
"Alex"suara Almera terdengar serak menahan hasrat yang menjalari tubuhnya.
"hanya sebentar Almer,ucap Alex sambil mulai mengecup bibirku dengan lembut.
sel sel dalam tubuhku seketika terbangun saat merasakan sentuhan bibirnya,tanpa bisa kutahan bibirku otomatis terbuka untuk menyuruh Alex berpetualang dengan bebas didalam rongga mulutku.
"Almer"panggilnya dengan nafas yang semakin memburu disela sela ciuman kami yang semakin panas.
Sepertinya malam ini Alex berniat untuk menghabisi bibirku.
"hem"gumamku dengan nafas masih tersengal sengal karena ciuman panas kami barusan.
"aku ingin masuk,kekamarmu"ucapnya dengan tatapan penuh gairah.
"ya" jawabku sambil membuka pintu kamar dengan kartu pas.
Sampai didalam kamar Alex seperti tak ingin membuang waktu,segera dilahapnya bibirku dengan rakus tanpa memberi jeda padaku untuk bisa berubah pikiran.
Ciuman Alex sangat menuntut membuatku benar benar tak bisa berkutik dibuatnya.
dari bibir Alex berpindah menjelajah keleherku meninggalkan banyak jejak berbintang disana dengan tangan yang ikut aktif bergerak mengerayangi bagian dadaku.
"Alex..."desisku dengan nafas terengah engah menahan gairah yang semakin menggila didalam tubuhku akibat ciuman dan remasan tangannya ditubuhku.
Sepertinya Alex juga merasakan hal yang sama dengan tidak sabar ditariknya kaos yang kupakai dari tubuhku,setelah itu dia juga menarik lepas pakaian yang dikenakannya.
Setelah kami sama sama sudah tidak mengenakan pakaian Alex menggendong tubuhku layaknya koala menggendong anaknya sehingga tubuh bagian atas kami benar benar menempel.
Sambil terus menciumi bibirku direbahkannya tubuhku keranjang berukuran king size dikamar hotelku.
"Almer,aku menginginkanmu sekarang" desisnya dengan menempelkan wajahnya keceruk leherku.
"ya,aku juga Lex"jawabku dengan nafas tersengal sengal akibat ciuman Alex yang tidak berjeda dari tadi.
Entah bagaimana tiba tiba kami berdua sudah polos tidak memakai apapun,dengan penuh gairah diciumi seluruh tubuhku tanpa melewatkan setiap inci pada bagian tubuhku,terkadang Alex berhenti untuk meninggalkan jejak kepemilikannya dititik titik sensitif yan ada ditubuhku,hingga membuatku seolah terbang keatas awang awang.
Hanya ******* dan rintihan penuh kenikmatan yang terdengar dari kami berdua malam ini,kami memuaskan hasrat kerinduan yang sudah tertahan selama dua bulan tidak bertemu.
Dengan tubuh basah oleh peluh dan nafas yang masih tersengal sengal akhirnya kami berdua mengakhiri aktifitas panas itu setelah penyatuan yang entah keberapa kali yang sudah kami lakukan.
"Almer"ucap Alex sambil menatap lembut wajahku yang masih basah oleh keringat akibat aktifitas panas yang baru kami lakukan.
"em"gumamku dengan mata terpejam karena lelah dan mengantuk.
Dibelainya dengan lembut wajahku dan dirapikannya anak anak rambut yang menempel basah didahiku.
"Ilove you"bisiknya ditelingaku.
__ADS_1
"Ilove you too"jawabku setengah bergumam karena mengantuk.
Melihatku sudah hampir tertidur,kurasakan tangan Alex menggeser tubuhku untuk masuk kedalam pelukannya.
Samar samar kudengar Alex membisikkan sesuatu ketelingaku sambil menyentuh kalung yang ada dileherku,tapi aku sudah tidak mendengarnya karena terlalu mengantuk.
Aku terbangun oleh dering ponsel yang berasal dari hpku,dengan mata masih mengantuk kucari dimana ponselku berada.
Aku berusaha menyingkirkan tangan Alex yang masih melingkar erat ditubuhku untuk turun dan mengambil ponsel yang bunyinya berasal dari bawah ranjang tempat kami tidur.
tapi bukannya terlepas Alex malah semakin mengeratkan pelukannya bahkan sekarang tangannya mulai naik meremas kedua buah dadaku.
"Alex,aku harus mengangkat telponku"
"biarkan saja,ini masih pagi"ucapnya mulai menciumi tengkukku.
"siapa tau itu penting"
"nanti saja,sekarang ayo kita melakukan sesuatu yang juga sangat penting"bisiknya lalu mulai mencium bibirku dengan sangat rakus.
Aku benar benar tidak bisa protes dengan apa yang dilakukannya,karena dengan cepat tubuhku juga merespon ciuman ciuman panas Alex.
Akhirnya aku benar benar mengabaikan bunyi dering dari ponselku,sampai akhirnya deringnya berhenti dengan sendirinya.
Pukul sembilan pagi akhirnya aku baru bisa lepas dari jerat Alex,saat ponselnya berdering dengan segera Alex bangun dari tempat tidur dan mengangkat telpon yang terlihat penting itu.
Saat aku selesai membersihkan diri kulihat Alex sudah selesai mengenakan bajunya.
"kau tidak mandi"tanyaku melihatnya sudah berpakaian lengkap.
"nanti saja dihotelku,sekarang aku sudah kesiangan,ada yang harus kukerjakan aku pergi dulu"pamitnya dengan mencium bibirku sekilas lalu keluar dengan tergesa gesa.
Aku tidak terlalu perduli karena aku juga sudah sangat terlambat untuk berangkat keproyek.
Setelah selesai berpakaian kuperiksa ponselku untuk melihat siapa yang menelponku tadi pagi.
Ternyata banyak sekali panggilan tak terjawab dari Mike juga Ada beberapa pesan dari Anggela melaporkan masalah pekerjaan yang ada diJakarta.
Segera kuhubungi Mike memintanya untuk menyuruh supir menjemputku kehotel sekarang.
Aku turun kelobi untuk menunggu supir kantor yang akan datang menjemputku,sambil membalas beberapa pesan yang dikirim Anggela padaku.
"Almera"sapa Alex dari dalam mobilnya
"sedang apa kau disini"tannyaku dengan bingung.
"untuk menjemputmu berangkat keproyek"
__ADS_1
"lalu kemana supir yang kuminta" tanyaku padanya.
"aku yang akan menjadi supirmu hari ini"ucapnya sambil membukakan pintu mobil menyuruhku masuk kedalam mobilnya.
Dengan enggan terpaksa aku masuk kedalam mobil milik Mike.
"kau belum bangun saat aku menghubungimu tadi"tanyanya saat aku sudah berada didalam mobil.
"ya,tadi malam aku tidak bisa tidur"jawabku singkat.
"kau lembur"tanyanya sambil menatap kearahku.
dengan memicingkan mata aku menatap tajam kearahnya
"maksudmu"
"tidak ada"jawabnya kembali menatap kejalan raya.
"besok supir saja yang menjemputku,kau tidak perlu repot repot lagi menjemputku kehotel"jawabku dengan sebal.
"Almera,tidak bisakah kau menyukaiku sedikit saja"tanyanya sambil menatap kearahku.
"maksudmu,Mike"
"Aku sudah lama menyukaimu bahkan orang tuamu menginginkan aku untuk menjadi menantu mereka,tapi kau malah memilih berhubungan dengan laki laki yang tidak jelas identitasnya itu"
"stop. Mike"ucapku dengan emosi.
"pria muda yang mengaku sebagai artis itu apa kau tau apa pekerjaannya.
Dia hanya seorang gigolo,sadarlah Almera dia tidak selevel dengan mu,kalau sampai ayahmu tau tentang masalah ini kau pasti akan dalam masalah besar".
"kau mengancamku"ucapku dengan marah karena ada seseorang yang berani memandang rendah laki laki yang aku sukai.
"tidak aku hanya ingin kau sadar bahwa pria itu bukan laki laki yang baik"
"baik tidaknya bukan kau yang menentukan,turunkan aku disini sekarang"pintaku padanya dengan marah.
"Almera"
"berhenti atau aku akan berteriak pada orang dijalan raya ini"ucapku padannya.
dengan berat Mike menepikan mobilnya kepinggir jalan raya untuk menurunkan aku.
dengan kesal aku segera keluar dari mobil setelah mobil Mike menepi.
"mulai sekarang jangan coba mencampuri urusan pribadiku kalau kau masih ingin bekerja sama denganku"ucapku sebelum berjalan menjauh dari mobilnya.
__ADS_1
"tunggu Almera,kau tidak ingin tau tentang kalung yang kau pakai itu"ucapnya berusaha masih mencegahku.