
Dengan gugup Almera segera keluar dari rang gantinya,agar pelayan itu tidak masuk kedalam dan memergoki Alex yang berada disana.
"nona muda ada apa dengan wajah anda?"tanya pelayan itu.
"hah aku tidak papa,"ucap Almera sambil merapikan jubah mandi yang dipakainya.
"tapi bibir anda bengkak apakah ada hewan berbahaya didalam sana?"
"tadi ada lebah didalam sana,karena itu aku terkejut dan menabrak rak sepatuku,"jawab Almera.
Saya akan memanggil pengawal untuk mengusir lebah itu dari sana"ucap pelayan itu,lalu bergegas kepintu kamar Almera memanggil pengawal yang selalu berjaga disana.
"Ayo cepat Andreas,kau periksa ruangan itu, tadi nona muda mengatakan ada lebah disana,jangan jangan dia sudah membuat sarangnya disana itu sangat berbahaya untuk nona muda"omel pelayan itu pada pengawal yang dipanggilnya Andreas.
"itu...,kalian tidak usah repot,lebah nya sudah aku usir jadi kalian tidak perlu memeriksa kedalam"ucap Almera dengan gugup karena tau Alex masih didalam belum bisa keluar dari ruangan itu.
"tidak bisa nona muda,ini menyangkut keselamatan anda,kami akan dimarahi tuan besar kalau sampai hal buruk terjadi pada anda.
"itu..."belum selesai Almera bicara tiba tiba ayahnya muncul didalam kamarnya membuat Almera semakin gugup.
"ada apa,ini!?"tanya sang ayah pada mereka semua.
"itu..,tuan besar!"pelayan wanita menunjuk pada Almera.
"ada apa dengannya?"tanya sang ayah bingung karena melihat Almera hanya diam saja.
"ada lebah di ruang ganti nona muda,dan tadi sempat mengigit bibir nona muda hingga bengkak seperti itu"jawab pelayan itu dengan takut.
"kalian dimana saat kejadian itu!"bentak sang ayah pada mereka berdua.
"Dad ini bukan salah mereka,aku saja yang terlalu ceroboh,masuk keruangan itu tanpa melihat lihat dulu.
"kau juga,kenapa tidak memanggil pelayan atau pengawal yang berada didepan pintu!"teriak sang ayah dengan marah.
"Dad ini hanya masalah kecil,kenapa Daddy membuatnya seolah olah telah terjadi musibah ,sudah kubilang mereka tidak bersalah jadi berhenti memarahi mereka dan aku juga tidak apa apa,Daddy bisa lihat sendiri!"ucap Almera dengan geram pada sang Ayah.
"aku tidak khawatir padamu tapi aku khawatir pada calon cucuku yang masih berada dalam perutmu!"
__ADS_1
Seketika semua yang ada disitu terdiam mendengar apa yang dikatakan ayah Almera.
"ini hanya bengkak sedikit nanti juga akan sembuh dengan sendirinya,jawab Almera.
"aku tidak mau tau,cepat kau panggil Dokter Karen untuk memeriksa kondisi calon cucuku apakah ada racun lebah yang sempat masuk kedalam rahim Almera yang bisa membahayakan pertumbuhannya"
"Dad,stop!!"teriak Almera dengan kesal pada sang Ayah yang terlalu overprotektif terhadap bayi yang ada dalam kandungannya," ini hanya bengkak biasa,nanti juga sembuh dengan sendirinya,aku tidak ingin diperiksa dokter sekarang"ucap Almera dengan sebal pada sang Daddy.
"kau harus mau!"
"no!!,Daddy jangan memaksaku atau aku akan berbuat nekat!"ancam Almera dengan kesal.
"baik kalau kau tidak mau diperiksa dokter,mulai sekarang pelayan ini akan menemanimu didalam kamar selama 24 jam"
"Dad ini gila?!"teriak Almera.
"aku tidak perduli,yang penting cucuku tidak dalam bahaya".
"Dad, dia masih sangat kecil mana mungkin dia dalam bahaya,ucap Almera.
"aku tidak tau kau pernah membahayakannya sekali,jadi aku tidak ingin mengambil resiko lagi"ucap sang ayah.
"no,trimester pertama adalah saat yang rentan jangan sampai ada zat zat berbahaya yang masuk kedalam rahim tempat tinggal cucuku,"ucap sang Ayah"sekarang kau periksa ruangan itu apakah lebah itu masih ada disana!"perintahnya pada pengawal yang ditugaskan untuk menjaga Almera.
"Dad tidak perlu,lebahnya tadi sudah pergi!"ucap Almera masih mencoba menghalangi pengawal itu untuk masuk keruang ganti bajunya karena dia khawatir Alex masih ada disana belum bisa pergi akibat keributan yang terjadi dikamarnya.
TapI akhirnya Almera pasrah saat melihat tatapan marah dari sang ayah.
Almera hanya berharap pengawal yang memeriksa ruangan itu tidak menemukan keberadaan Alex disana.
"maaf tuan besar saya sudah memeriksa seluruh ruangan itu,tapi lebah yang mengigit bibir nona muda sudah tidak ada,dan didalam sudah saya periksa dengan teliti ,tidak ada sarangnya."lapor pengawal itu pada Ayah Almera.
mendengar ucapan dari pengawal itu perasaan Almera menjadi lega,karena ternyata Alex sudah berhasil keluar dari ruang gantinya,meskipun Almera tidak tau,bagaimana Alex bisa pergi dari sana.
karena diruangan itu hanya terdapat pintu menuju toiletnya dan ditoilet itu ada jendela kecil untuk ventilasi udara.
"lain kali kalian jangan lengah lagi!,jangan sampai ada apapun yang masuk kekamar ini!"
__ADS_1
"baik tuan saya akan menjaga keselamatan nona muda dan calon cucu anda dengan seluruh jiwa saya"ucap pengawal itu sambil memandang kearah perut Almera yang masih rata.
"jangan mengecewakanku"ucap Ayah Almera lalu keluar dari dalam kamar Almera.
Seketika Almera merasa lega saat ayahnya keluar dari kamarnya.
"Anda baik baik saja nona,"tanya pelayan itu,sambil membantu Almera duduk diatas ranjangnya.
"ya,tolong kau tuangkan air putih untukku,aku sangat haus"ucap Almera pada pelayan itu.
Tapi sebelum pelayan menuangkan air putih untuk Almera,pengawal yang bernama Andreas itu lebih dulu,menuangkan air dan memberikannya pada Almera.
"ini airnya,"ucapnya sambil memberikan segelas air putih kepada Almera.
"terima kasih Andreas"ucap Almera,tanpa menatap kearah pengawal yang bernama Andreas itu.
Andreas hanya memandang Almera tanpa menjawab ucapan terimakasih darinya.
"apakah masih sakit?"tanya Andreas pada Almera.
"hah!,apa!"
"bekas sengatan lebah dibibir anda?"tanya Andreas sambil menunjuk bibir Almera dengan dagunya.
"oh...,ini tidak papa nanti akan sembuh dengan sendirinya"
"lalu punggung anda yang terbentur rak sepatu,apakah tidak sakit?"
"hah bagaimana kau tau aku terbentur rak sepatu?"tanya Almera.
"karena saat saya memeriksa ruang ganti anda sepatu sepatu yang betada dirak banyak yang berjatuhan jadi saya pikir saat anda panik mungkin saja punggung anda terbentur rak itu,kalau perut anda yang terbentur itu sudah pasti tidak mungkin,karena anda sedang hamil jadi pasti anda akan berusaha melindungi perut anda"
"kau benar,tapi punggungku tidak papa,jadi jangan khawatir berlebihan seperti Daddy tadi,sekarang kau boleh kembali berjaga didepan"ucap Almera pada Andreas.
"boleh saya tau sudah berapa bulan usia kandungan anda?"tanya Andreas sambil menatap kearah perut Almera dengan ekspresi yang sulit di ucapkan.
Almera menatap bingung pada Andreas,dan seketika memegangi perutnya seolah olah dengan tayapannya Andreas bisa mengambil anak yang berada didalamnya.
__ADS_1
Melihat Almera tampak ketakutan,Andreas segera mengalihkan tatapannya.
"maaf,saya hanya teringat istri saya,saat ini!"ucapnya lalu pergi keluar dari kamar Almera.