Gigolo Milik Almera

Gigolo Milik Almera
30.Permintaan aneh Tuan Smith padaku.


__ADS_3

Setelah hampir seminggu, aku berada di Amerika akhirnya kontrak kerja sama dengan Tuan Smith selesai.


Sebenarnya aku bermaksud untuk langsung kembali keindonesia besok harinya,tapi tuan Smith mengundangku untuk berkunjung kembali kekediamannya sebelum aku kembali.


Mengetahui betapa ramahnya pria tua itu saat pertemuan pertama membuatku tidak tega untuk menolak keinginannya.


"datanglah mengunjungi pria tua ini sebelum kamu kembali keIndonesia"pintanya tadi malam menghubungiku lewat telpon.


"Baiklah tuan Smith,besok aku akan mengunjungi anda sebelum pulang ke Indonesia".


"akan kusuruh Miller untuk menjemputmu,besok pagi"


Pagi ini aku sedang menunggu Miller untuk menjemputku, tadi tuan Smith memberi tahu bahwa Miller sudah dalam perjalanan.


Tak menunggu lama akhirnya Miller datang.


"Miss Wijaya silahkan naik"ucapnya membukakan pintu mobil untukku.


"terimakasih Miller"balasku sambil masuk kedalam mobil Merci hitam keluaran terbaru yang dipakainya sekarang.


Sebelum aku bertanya Miller sudah menjelaskan lebih dulu padaku tentang mobil itu.


"tuan besar menyuruh saya menjemput anda memakai mobil milik tuan muda"


"apakah tuan mudamu sudah kembali"tanyaku padanya.


"belum,tapi tadi malam beliau menelpon meminta tuan besar untuk menjemput anda menggunakan mobilnya saja"


"sebenarnya aku tidak keberatan naik mobil milik tuan Smith,"ucapku pada Miller.


Setelah beberapa saat kami berkendara,tiba tiba aku merasa bahwa jalan yang kami lewati bukan menuju kekediaman milik tuan Smith.


"Miller kita akan kemana"tanyaku merasa aneh.


"maaf saya tidak memberitahu anda,tuan besar ingi mengajak anda untuk mengunjungi peternakan milik beliau,anda tidak keberatan bukan?"


"oh tidak masalah"ucapku merasa kembali tenang.


"kita akan berkendara selama kurang lebih 2 jam baru sampai di peternakan milik beliau"ucap Miller memberiku penjelasan.


"Miller ,sepertinya kau sudah sangat mengenal keluarga tuan Smith"tanyaku tidak bisa menahan rasa penasaranku.


"ya,saya sudah bekerja bersama beliau sejak saya masih sangat muda"


"jadi kau pasti sudah pernah bertemu dengan tuan Smith junior"tanyaku padanya.

__ADS_1


" dulu saya sering bertemu dengan tuan muda, nona muda serta kedua orangtua beliau sebelum mereka memutuskan pindah menetap diIndonesia"


"maksudmu,cucu dari tuan smith sebenarnya ada dua"tanyaku penasaran.


"iya tuan muda punya seorang kakak yang lebih tua 10 tahun dari beliau"


"jadi dimana kakaknya sekarang"


"nona muda beserta kedua orang tua tuan muda meninggal dalam kecelakaan tragis 7 tahun yang lalu"


"oh itu pasti sangat berat untuk tuan smith"


"ya,itu saat terberat untuk beliau,bertahun tahun beliau sempat terpuruk mendengar berita kematian anak serta cucunya,beliau baru kembali bersemangat setahun yang lalu saat tau bahwa ternyata cucu laki lakinya tidak ikut meninggal dalam kecelakaan itu"


"jadi dimana sekarang tuan muda Smith berada,maaf bukannya aku ingin mencampuri urusan pribadinya,tapi karena sekarang kedua perusahaan terlibat kerjasama jadi aku harus tau jelas posisi pimpinan perusahaan kalian aku tidak ingin ada masalah dikemudian hari"


"saya mengerti,untuk masalah itu tapi miss Wijaya tak perlu khawatir,walaupun bukan tuan muda yang tanda tangan kontrak tetapi segala permasalahan perusahaan tetap atas sepengetahuan beliau".


"apakah tuan muda kalian benar benar tidak bermaksud menemuiku sekarang"


"tuan besar sudah mengatakan diawal pembicaran bahwa tuan muda belum bersedia terjun langsung untuk menangani urusan perusahaan sekarang ini"


"jadi apakah benar tuan mudamu juga berada diIndonesia"


"maksudmu?"


"saat terakhir saya bertemu dengan tuan muda,beliau hanya meminta saya untuk membantu tuan besar menangani urusan perusahaan dengan baik,karena tuan muda masih harus menyelesaikan semua urusannya diIndonesia sebelum mengambil alih jabatan Ceo diSmith Corp."


"begitu ya"


"maaf Miss Wijaya saya hanya bisa memberi penjelasan itu tentang pertanyaan anda"


"sudahlah lupakan saja,kurasa tuan mudamu atau tuan Smith sendiri yang menangani kerjasama ini tidak ada bedanya"ucapku mengakhiri pertanyaanku pada Miller yang sepertinya tidak ingin mengatakan siapa Sosok Ceo Smith Corp. yang sekarang.


"Miss Wijaya kita sudah sampai"ucap Miler saat mobil mulai memasuki jalan sebuah peternakan yang sangat besar.


"ini ranch milik tuan Smith"ucapku terkagum kagum.


"benar dan tuan besar sekarang menunggu anda dibangunan utama".ucap Miller sambil melajukan mobil menuju sebuah rumah peternakan besar yang berada ditengah tengah tanah peternakan itu.


"Miller ini luar biasa"ucapku dengan tidak sabar turun dari mobil,dan segera memandang kelapangan luas yang membentang dihadapanku.


"sepertinya aku tidak salah mengundangmu untuk mengunjungi rumah keduaku ini"jawab tuan Smith dari arah pintu masuk untuk menyambut kedatanganku.


"tuan Smith,terimakasih karena anda mengundangku mengunjungi tempat yang sangat indah ini"ucapku dengan tersenyum lebar kearah pria tua itu.

__ADS_1


"apakah kau menyukai tempat ini"


"tentu saja"jawabku sambil mengikuti langkahnya menuju sebuah gazebo kecil yang berada tak jauh dari bangunan utama.


Diedarkan pandangannya keseluruh ranch yang sangat luas itu.


"kalau kuhadiahkan ranch ini untukmu apakah kau mau menerimanya"ucapnya tiba tiba sambil menatap kearahku.


"maksud anda"jawabku dengan terkejut mendengar pertanyaannya yang tiba tiba.


"aku ingin memberikan ranch ini untukmu"tuan Smith memandangku dengan serius.


"maaf tuan Smith,anda baru saja mengenal saya beberapa hari,kenapa tiba tiba anda bermaksud memberikan saya sesuatu"


"karena aku menyukaimu"


"maaf"


"kau jangan berfikir yang bukan bukan,aku menyukaimu dan bermaksud untuk memintamu untuk menjadi cucu menantuku"


Seketika aku tersentak mendengar permitaan dari pria tua didepanku itu,tak pernah terpikir olehku bahwa tuan Smith punya niat seperti itu padaku.


"maaf tuan Smith,aku merasa permintaan anda terlalu berat untuk bisa ku kabulkan" denhan tegas kutolak keinginannya yang mustahil bagiku itu.


"kenapa kamu tidak bisa mengabulkannya"ditatapnya wajahku dengan ekspresi kecewa.


"saya menyukai dan menghormati anda terlepas bahwa kita adalah rekan bisnis,tapi pernikahan adalah sebuah hal yang berbeda,jadi maafkan saya kuharap anda bisa menghargai keputusan ini"


tiba tiba dia tertawa lebar padaku.


"Almera,bisakah aku memanggilmu begitu"


"ya,tidak masalah"ucapku bingung dengan perubahan ekspresi yang ditunjukannya setelah mendengar jawabanku barusan.


"kau tau aku senang sekali bisa bertemu denganmu,untuk permintaanku tadi aku hanya bercanda"ucapnya sambil mengajakku berjalan masuk kedalam rumah besar yang ada didalam peternakan itu.


"maksud anda"


"seandainya benar kau menerimanya aku pasti sangat senang tapi aku tau kau tidak mungkin menerima permintaan konyol kakek tua ini begitu saja,jadi aku hanya ingin menghilangkan rasa penasaranku tentang jawabanmu andai aku memintamu,untuk menjadi cucu menantuku"


Aku bernafas lega mendengar penjelasan dari pria tua ini.


"syukurlah anda tidak serius karena aku merasa sangat tidak nyaman saat menolak anda tadi"


"maksudmu kau berniat mempertimbangkan keinginanku"katanya dengan tersenyum lebar,membuatku jadi serba salah padanya.

__ADS_1


__ADS_2