Gigolo Milik Almera

Gigolo Milik Almera
22.Ternyata kau disini Almera


__ADS_3

pagi hari...


jam baru menunjukan pukul 05.00 wit,aku terbangun oleh suara alarm dari ponsel yang ku pasang semalam sebelum tidur.


pagi ini aku berencana jalan jalan sebentar dipantai sebelum acara syuting mulai.


suasana pantai kuta pagi hari benar benar indah, udara masih segar.


Belum banyak orang dan wisatawan yang berada dipantai.


Aku berjalan menyusuri bibir pantai sambil mengerak gerakkan badanku agar rilek .


pikiranku kembali teringat pada Almera .


Pasti menyenangkan kalau bisa berjalan berdua dipantai sambil bergandengan tangan dan memandang matahari yang akan terbit,pikirku.


kuedarkan pandanganku kesekeliling pantai yang banyak terdapat bungalow bungalow kecil yang menghadap langsung kepantai,suasana pantai masih sunyi hanya ada beberapa orang yang berada dipanyai pagi itu,tiba tiba mataku tertuju pada sosok perempuan yang berdiri sekitar beberapa ratus meter dari tempatku.


Almera batinku,aku bermaksud menghampiri sosok yang terlihat masih samar karena matahari belum sepenuhnya muncul.


Baru beberapa meter berjalan tiba tiba pundakku ditepuk seseorang dari belakang,membuatku langsung menoleh.


"Alex"panggil clara,wanita cantik teman syutingku itu.


"eh,kataku setengah terkejut melihat kemunculannya yang tiba tiba.


"kau juga menikmati suasana pagi dipantai"


"ya,sebelum kegiatan kita yang padat nanti,aku ingin sedikit menghirup udara pagi"jawabku sambil berjalan berdampingan dengannya.


kami sudah cukup lama kenal bisa dibilang clara adalah seniorku diagensi,tapi baru sekarang kami bekerja bersama.


"tempat yang sangat indah bukan"tanyanya sambil berjalan kearah pantai.


"ya,jawabku.


"pasti menyenangkan kalau bisa berlibur dengan pasangan kita disini",katanya sambil menghadap kearahku",bagaimana menurutmu?"


"ya,aku juga berpikir begitu,tempat ini benar benar sesuai seperti yang digambarkan pihak pengelola hotelnya".


"ya,kau ingin kesini dengan seseorang?"tanyanya lagi.


"ya,well.... mengapa tidak"jawabku sambil berjalan menjauh dari pantai.


"kau punya seseorang yang spesial",tanyanya.


aku memandang kearahnya tanpa menjawab pertannyaan yang menurutku itu terlalu pribadi.


"well...sorry,sepertinya aku terlalu lancang"


"tidak papa,cuma aku tidak ingin menjawabnya karena menurutku itu sangat pribadi"kataku lalu berjalan kembali kearah bungalowku.


"Alex,sorry!!"katanya sambil berjalan cepat menjajari langkahku,"aku tidak bermaksud untuk tau masalah pribadimu".


"tidak masalah,jawabku.


"kau marah"

__ADS_1


aku hanya menggeleng kearahnya,"aku tidak ingin mencampur adukkan urusan pribadi dengan pekerjaan,aku hanya ingin kita bekerja secara profesional"jawabku sambil meninggalkannya sendiri untuk masuk kedalam bungalow dan bersiap siap untuk syuting.


*******


Seperti yang kukatakan pada Almera tadi malam hari ini jadwal syutingku sangat padat.


Pukul sebelas malam waktu Bali kami baru selesai syuting hari ini.


Jarak lokasi syuting dengan bungalow tempatku menginap hanya sekitar limaratus meter.


Aku berencana untuk kembali dengan berjalan kaki sambil melewati beberapa bungalow yang berjajar sepanjang pantai.


Cuaca malam ini benar benar indah terlihat bulan bersinar terang.


Kulihat jam diponselku sudah hampir tengah malam,sebenarnya aku ingin menikmati pemandangan sambil menelpon Almera tapi aku khawatir akan mengganggu tidurnya.


Sepanjang jalan pantai masih terlihat beberapa orang yang duduk menikmati pemandangan malam digazebo gazebo kecil yang ada disana.


Aku melangkah kesalah satu gazebo yang kosong,sambil berpikir apakah akan menelpon Almera atau tidak.


Kuscroll berkali kali namanya dengan bimbang,tanpa sengaja akhirnya nomornya terpencet.


Aku terkejut saat mendengar nada dering yang berasal dari gazebo didekatku, saat aku menelpon nomor Almera.


Kupikir kebetulan sekali ponsel milik orang itu bunyi disaat aku menelpon Almera.


Setelah dering ketiga,Almera menjawab panggilan telponku.


"halo,Almer"panggilku.


"ya,Alex".


Aku terkejut kenapa suara Almera tampak begitu dekat,kulihat kearah gazebo yang berada tak jauh dari tempatku,tampak seorang wanita yang sedang menjawab telpon.


Almera bisikku,itu benar dia berarti tadi pagi aku tidak berhalusinasi saat melihat bayangannya,tapi untuk apa dia ada disini.


Bukankah tadi malam dia bilang dia ada di jakarta.


Tiba tiba ide jahil terlintas diotakku,berani sekali dia bebohong padaku,sepertinya dia perlu diberi sedikit pelajaran,pikirku.


Dengan pelan kudekati Almera dari arah belakang.


Dia tampak masih sibuk dengan ponselnya yang sengaja langsung kumatikan tadi,aku ingin melihat bagaimana ekspresinya saat melihatku disini,batinku.


"dasar Alex,"makinya,"berani sekali dia mematikan telponnya,"


aku hanya tersenyum jahil melihatnya menyumpahiku.


aku sudah berdiri tepat dibelakangnya,tapi dia belum juga menyadari kehadiranku,membuatku benar benar gemas padanya.


kulihat dia mulai menghentakkan kakinya karena selalu gagal menghubungi ponselku.


"ish,sial kenapa sih hpnya harus mati"katanya kesal sambil berbalik bermaksud pergi dari sana.


tapi Almera tampak sangat terkejut saat berbalik melihat aku berada dibelakangnya.


"aaa....!!!"teriaknya dengan kencang.

__ADS_1


aku tidak menyangka reaksinya akan seperti itu.


Segera kubekap mulutnya bermaksud untuk menghentikan teriakannya itu,bukannya diam dia malah mengigit tanganku dengan keras.


"oh ..shitt,"kataku langsung melepaskan tanganku dari mulutnya,belum sempat aku bicara tiba tiba dia menendang adik kecilku sangat keras.


oh sial...makiku,dengan menahan sakit aku berusaha memeluk tubuhnya yang berusaha lari dariku.


Bukannya diam dia masih berusaha memberontak, membuat kami berdua jatuh terguling ketanah disamping gazebo.


Aku masih berusaha menahan tubuhnya agar tidak membentur tanah yang keras.


"lepaskan!!! teriaknya masih berusaha memberontak dari pelukanku.


Oh sial kenapa malah jadi begini,kupikir dia akan senang dengan kejutanku ternyata malah sebaliknya.


"Almer.."panggilku disela sela perlawanannya yang ingin melepaskan diri pelukanku.


"lepas....!!!"katanya lagi sambil berusaha mengigit kearahku.


Mimpi apa aku semalam,batinku,bukannya begulat mesra dengannya malah bergulat penuh emosi,sekarang.


"Almera...pliss hentikan,ini aku Alex!!!" kataku berbicara keras padanya.


setelah mendengar itu, Almera mulai menghentikan perlawanannya padaku.


kulihat dia menatap kearah wajahku,setelah dia benar benar berhenti berontak aku mulai melonggarkan pelukanku padanya.


"ini aku...Alex"kataku kembali meyakinkannya.


Karena kami berdua tadi jatuh ditanah yang cukup gelap sehingga wajahku tidak terlihat jelas.


Perlahan kubantu Dia untuk duduk dari posisi jatuh tadi.


"kau tidak papa"tanyaku padanya.


Dia hanya mengangguk tanpa menjawab.


"sorry,"katanya dengan wajah tertunduk.


"tidak papa,"kataku berusaha menenangkannya.


"tidak,itu tadi pasti sakit,"katanya sambil memandang wajahku.


"aku baik baik saja,"jawabku menenangkannya.


"tidak ,itu tadi pasti sakit "katanya menunjuk adik kecilku yang sempat ditendangnya dengan keras.


"aku baik baik saja Mer, kataku sambil berusaha berdiri dari posisi kami ditanah,tapi tiba tiba terasa berdenyut dibagian itu,sial batinku sambil meringis menahan ngilu.


"ayo kubantu"tawarnya padaku.


Aku ingin menolak tapi tubuhku lumayan sakit akibat pergulatan kami ditanah tadi.


Dengan ditopang tangan Almera akhirnya aku bisa berdiri tegak dari sana.


"ayo kuobati lukamu"tawarnya.

__ADS_1


"ha..kataku bingung sambil memandang kearahnya.


"itu luka ditanganmu yang aku gigit tadi"katanya.


__ADS_2