
"Dari umur 15 tahun aku sudah ikut pamanku tinggal diIndonesia."
"usia yang sangat muda untuk tinggal jauh dari rumah"
" ya,sejak kedua orang tuaku meninggal karena sebuah musibah setelah perusahaan yang mereka miliki bangkrut dan diambil alih oleh pamanku sejak saat itu aku diasuh oleh keluarga mereka, sampai pamanku meninggal 7 tahun yang lalu karena sebuah kecelakaaan".
"sorry,aku tidak bermaksud membuatmu ingat masalalumu"
"tidak masalah,semua itu sudah lewat sekarang kau lihat aku baik baik saja"
"jadi sekarang kau mengelola perusahaan milik pamanmu"
"ya,walaupun perusahaan itu sempat pailit tapi aku berhasil memulihkannya dan jadi besar seperti sekarang."
"kau benar benar seorang pekerja keras tampaknya"
"ya,aku tidak bisa membiarkan peningggalan orang tuaku habis begitu saja".
"kau tidak punya keluarga,sorry bukan bermaksud mengintrogasimu aku hanya merasa sedikit penasaran"
"tidak masalah,sebenarnya pamanku punya 2 orang anak,tapi mereka ikut tewas dalam kecelakaan waktu itu"
"oh itu pasti saat yang berat bagimu,"
"itu kehilangan yang besar untukku,karena pamanku sudah menggantikan peran kedua orangtuaku yang meninggal sangat cepat."
"sepertinya sudah lama kita ngobrol,aku harus kembali sekarang,jawabku sambil berdiri dari tempat dudukku.
"ayo kuantar kembali"
"oke,trimakasih"
saat kami berjalan keluar dari restoran tanpa sengaja,kami berpapasan dengan,Alex dan perempuan tua yang waktu itu.
dia menatapku dengan tajam,tapi aku segera membuang muka dan menarik tangan Mike untuk segera pergi dari restoran itu.
"ayo"
"kau mengenalnya"tanya Mike melihatku berbuat begitu saat berpapasan dengan mereka.
"tidak,"
"tapi...."
__ADS_1
"oke,aku tidak ingin berbohong padamu atas reaksiku tadi yang terlalu berlebihan,"jawabku sambil duduk didalam mobil,"pria itu adalah artis yang kupakai untuk iklan hotelku sekarang,dan saat melihatnya tadi aku merasa sedikit marah, kami harus menunda beberapa syuting hari ini karena dia minta ijin libur dengan alasan mendesak,tapi kau lihat dia malah berada disini untuk bersantai"
"sepertinya wanita yang bersamanya aku kenal"
"kau mengenalnya"tanyaku penasaran karena bukan pertama kali ini aku bertemu dengannya saat bersama wanita tadi."
"ya, dia adalah nyonya Rosi Kemala pengusaha perhiasan terbesar diAsia tengggara."
Sampai dihotel dengan tidak sabar segera kubuka internet dan kucari informasi tentang siapa itu Rosi Kemala,perempuan tua yang sudah beberapa kali kulihat bersama dengan Alex.
Ternyata banyak informasi tentangnya di internet.
Benar seperti kata Mike,ternyata perempuan itu adalah seorang pengusaha terkenal yang bergerak dibidang perhiasan dengan merk yang selalu dipakai oleh kalangan kelas atas.
sial...batinku,dengan kesal kulempar ponsel pintar milikku keatas ranjang.
dengan gelisah aku berjalan mondar mandir sambil berpikir apa hubungan Alex dengan perempuan setengah baya itu,karena bukan pertama kalinya aku melihat dia bersama dengan perempuan itu.Apakah mereka punya hubungan spesial pikirku,kalau keluarga tidak mungkin karena diinternet di tulis bahwa dia berstatus janda tanpa anak.
Dengan kekayaan yang dimilikinya pasti bisa dengan mudah mendapatkan laki laki seperti Alex.
Dasar laki laki sialan,dengan kesal kuambil ponsel pintar yang tadi kulempar diatas ranjang,ingin menghubunginya.
Tapi belum sempat aku memencet tombol panggilan pintu bungalowku diketuk dengan kencang.
Saat pintu terbuka aku terkejut melihat Alex berdiri didepan pintu,dengan gerakan reflek segera kutarik dia masuk kedalam dan segera kututup lagi pintu kamar sebelum ada yang melihat dia disana.
"mau apa kau datang kesini!!"tanyaku dengan emosi padanya.
"untuk bertemu denganmu"jawabnya dengan kilatan marah yang belum pernah kulihat sebelumnya diwajahnya yang tampan.
"untuk apa kau bertemu denganku,untuk memamerkan keberhasilanmu sudah bisa menangkap ikan kelas kakap"jawabku sinis sambil berjalan menjauh darinya.
"kau cemburu"katanya sambil menarik tubuhku yang akan pergi dari sana.
"cemburu?!,kau hanya pria simpananku yang bisa kubuang kapan saja"kataku dengan berani.
"benarkah itu"jawabnya dengan menatap tajam kearahku.
"ya,jadi sekarang pergilah aku tidak ingin melihatmu lagi"jawabku sambil berusaha melepaskan diri dari pelukannya yang sangat erat ditubuhku.
"aku tidak berniat pergi sekarang"
"lepas Alex kau mulai menyakiti tubuhku"kataku semakin meronta dalam pelukannya.
__ADS_1
"kenapa bukankah aku gigolomu"jawabnya sambil menyeringai membuatku sedikit ngeri melihat ekspresi kemarahan diwajahnya.tidak ada wajah lembut seperti biasa yang ditunjukannya saat menatapku.
"ada apa denganmu "berbicara dengan nada lebih pelan padanya.
"kenapa aku hanya akan melakukan tugasku sebagai gigolomu hari ini"
"apa maksudmu"
"aku akan memuaskanmu hari ini"jawabnya sambil berbisik ditelingaku.
"Alex hentikan"
"kenapa bukankah kau sudah lama menginginkannya"katanya sambil mulai menyusuri tulang selangka dileherku dengan lidahnya yang basah.
"alex"aku masih berusaha untuk mendorong tubuhnya menjauh.
tapi itu malah membuat Alex semakin erat memelukku dan sekarang bukan hanya lidahnya saja yang bergerak tapi tangannya yang bebas juga sudah mulai meraba tubuhku dibalik kemeja kerja yang masih kukenakan.
lidah dan tangan Alex sangat intens bermain ditubuhku.menimbulkan gelenyar gelenyar aneh ditubuhku yang minta untuk dipuaskan.
Tanpa sadar aku semakin melengkungkan tubuhku kebelakang agar lidah dan tangannya lebih leluasa untuk mengeksplore bagian depan tubuhku,melihat lampu hijau yang sudah kuberikan Alex tidak menyia nyaikanya.
Dengan sekali hentak ditariknya blouse yang membungkus bagian atas tubuhku agar terlepas.
tidak hanya blouseku yang dicampakannya tapi penutup bagian dadaku pun segera dilepaskannya agar dia bebas menguasai tubuh bagian atasku.
Setelah melihat tubuh atasku polos dengan rakus dilahapnya payudaraku seperti seorang bayi yang sudah berhari hari tidak mendapatkan asupan asi dari ibunya.
"alex "panggilku parau sambil meremat rambut hitamnya agar dia lebih leluasa bermain didadaku.
"em"ditariknya tubuhku untuk lebih menempel pada tubuhnya,dengan bibir yang tak berhenti menjelajah bagian atas tubuhku.
setelah beberapa saat tiba tiba alex menghentikan ciumannya,sambil masih menempelkan tubuhku padanya, ditatapnya wajahku dengan lembut.
"Almera aku menginginkanmu sekarang"katanya parau sambil tanganya beralih menyusuri wajahku dan ibu jarinya berhenti diatas bibir bawahku,membuat otakku semakin berkabut oleh keinginan untuk disentuh lebih oleh jemarinya itu.
"ya"jawabku dengan pandangan sayu penuh gairah.
"aku tidak ingin berhenti hari ini,bolehkah aku memilikimu"tanyanya sambil tidak berhenti membuai tubuhku dengan tangannya.
"ya,aku juga tidak ingin kamu berhenti hari ini,lex"jawabku sambil mulai melepas kancing kemeja yang dikenakannya.
aku sudah tidak sabar ingin menyentuh tubuhnya dengan jari jemariku langsung,tapi sepertinya kancing kemeja Alex tidak mau diajak bekerja sama saat aku ingin cepat cepat menyingkirkan kain sialan itu,tapi malah sulit sekali dilepas.
__ADS_1
Maaf ya reader unboxingnya nanti dulu masih puasa😁😁.