
"Kita,kerumah sakit sekarang nona"tanya Andreas pada Almera.
"Ya,aku ingin memeriksakan kandunganku"
"apakah anda masih merasa sakit dibagian perut?"tanya Andreas dengan nada khawatir.
"kenapa?,kau pikir aku berbohong soal sakitku!"jawab Almera dengan ketus.
"bukan,saya hanya merasa khawatir tentang kandungan anda"ucap Andreas.
"antarkan saja aku kerumah sakit,kalian semua sama saja hanya menghawatirkan bayiku,kenapa kalian tidak ada yang khawatir denganku!"ucap Almera ketus.
"maaf "ucap Andreas sambil menatap Almera.
"lupakan saja,sekarang antarkan aku kerumah sakit segera"
Andreas mengemudikan mobilnya menuju rumah sakit khusus ibu dan anak, bukan rumah sakit umum tempat Dokter kamal bekerja.
"kenapa kita tidak dirumah sakit yang biasa?"tanya Almera bingung karena Andreas mengarahkan mobilnya kerumah sakit itu.
"disini peralatannya lebih lengkap kalau anda ingin melakukan USG,dan saya punya kenalan dokter yang bagus disini"ucap Andreas.
"benarkah,apa istrimu juga periksa disini?"tanya Almera.
Andreas tidak menjawab pertannyaan Almera,tapi langsung membukakan pintu dan membantunya turun dari mobil.
"kita langsung keruangan Dokter Marisa saja karena saya telah membuatkan janji untuk Anda"
"syukurlah kalau kita tidak perlu antri,karena aku sudah merasa lelah"
"tunggu disini akan saya ambilkan kursi roda untuk anda"
"hem"Almera menunggu Andreas sambil melihat sekeliling rumah sakit itu,sampai dia tidak melihat ada perawat yang sedang mendorong troli berjalan kearahnya,
"awas,pasien darurat!"ucap perawat itu.
Almera yang berdiri tepat dijalan yang akan dilewati troli itu terkejut,kalau saja Andreas tidak segera menarik tubuhnya mungkin saja Almera sudah tertabrak pinggir troli.
"Anda tidak papa nona"ucap Andreas dengan cemas sambil memeriksa kondisi Almera.
"iya,aku tidak papa"jawab Almera masih merasa sedikit gugup.
"syukurlah,maaf karena saya teledor"
"tidak papa,ayo kita keruang Obigium,ajak Almera.
__ADS_1
"duduklah disini"perintah Andreas menyuruh Almera duduk dikursi roda yang dibawanya.
Tak lama mereka sampai diruangan dokter Marisa.
Andreas mendorong Almera sampai kedalam ruangan dan membantunya untuk turun dari kursi roda dan membantunya duduk.
"aku bisa sendiri"ucap Almera sambil menepis tangan Andreas.
Dokter Marisa yang melihat itu hanya tersenyum simpul.
"Mari kita mulai"ucapnya,"apa ada yang anda keluhkan nona..?"
"saya Almera Grand Smith"
"tapi disini...,nama anda!"ucap dokter Marisa sambil menatap kearah Almera dan Andreas secara bergantian.
"itu nama saya sebelum menikah"terang Almera pada Dokter Marisa.
"oh baiklah,jadi apa anda punya keluhan tentang kehamilan anda ini,misalnya morning sick,atau yang lain.
"tidak,hanya saja saya ingin tahu pasti berapa usia kandungan saya dan bagaimana kondisinya,karena saya baru saja mengalami kecelakaan dan sekarang saya masih menjalani pengobatan"
"apakah anda masih minum obat pasca kecelakaan?"tanya dokter Marisa.
"kita akan melihat dulu kondisi janin dalam kandungan anda dan nanti saya akan melakukan pemeriksaan menyeluruh pada diri anda apakah anda keberatan.
"tidak,masalah"
"mari kita mulai"ucap Dokter Marisa,
Lalu menyuruh Almera berbaring dan mulai melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap Almera.
Lebih dari satu jam Dokter Marisa memeriksa Almera dan selama itu Andreas ikut mendampingi di samping Almera.
awalnya Almera merasa tidak nyaman,tapi saat Dokter Maris amengatakan tidak papa saja toh hanya pemeriksaan luar akhirnya Almera tidak protes lagi.
Bahkan dengan adanya Andreas disampingnya,Almera jadi merasa lebih tenang dalam melakukan serangkaian tes dan juga menjawab pertanyaan pertanyaan yang diajukan oleh Dokter Marisa.
"semuanya bagus jadi anda tidak perlu khawatir dan secara keseluruhan kondisi fisik anda juga normal,tapi memang wajar kalau anda masih bingung tentang berapa usia kehamilan anda karena ini baru memasuki trimester pertama,mungkin saja saat dokter mendiaknosa anda lupa mengatakan kapan terakhir anda menerima haid anda,tapi jangan khawatir yang penting janin dalam kandungan anda tidak ada masalah"
"jadi apakah saya tetap boleh melakukan terapi"
"seperti kata dokter kandungan anda yang dulu,saya juga akan mengatakan hal yang sama"
"baik terimakasih dokter"ucap Almera lalu bangkit dari kursinya dan berjalan keluar ruangan.
__ADS_1
"Anda tunggulah didalam mobil saja nona,saya akan mengambilkan vitamin serta hasil USG anda dengan dokter Marisa"ucap Andreas setelah mengantar Almera masuk kedalam mobil.
"ya,aku tunggu disini"
Dokter Marisa sudah menunggu kedatangan Andreas didalam ruangannya.
Saat Andreas masuk Dokter Marisa segera mengunci pintu ruang prakteknya,agar tidak ada orang yang masuk saat mereka sedang bicara.
"jadi bagaimana" tanya Andreas.
"kondisi janinnya tidak ada masalah,meskipun mereka sempat memberikan racun pada Almera tapi karena kau dan ayah Almera cepat sadar dan segera memberinya penawar jadi sekarang bayimu sudah berkembang dengan normal, dan kondisi Almera juga baik baik saja"
"syukurlah kalau sudah tidak ada masalah ditubuhnya"ucap Alex atau Andreas terlihat lega.
"tapi kalian jangan lengah,kalau sampai Mike dan Karen tau bahwa kalian sudah mengetahui rencana mereka,mungkin mereka tidak akan bermain diam diam lagi"
"ya,karena itu aku tidak bisa melepaskan pangawasanku pada Almera,komplotan mereka benar benar tidak main main"ucap Alex.
"sampai kapan kau akan menyembunyikan identitasmu,Lex"tanya Dokter Marisa.
"aku tidak tau,akan sangat berbahaya kalau aku keluar sekarang,karena komplotan mereka masih terus saja mencari keberadaanku,dan kalau sampai mereka tau aku masih hidup itu juga bisa membahayakan nyawa Almera"
"lalu pada Almera, kau juga tetap akan berpura pura terus,kau tidak takut kalau kau tidak segera mengatakan bahwa kau masih hidup bisa saja dia akan melupakanmu"
"maksudmu?"
"kalau kau lama lama menjadi Andreas bisa bisa dia melupakanmu dan menyukai dirimu yang menjadi Andreas dan itu akan semakin sulit untuk kalian"
Alex hanya diam,mendengar penjelasan dari dokter Marisa.
"kalau kau ingin muncul dihadapannya tidak masalah sebelum bayanganmu dilupakannya,apa kau tidak merindukan istrimu?"tanya Dokter Maris tersenyum jahil.
"dia sedang hamil,apa yang kau pikirkan!"
"kenapa kau tidak mendengar apa yang
kukatakan padanya tadi!"
"maksudmu?"tanya Alex masih belum paham dengan ucapan dari Dokter Marisa.
"bagaimana kalau kau menemuinya malam ini,kurasa kalian bisa melakukannya asal jangan terlalu ganas kau menerkamnya"ucap Dokter Marisa dengan senyum devilnya.
"kau...!"
"kalian sudah lama, berpisah aku yakin kau juga ingin melakukannya bukan,kalau kau masih khawatir aku sudah menambahkan vitamin untuk membuat janin dalam kandungannya aman saat kau menjenguk anakmu" ucap dokter Marisa lalu membuka pintu ruang prakteknya menyuruh Alex keluar dari sana.
__ADS_1