaran.
"itu adalah kalung yang dirancang pertama kali oleh Margareta Smith untuk putranya,karena ingin memberi hadiah untuk gadis muda yang disukai oleh putranya saat itu.
__ADS_1
Tapi entah apa yang terjadi pada gadis muda itu,karena setelahnya kalung itu dipakai oleh putri Margareta Amora Smith. Sampai kejadian naas itu menimpa seluruh keluarga mereka,kalung ini yang menjadi bukti bahwa orang orang yang mengalami kecelakan mobil itu adalah margareta ,Amora dan suaminya".
Aku tak tau harus bicara apa setelah mendengar apa yang dikatakan oleh nyonya Rosi padaku,perasaanku menjadi tidak karuan,tiba tiba nafasku sesak dan pandanganku langsung menjadi gelap,aku tidak sadar saat ada orang yang memanggil namaku dengan khawatir.