Gigolo Milik Almera

Gigolo Milik Almera
43.I love you but I hate you.


__ADS_3

Seperti yang dikatakan Alex tadi pagi,sore itu datang orang orang yang ditugaskanya untuk mendandaniku.


Dari mulai perias wajah sampai desainer yang membawa baju pengantin yang akan kupakai sore ini.


Aku hanya membiarkan saja saat orang orang yang dikirim Alex kekamar itu melakukan pekerjaannya,setelah lebih dari satu jam akhirnya mereka selesai juga mempermak diriku menjadi cantik versi mereka.


Setelah tugas mereka selesai mereka semua keluar dari kamar itu dan akhirnya aku hanya tinggal sendiri dikamar itu.


kupandangi diriku di cermin besar yang ada dikamar itu.


Aku akan menikah seharusnya hari ini adalah hari paling bahagia dalam hidupku tapi kenapa aku malah merasa hampa,aku seperti bukan diriku saat ini.


Saat aku sibuk berperang dengan pikiran yang ada didalam kepala tiba tiba pintu kamar terbuka,kulihat si tua Smith berdiri disana berjalan menuju kearahku.


"Almera,aku senang karena kau akan menikah dengan Alex,mungkin hanya caranya saja saat ini yang salah karena memaksamu,tapi percayalah Alex sangat mencintaimu dia pasti akan membuatmu bahagia,jadi kuharap jangan ragu dengan pernikahan ini"


Aku hanya tersenyum mendengar apa yang dikatakan pria tua dihadapanku itu,tak tega rasanya untuk mengatakan tidak dihadapannya,dia pasti sudah sangat mengharapkan hal ini, apalagi Alex adalah satu satunya pewaris yang dimilikinya.


"ijinkanlah aku yang mengantarmu ke altar hari ini"ucapnya lalu menyuruhku untuk menggandeng lengannya.


Melihat perlakuan si tua Smith aku menjadi terharu,mungkin pernikahan ini tidak seburuk seperti yang terlihat ,batinku.


Saat hanya berdua dengan Alex nanti kami bisa membicarakannya baik baik,pikirku sekarang akan kulakukan pernikahan ini dulu seperti yang mereka semua inginkan.


Acara pernikahan diadakan disebuah kapel kecil yang berada dihalaman belakang vila itu.


Hanya ada beberapa orang yang hadir disana sebagai saksi dan semua adalah orang orang yang sudah pernah aku temui disini dan ada seorang laki-laki yang berdiri didepan altar yang menjadi pemimpin upacara pernikahan kami nanti.


Serta ada beberapa orang berpakaian serba hitam yang berjalan mondar mandir disekeliling area vila itu.


Ini hanya sebuah acara pernikahan kecil tapi kenapa harus banyak penjaga yang berjaga disana,setakut itukah Alex kalau aku sampai kabur dari acara pernikahan ini,batinku.


"kau siap"tanya si tua Smith sambil membawaku kedepan altar untuk melakukan pernikahan itu.


Aku hanya mengangguk padanya sebelum masuk kedalam bangunan kapel itu.


Didalam sana kulihat Alex sudah berdiri dengan gagahnya menungguku untuk mengucapkan janji suci pernikahan kami.

__ADS_1


Si tua Smith mengantarkanku sampai depan Altar layaknya seoarang ayah yang menyerahkan anak gadisnya untuk dinikahkan.


Setelah aku berdiri disamping Alex,pemimpin upacara membacakan janji suci pernikahan untuk kami berdua.


Saat Alex mengucapkan janjinya padaku, bahwa dia akan mencintai dan menyayangiku sampai maut memisahkan kami,


tiba tiba mataku berkaca kaca mendengar janjinya.


Aku merasa sangat terharu mendengar apa yang di ucapkan untukku bukan hanya dihadapan manusia tapi juga dihadapan Tuhan.


Setelah selesai mengucapkan janji pernikahan kemudian Alex menyematkan sebuah cincin kawin ke jari manisku, Dikecupnya keningku sambil membisikkan sebuah kata cinta yang sangat indah.


"Ilove you my wife,you are my sunshine"


Mendengar Alex mengucapkan itu kepadaku,seketika air mata yang kutahan sejak tadi mengalir deras dipipiku,aku benar benar menangis dengan kencang saat itu,hingga Alex harus memeluk tubuhku untuk menenangkanku agar aku berhenti menangis.


Setelah acara pernikahan selesai,Alex langsung membawaku masuk kembali kedalam vila tapi bukan dikamar yang tadi siang aku tempati.


Masih berada dilantai dua vila itu tapi kamar ini lebih besar dan perabotnya juga lebih lengkap,bahkan aku melihat koperku yang kutinggalkan dikamar hotel kemaren sekarang juga ada disini.


Segera kuperiksa isi koperku,masih utuh tidak ada yang kurang tapi dimana tas tangan yang berisi ponsel serta kartu identitasku.


"tunggu,dimana tas tanganku yang berisi ponsel dan kartu identitasku"tanyaku padanya.


"kartu identitasmu masih harus kupinjam untuk mengurus legal pernikahan kita,sedangkan ponselmu,nanti aku berikan setelah kita bulan madu"


"apa maksudmu,tidak bisakah sekarang saja kau berikan ponselku,aku perlu mwnghubunhi Anggela agar dia tidak khawatir"ucapku memberinya alasan.


"maaf untuk itu,selama kita bulan madu aku tidak ingin diganggu dengan pekerjaan"


"menyebalkan"omelku padanya sambil melangkah kedepan cermin dan mulai berusaha membuka gaun pengantin yang kukenakan.


"akan kusuruh Dolores datang kesini untuk membantumu membersihkan diri"


"kenapa bukan kau saja yang membantuku,kau kan suamiku seharusnya kau yang membantuku bukan Dolores,lalu kenapa tidak kau panggil sekalian Miler atau siapa saja untuk membantuku bersih bersih"omelku sambil tetap sibuk melepas gaun pengantin yang entah kenapa retslitingnya malah macet tidak bisa dibuka.


Membuatku semakin menyumpah dalam hati.

__ADS_1


"sini kubantu"


Aku terlonjak saat tiba tiba tangan Alex sudah berada dipunggungku,menarik lepas retsliting


gaun pengantin yang kukenakan.


"kenapa kau belum pergi bukankah kau bilang akan menemani si tua Smith dibawah"


"sepertinya aku berubah pikiran,biarkan saja Granpa ditemani oleh Miler,aku lebih ingin menemanimu sekarang dan membantumu membersihkan diri sepertinya itu lebih menarik dari pada menemani Grandpa dibawah"ucap Alex dengan suara yang terdengar parau dibelakang punggungku,dan nafasnya juga mulai terasa hangat menjalari tengkukku yang telanjang.


"Ada Dolores yang akan membantuku,bersih bersih kau bisa memanggilkan dia"


"tapi Dolores tidak bisa membantuku bersih bersih"


"maksudmu"dengan nafas yang mulai terengah karena tangan Alex mulai bermain ditulang belakangku menyentuh dan membelai dengan lembut disana.


"aku juga butuh bantuanmu untuk melepaskan sesuatu yang tidak bisa kulepaskan sendiri"


ucapnya lalu memutar tubuhku agar


menghadap padanya.


"mari kita saling membantu untuk saling melepaskan malam ini"


Aku tidak bisa lagi membalas ucapannya karena Alex langsung ******* bibirku dengan rakus dan menerobos masuk kedalam rongga mulutku untuk menjelajah disana.


Tanpa bisa kucegah erangan keluar dari tenggorokanku,karena ciuman intens yang dilakukannya.


Puas dengan menjelajah bibirku Alex berpindah kebagian dadaku,ditariknya lepas gaun pengantin yang kukenakan,sekarang hanya tersisa penutup depan dadaku dan penutup bagian bawahku saja.


"Bantu aku ucapnya"parau menyuruhku untuk membantunya melepas dasi serta jas yang masih melekat utuh ditubuhnya.


Dengan tangan gemetar kutarik lepas dasi dan jas itu,hanya tertinggal kemeja dan celana panjang yang dikenakannya.


"semua"


"ha"ucapku bingung.

__ADS_1


"bantu aku melepas semuanya,seperti aku membantumu"ucapnya lalu merentangkan tangannya agar aku lebih mudah melepas pakaian dan celana yang di kenakannya.


__ADS_2