
"Kemarilah "ucap Alex menyuruhku untuk masuk kedalam pelukannya.
kugeser tubuhku masuk kedalam pelukannya.
"kau ingin mulai dari mana"
"bagaimana kalau wanita wanita yang ada dihidupmu"
"banyak"
"berapa banyak"
"aku tidak pernah menghitungnya,kenapa"tanyanya karena merasakan aku sedikit menggeser tubuhku menjauh.
"tidak papa"
Alex menarik tubuhku supaya lebih dekat.
"tapi yang paling penting hanya ada tiga wanita"
"siapa"
"mommy,Amora dan gadis yang jadi cinta pertamaku"
"Amora sepertinya aku pernah dengar nama itu"
"dia saudara perempuanku,"
"oh,pantas saja nama itu seperti familiar"
"lalu,yang ketiga"tanyaku dengan penasaran.
"pemilik kalung ini"ucap Alex menyentuh kalung yang masih melingkar dileherku.
"ini,milikmu"
"ya,banyak cerita dibalik kalung ini,kau mau dengar"
"ya"jawabku dengan dada berdebar"
*****
Flashback.
"Mom tolong buatkan juga satu untukku yang seperti milik mommy"
"untuk apa kau ingin mommy membuatkan perhiasaan,kau anak laki laki tidak bagus kalau memakai perhiasan seperti ini"
"bukan untukku mom,tapi untuk gadis kecil yang aku temui kemaren di ranch Grandpa"
"Wah!!,jagoan mommy sudah besar rupanya"
semburat merah muncul dipipi anak laki laki berusia sekitar 11 tahun itu.
"dia menolongku kemaren waktu aku hampir jatuh dari tubuh Leon,jadi aku ingin mengucapkan terimakasih dengan memberinya hadiah"
"benarkah,sungguh gadis yang baik,siapa namanya sepertinya mommy juga harus mengucapkan terimakasih karena dia sudah menyelamatkan jagoan mommy"
"aku lupa menanyakan namanya"
Kembali Semburat merah muncul diwajah anak laki laki itu,membuat mommynya tersenyum melihatnya.
"baiklah sebagai ucapan terimakasih mommy akan buatkan hadiah istimewa yang hanya satu didunia untuknya"
__ADS_1
"aku ingin kalung seperti yang mommy pakai"
"ini sudah mommy pakai, jadi mommy akaan buatkan yang special,kau tau berapa umurnya"
"tidak tapi dia hampir sebesar Darwin dan sudah tidak memakai kawat gigi"
Mommy berpikir Darwin anak tetangga mereka itu lebih tua dari anak laki lakinya ini jadi mungkin usianya sekitar 14 tahun ,jadi sia akan membuatkan model perhiasan yang sangat sederhana tapi cantik untuk gadis muda yang diceritakan putranya itu.
"baiklah akan mommy buatkan sekarang,jadi besok kau bisa memberikannya pada gadis itu dengan diantar Amora,untuk kepeternakan kakek"
"benarkah mommy"
"ya,besok Amora akan kembali kerumah,jadi kau bisa memintanya mengantarmu pergi"
"mommy aku menyayangimu"Alex lalu memeluk tubuh mommynya dengan sangat bahagia karena besok dia bisa bertemu dengan gadis muda yang disukainya itu.
"ya mommy juga menyayangimu,sekarang kerjakan tugasmu ,agar besok kau bisa pergi dan berada di ranch Granpamu sepuasnya"
"baik mommy aku akan segera mengerjakan tugasku"
Alex berlari kedalam rumah yang letaknya menjadi satu dengan bengkel perhiasan milik mommynya.
******
Keesokan harinya pagi pagi sekali.
"mommy apakah kalungnya sudah jadi"
Teriak Alex,pada mommynya yang sedang sibuk menyiapkan sarapan untuk ayahnya yang akan pergi.
"sudah tapi masih mommy meletakkan dibengkel,nanti mommy ambilkan sekarang sarapanlah dulu bersama daddy karena daddy akan pergi keluar kota"
"daddy akan pergi dinas lagi,iya tapi kali ini tidak sendiri"
"bukan paman Miller harus membantu Grandpamu mengurus perusahannya"
"lalu dengan siapa daddy pergi kalau bukan dengan paman Miller"
"asisten baru daddy ,dia baru datang minggu lalu dari texas"
"oo,"ucap Alex berusaha paham penjelasan daddynya.
"kau mengenalnya ,lex dia anak paman Ronald yang seusia dengan kakakmu Amora"
mommy menjelaskannya pada Alex.
"tapi mungkin Alex sudah lupa karena saat mereka bertemu usianya baru 6 tahun saat itu"ucap ayahnya.
"aku ingat,laki laki muda yang masih memakai kawat gigi itu dan selalu mengikuti kak Amora kemana mana saat kita disanakan"
"rupanya adik kecilku ini punya ingatan yang bagus juga"jawab Amora yang baru keluar dari kamar tidur"
"kakak kapan sampai"tanya Alex sambil menghambur kedalam pelukan Amora.
"hei lepaskan kau tidak malu masih suka peluk peluk aku,bagaimana kalau ada gadis yang melihatnya"ucap Amora sambil mendorong tubuh alex yang menempel ketubuhnya seperti siput.
"tidak masalah,sampai aku besar nanti aku akan sering memelukmu seperti ini"
"hah untung saja aku tinggal di asrama kalau tidak aku yakin aku akan sangat malu kalau ada teman priaku yang berkunjung kemari"ucap Amora sambil duduk dimeja makan dan mulai mengambil sarapannya.
"kakak punya teman pria,setahuku yang mengejar kakak hanya laki laki besar yang masih memakai kawat gigi itu"ucap Alex sambil mulai mengunyah sarapannya."
"pletak"Amora menyentil dahi Alex dengan gemas"jangan menghinaku,kau sendiri juga belum laku,seharusnya anak seusiamu banyak dikejar kejar gadis muda"
__ADS_1
"siapa bilang aku tidak laku,ada kok yang mau sama aku"ucap Alex sambil menunduk malu.
"what!!!benarkah gadis mana yang dapat sial karena menyukaimu"
"bukan!!tapi dia gadia cantik yang aku suka"
seketika Amora tertawa terbahak bahak mendengar ucapan adiknya itu.
Melihat wajah Alex yang semakin ditekuk karena ledekan dari Amora,mommy ikut menjawab.
"makan sarapan kalian dan berhenti bercanda"
"baiklah mommy"ucap Amora.
"mommy hari ini,aku tidak mau diantar Amora"
"kemana,?"
tanya Amora bingung.
"Alex,akan pergi ke Peternakan Grandpa,dan kau harus mengantarnya karena mommy hari ini ada urusan dengan tante Rosy"
"tidak ,mommy aku tidak mau!!!"teriak Alex dengan kesal.
"Alex,mommy tidak bisa mengantarmu hari ini,kalau kau ingin mommy,yang mengantar berarti kau harus pergi besok ke Ranch Grandpa bagaimana?!,"
"aku sudah berjanji akan datang hari ini karena besok dia sudah pergi"ucap Alex dengan tertunduk dimeja.
"Kalau begitu pergilah dengan Amora,nanti"
"baiklah mom"ucap Alex dengan tertunduk lesu.
"hei boy,jangan khawatir aku siap mengantarkanmu kemanapun kau pergi hari ini,jadi jangan bersedih ya"
"hentikan menggangu adikmu,segera habiskan sarapan kalian dan berangkatlah ke Ranch Grandpa"
"baik mom"
Saat kami masih sarapan dimeja makan terdengar ada orang membunyikan bel pintu.
"teruskan sarapan kalian mommy akan mengantarka daddy kedepan"
"Daddy akan pergi"tanya Amora pada ayahnya.
"ya,daddy akan pergi keIndonesia dengan Mike untuk beberapa hari"
"Mike..siapa,asisten baru daddy"
"iya,dia anak paman Ronald kalian kenalkan"
Amora langsung menyemburkan air yang ada dimulutnya.
"kak pelan pelan kalau minum"ucap Alex sambil nyengir.
"aku sudah selesai ,ayo lex kuantar kau ke Ranch Grandpa sekarang"ucap Amora lalu melangkah cepat kembali kekamarnya.
"kenapa dengan anak itu,ucap mommy sambil melangkah keluar rumah untuk mengantar daddy berangkat.
"Alex,cepat bersiap siap 10 menit lagi kita berangkat"teriak Amora dari dalam kamar.
"iya kak"balas Alex sambil melangkah kedepan menemui mommynya"mom mana kalungnya,kakak akan mengantarkan aku sekarang"
"Amora ada dirumah om,"tanya seorang pria yang duduk berhadapan dengan daddy diruang tamu.
__ADS_1