Gigolo Milik Almera

Gigolo Milik Almera
67.Pergi dengan Andreas.


__ADS_3

Pagi sekali Almera sudah bangun,tapi dia sengaja tetap berada ditempat tidur dan meminta Lili untuk mengantarkan sarapannya kekamar.


Dia berpesan pada Lili,jika ayahnya bertanya tentang dirinya lili harus bilang bahwa perutnya sakit.


Almera memang sengaja pura pura sakit hari itu agar bisa keluar dari mansion.


Karena Almera tau kalau sang ayah mendengar yang sakit bagian perutnya pasti mengijinkannya untuk pergi kerumah sakit untuk memeriksakan diri.


Dan benar saja Lili datang membawa nampan berisi sarapan juga berita seperti yang ingin didengarnya.


"apakah Daddy bertanya padamu kenapa aku tidak turun sarapan?"tanya Almera saat Lili masuk membawakan nampan sarapannya..


"benar tadi tuan besar,bertanya pada saya"


"dan kau jawab apa?"tanya Almera penasaran.


"saya jawab anda merasa sakit perutnya"


"lalu?"Almera sebenarnya sangat penasaran bagaimana ayahnya menanggapi tentang sakitnya ini,tapi dia harus pura pura bersikap biasa didepan Lili.


"tuan besar bilang kalau anda merasa tidak nyaman dibagian perut sebaiknya anda pergi memeriksakan diri kedokter"


"benarkah,jadi apakah pak Damar yang akan mengantarku kerumah sakit?"tanya Almera dengan antusias,karena kalau benar pak Damar yang mengantarnya dia bisa memberi alasan agar di antar pergi menemui Anggela ke kantor,pikir Almera.


"bukan tuan besar mengatakan pengawal Andreas yang akan mengantar anda kerumah sakit karena pak Damar harus mengantar tuan besar keluar.


Pupus sudah harapan Almera,karena bukan pak Damar yang akan mengantar dia keluar hari ini.


Dan kenapa orang yang bernama Andreas itu yang harus mengantarku,batin Almera kenapa bukan yang lain saja sih,pikinya.


Tapi kalau dia tidak pergi sekarang akan sulit lagi mencari waktu untuk bisa keluar,dari Mansion untuk bertemu Anggela dan bisa pergi memeriksakan diri kedokter kandungan tanpa ada Karen yang menyebalkan itu,batin Almera.


"baiklah ,ucap Almera suruh dia menungguku aku akan bersiap siap."ucap Almera dengan wajah lesu.


"anda ingin mandi dulu nona muda?"tanya Lili.


"hem,tapi biar aku saja, kau pergilah sekarang untuk memberi tau Andreas untuk menungguku"ucap Almera pada Lili.


"baik nona muda saya akan katakan padanya sekarang".


Setelah Lili keluar dari kamarnya Almera segera masuk kekamar mandi,untuk membersihkan diri.

__ADS_1


Almera keluar dari kamar mandi hanya dengan memakai handuk pendek yang ada dikamar mandi karena dipikirnya didalam kamarnya tidak mungkin ada orang,tapi waktu Almera membuka pintu kamar mandi dia terkejut melihat Andreas berdiri didepan jendela swngan posiai membelakanginya


"aaa!"teriak Almera terkejut.


"oh anda sudah selesai mandi nona muda,"ucap Andreas sambil berbalik menatap Almera dengan ekspresi yang selalu sulit untuk dipahami oleh Almera.


"kenapa kamu masuk kekamarku!"ucap Almera dengan marah.


"saya hanya khawatir saat mendengar anda sakit,jadi saya sengaja menunggu anda selesai mandi didalam kamar bersiap, siapa tau anda butuh bantuan saya"jawabnya.


"aku tidak papa,tunggu aku di luar sekarang aku akan berpakaian dulu baru kita berangkat!"jawab Almera dengan ketus,lalu masuk kedalam ruang gantinya.


Setelah selesai berpakaian Almera segera keluar dari ruang ganti,tapi dilihatnya Andreas masih tetap berada ditempatnya semula.


"anda sudah selesai"tanya Andreas sambil mengamati penampilan Almera yang memakai celana pendek diatas lutut dan atasan pendek dengan kerah model sabrina yang sangat ngepas dibadannya.


"ayo berangkat sekarang"ucap Almera.


"anda yakin mau pergi kerumah sakit dengan penampilan seperti itu"ucap Andreas.


"kenapa?"tanya Almera bingung karena merasa penampilannya tidak ada yang aneh.


"apakah anda benar benar sakit perut?"tanya Andreas.


"tapi sebaiknya anda mengganti baju anda dengan sesuatu yang lebih longgar,supaya nyaman"


"tidak ada lagi bajuku yang longgar didalam lemari!"teriak Almera kesal dengan sikap Andreas yang terlalu mengaturnya.


"kalau begitu kita berangkat sekarang saja"ucap Andreas dengan tiba tiba membuat Almera bingung dengan perubahan sikapnya itu.


"ayo,"Almera berjalan mendahului Andreas menuju mobil yang sudah siap terparkir dihalaman mansion.


Almera berpikir Andreas akan langsung membawanya ke rumah sakit tapi ternyata sebelum sampai kerumah sakit ,Andreas membelokkan mobil mereka ke sebuah butik yang khusus menjual baju untuk wanita hamil.


"untuk apa kita kesini?"tanya Almera dengan bingung.


"anda tunggu disini,saya akan masuk sebentar"ucap Andreas,tapi sebelum Andreas turun Almera langsung mencegahnya.


"tunggu aku ikut turun denganmu,sepertinya aku harus membeli beberapa baju baru juga yang nyaman ku pakai"ucap Almera pada Andreas.


"mari!"Andreas membantu Almera turun dari dalam mobil.

__ADS_1


"kau mengganti parfummu?"tanya Almera saat Andreas berdiri disamping pintu mobil untuk membantunya turun.


"hah,tidak nona muda?"tanya Andreas langsung memundurkan tubuhnya agak jauh dari Almera.


"kemaren kau tidak memakai aroma ini,"ucap Almera terus terang.


"anda terganggu dengan aroma parfum saya?"tanya Andreas.


"tidak aku suka yang ini,aromanya seperti milik suamiku membuat aku lebih tenang saat menciumnya."


"maaf"ucap Andreas lirih.


"kau mengatakan sesuatu Andreas?"tanya Almera.


"tidak ada,silahkan anda masuk lebih dulu"ucap Andreas sambil berjalan dibelakang Almera dengan berjarak.


"wah bajunya bagus bagus,ucap Almera tampak senang membuat Andreas tersenyum melihatnya,"lain kali akan kuajak Alex kesini"ucap Almera dengan tiba tiba.


"anda tidak memilih,baju yang ingin anda beli nona"tanya Andreas.


"aku bingung,harus membeli yang seperti apa"ucap Almera jujur.


"mau saya bantu?"tawar Andreas.


"boleh,kau pilihkan juga beberapa untuk istrimu sebagai hadiah"ucap Almera.


"maksud anda?"tanya Andreas bingung.


"bukankah kau bilang kau punya istri dan dia juga sedang hamil,jadi belikanlah beberapa juga sebagai hadiah pasti dia akan senang"ucap Almera.


"ehem,itu.."


"kenapa?"tanya Almera.


"tidak papa,saya akan memilihkan beberapa untuk Anda dan juga istri saya"ucap Almera.


Almera mencoba beberapa baju yang dipilihkan oleh Andreas dan menurutnya sebagai laki laki yang terlihat kaku Andreas ternyata punya selera yang bagus,dalam memilihkan pakaian untuknya dan sangat penyabar dalam mendampingi seorang wanita berbelanja,sifat yang jarang sekali dimiliki oleh para lelaki menurut Almera.


"Andreas terimakasih sudah menemani aku belanja hari ini",ucap Almera,"kupikir awalnya kau orang yang kaku tapi ternyata kau cukup menyenangkan dan juga sangat penyabar,sebagai seorang pria dalam menemani perempuan berbelanja"ucap Almera tulus.


"anda terlalu memuji saya"jawab Andeas.

__ADS_1


"tidak aku serius,mungkin itu yang membuat istrimu bisa jatuh cinta padamu"


"benarkah,tapi saya merasa saya belum bisa menjadi suami yang baik untuknya"ucap Andreas sambil menatap Almera dari balik kaca spion depan.


__ADS_2